- Beranda
- Berita dan Politik
Ajaran Penghayat Kepercayaan Jangan Dimasuki Faham Radikal
...
TS
dewaagni
Ajaran Penghayat Kepercayaan Jangan Dimasuki Faham Radikal
Ajaran Penghayat Kepercayaan Jangan Dimasuki Faham Radikal
ShareTweet+ 1Mail

Foto: istimewa
BATANG, suaramerdeka.com - Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Batang Agung Wisnu Barata mengatakan, selama ini tidak ada masalah terkait warga penganut Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan YME di wilayah Kabupaten Batang. Pun tidak terjadi gesekan dengan warga masyarakat setempat.
“Mereka, para Penghayat Kepercayaan bisa menjalin hubungan dengan warga setempat dengan harmonis dan saling toleran,” kata Agung Wisnu Barata usai memberikan materi ceramah dalam acara pembinaan para Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan YME, di Gedung Pramuka, Kamis (13/4).
Dikatakan, Penghayat Kepercayaan merupakan budaya atau kearifan lokal, yang ada jauh sebelum adanya agama-agama dari luar masuk ke Nusantara.
“Biasanya para Penghayat Kepercayaan lebih mengedepankan budi pekerti dan toleransi terhadap sesama. Namun yang kami khawatirkan adalah jangan sampai ajaran mereka disusupi faham radikal dari luar,” kata Agung.
Ia menambahkan, selain para Penghayat Kepercayaan yang di Kabupaten Batang tercatat ada 17 kelompok bisa hidup rukun, juga tidak ada indikasi adanya niat mengarah pembentukan agama baru. “Kalau hal ini sampai terjadi pasti akan kami tindak,” tegasnya.
(Kasirin Umar/ CN33/ SM Network)
http://berita.suaramerdeka.com/ajara...faham-radikal/
Justru agama impor lah yang lebih berpotensi disusupi paham radikal dari luar terutama yang berasal dari Padang pasir timur tengah
ShareTweet+ 1Mail

Foto: istimewa
BATANG, suaramerdeka.com - Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Batang Agung Wisnu Barata mengatakan, selama ini tidak ada masalah terkait warga penganut Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan YME di wilayah Kabupaten Batang. Pun tidak terjadi gesekan dengan warga masyarakat setempat.
“Mereka, para Penghayat Kepercayaan bisa menjalin hubungan dengan warga setempat dengan harmonis dan saling toleran,” kata Agung Wisnu Barata usai memberikan materi ceramah dalam acara pembinaan para Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan YME, di Gedung Pramuka, Kamis (13/4).
Dikatakan, Penghayat Kepercayaan merupakan budaya atau kearifan lokal, yang ada jauh sebelum adanya agama-agama dari luar masuk ke Nusantara.
“Biasanya para Penghayat Kepercayaan lebih mengedepankan budi pekerti dan toleransi terhadap sesama. Namun yang kami khawatirkan adalah jangan sampai ajaran mereka disusupi faham radikal dari luar,” kata Agung.
Ia menambahkan, selain para Penghayat Kepercayaan yang di Kabupaten Batang tercatat ada 17 kelompok bisa hidup rukun, juga tidak ada indikasi adanya niat mengarah pembentukan agama baru. “Kalau hal ini sampai terjadi pasti akan kami tindak,” tegasnya.
(Kasirin Umar/ CN33/ SM Network)
http://berita.suaramerdeka.com/ajara...faham-radikal/
Justru agama impor lah yang lebih berpotensi disusupi paham radikal dari luar terutama yang berasal dari Padang pasir timur tengah
0
1.7K
13
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
696KThread•59.4KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya