BeritagarIDAvatar border
TS
MOD
BeritagarID
Perihal pose polisi dengan lima mayat terduga begal

Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung berpose di belakang mayat lima terduga begal. Foto ini menjadi viral dan berbuah kritik dari netizen.
Lima mayat terkapar di tanah. Bercak darah dan luka tembak masih bisa terlihat pada lima tubuh tak bernyawa itu. Di belakang mereka, 13 orang berpose sambil mengepalkan tangan, dan memasang wajah garang.

Foto itu menyebar di media sosial--terutama Facebook dan aplikasi pesan WhatsApp--sejak Minggu (2/4).

Lima jenazah yang tampak pada foto diyakini sebagai komplotan begal. Sedangkan belasan orang yang berpose bak tengah merayakan kemenangan adalah para polisi dari Kepolisian Resor Kota Bandar Lampung.

Kelima terduga begal tewas dalam baku tembak dengan Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Sat Reskrim Polresta Bandar Lampung, di Jembatan Layang Srengsem, Panjang, Bandar Lampung, Sabtu dini hari (1/4).

Baku tembak terjadi saat polisi hendak menangkap komplotan begal, yang kerap melakukan aksi kejahatan di wilayah Bandar Lampung--sedikitnya 30 kali beraksi. Konon, saat hendak ditangkap komplotan itu melakukan perlawanan dengan menembak polisi.

"Para pelaku (begal) mengalami beberapa luka di bagian tubuh dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun kelima orang pelaku nyawanya tidak tertolong, dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit," kata Kepala Polresta Bandar Lampung, Kombes Murbani Budi Pitono, dilansir Viva.co.id.

Kelima terduga begal itu adalah SF (20 tahun), JN (20 tahun), RK (17 tahun), IS (17 tahun) dan HE (17 tahun). Mereka merupakan warga Kecamatan Jabung, Lampung Timur.

Dari komplotan itu, polisi juga menyita senjata api jenis revolver, beberapa peluru, dan senjata tajam. Menurut Polisi, kelompok begal ini acap kali melakukan aksi pembegalan nan sadis, termasuk dengan menggunakan senjata api.
Dikecam publik media sosial
Di media sosial, foto-foto pembekukan para terduga begal itu menyebar dengan kalimat pembuka macam "izin melaporkan" atau "izin meneruskan".

Sekadar catatan, kalimat-kalimat macam itu memang jadi satu gaya khas penyebaran kabar-kabar kriminal di berbagai kanal media sosial.

Di sisi lain, sebagian publik media sosial balik mengecam polisi. Kecaman terutama berkenaan foto yang menunjukkan para polisi berpose sambil mempertontonkan para jenazah.

Mereka yang mengecam mempertanyakan etiket para polisi. "Mayat manusia bukanlah hasil tangkapan berburu, seperti rusa yang karena gembiranya kemudian selfie. Ketika manusia menjadi mayat, perlakukanlah mayat dengan baik," tulis akun Facebook Safari Daud.

Lontaran-lontaran senada juga bisa dilihat di linimasa Twitter.
Ini polisi berpose didepan 5 begal yg tewas, spt berburu babi aja ya..maksudnya apa ini pak @DivHumasPolri. Etika publik gmn nich? [URL="https://S E N S O Rzly3826wwz"]pic.twitter.com/zly3826wwz[/URL]
— Harits AU-CIIA (@HaritsAbuUlya01) April 3, 2017 [URL="https://S E N S O R3CVTlQtXZN"]https://S E N S O R3CVTlQtXZN[/URL] Hmmm...jenazah begal harus tetap dihargai krn mereka bukan hewan buruan. @UCNews_ID
— Ariyanto_Antho (@Ariyanto_Antho) April 4, 2017 Foto polisi berpose dengan mayat para begal. Antara apresiasi dan prihatin.
— Arya Ramadhan (@arya_rmdhn) April 4, 2017
Menyikapi penyebaran foto ini, Tim Mabes Polri telah melakukan pemeriksaan di Lampung. Fokus utama pemeriksaan adalah menyelidiki dugaan pelanggaran kode etik profesi atas peredaran foto itu.

Pemeriksaan dipimpin langsung oleh Kepala Biro Pengamanan Internal Mabes Polri, Brigjen Baharudin Jafar. Senin (3/4), Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung beserta anak buahnya (Tekab 308), sudah diperiksa.

Situs berita lokal, DuaJurai.com, mengutip pernyataan Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Murbani Budi Pitono. Menurut Murbani, foto-foto yang beredar di media sosial dimaksudkan untuk keperluan dokumentasi internal.

"Foto itu dokumentasi untuk pendataan internal. Kami Polresta Bandar Lampung tidak pernah menyebarkan foto itu," kata dia.

Penelusuran Beritagar.id menunjukkan total ada delapan foto berkenaan peristiwa penembakan para terduga begal ini. Selain pose para polisi yang kontroversi itu, tampak pula foto mayat masing-masing terduga begal, lengkap dengan kertas bertuliskan nama mereka. Pun ada foto sejumlah alat bukti yang disita dari para pelaku.

Adapun Kepala Polda Lampung, Irjen (Pol) Sudjarno, mengatakan bahwa anggotanya terlalu bersemangat dalam memberantas kejahatan. Ihwal foto yang telanjur menyebar, Sudjarno mengatakan akan melakukan evaluasi.

"Kita juga tidak membabi-buta (menyalahkan anggota), harus kita kasih pemahaman agar ke depan tidak begitu lagi," kata Sudjarno, dilansir detikcom.



Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-terduga-begal

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Indonesia masih izinkan perangkat elektronik masuk kabin

- Banyak korupsi, anggaran daerah bocor hingga 40 persen

- Ricuh anggota DPD perkara masa jabatan pimpinan

anasabila
anasabila memberi reputasi
1
66.1K
506
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
Beritagar.id
icon
13.4KThread730Anggota
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.