Kaskus

News

ggeerrssaannkkAvatar border
TS
ggeerrssaannkk
Mainkan SARA Pasti Terjungkal
Metrotvnews.com, Jakarta: Tingkat toleransi masyarakat DKI Jakarta dinilai sangat tinggi, mencapai 70,14% pada Maret lalu. Dengan begitu, kampanye paslon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang memainkan sentimen agama tampaknya tidak akan mendapat dukungan pemilih.

Hal itu terlihat dalam survei terkini dari Sinergi Data Indonesia (SDI). Dari temuan SDI, tingkat toleransi warga Jakarta, pada Oktober 2016, pemilih toleran di Jakarta sebanyak 71,53%. Kemudian pada Januari 2017 naik menjadi 73,67% dan turun menjadi 70,14% pada Maret lalu.

SDI melihat tingkat toleransi warga Jakarta dari cara hidup bertetangga dengan berbeda agama, mengucapkan selamat atas perayaan hari besar agama lain, perayaan dan ritual keagamaan di lingkungan tempat ibadah, menyikapi perbedaan agama dalam keluarga, serta pandangan terhadap pendapat tentang agama.

"Ternyata dari 70,14% pemilih yang toleran, sebanyak 51,89% mendukung pasangan Basuki-Djarot, selebihnya (39,49%) memilih Anies-Sandi," ujar Direktur Eksekutif SDI Barkah Pattimahu, Minggu 3 April 2017.

Dari 29,86% pemilih yang intoleran, mayoritas (71,92%) berpihak pada Anies-Sandi dan hanya 19,47% yang memilih Basuki-Djarot. Hasil survei SDI juga menyebutkan 80,80% warga Jakarta tak setuju penggunaan kampanye hitam berbau SARA untuk menjatuhkan paslon lain.

"Sebanyak 74,20% pemilih Jakarta juga tidak percaya dengan isi kampanye hitam berbau SARA."

Untuk itulah, kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang memainkan sentimen agama dipastikan tidak akan mendapat keuntungan elektabilitas. "kalau tidak mau bernasib sama seperti pasangan Agus-Sylvi, terjungkal di putaran pertama, jangan memainkan sentimen agama," kata dia.

Survei SDI dilakukan pada 10-17 Maret 2017 dengan melibatkan 600 responden. Metode survei yang digunakan ialah multistage random sampling dengan margin of error 4,08%.

Pemimpin ibadah

Anies Baswedan memberikan pembekalan kepada ratusan siswa SMA dan SMK yang bakal menjalani ujian nasional di Masjid Jami Matraman, Jakarta. Salah satu topik yang diangkat soal pemimpin.

Ia pun melontarkan pertanyaan pengertian soal pemimpin kepada para anak didik yang hadir. "Apa sih definisi pemimpin?" tanya Anies seperti dilaporkan Metrotvnews.com.

"Pemimpin harus bisa mencontohkan ke pada bawahannya, yakni kerjaannya tuntas. Gimana akhlaknya," kata Fatimah, seorang siswa.

Kemudian ada yang menimpali, bahwa seorang disebut pemimpin, "Karena bisa mengorganisasi, bisa memengaruhi." Namun, jawaban para siswa itu tidak memuaskan Anies.

Menurut Anies, pemimpin ideal ialah seperti pemimpin dalam peribadatan agama.Pasalnya, menjadi pemimpin ibadah bukan atas keinginan sendiri, melainkan permintaan dari pengikutnya.

Menurut dia, menjadi imam bukan atas keinginan sendiri, melainkan permintaan dari makmum. Ia berpesan kepada para anak didik agar mengikuti konsep tersebut bila ingin menjadi pemimpin.

"Imam salat sebagai konsep pemimpin yang baik. Jadi belajarlah kepemimpinan dengan konsep itu," ujar Anies.

Dalam kampanye kemarin, Anies juga sempat mendatangi kawasan masyarakat Tionghoa di Pasar Muara Karang, Jakarta Utara. Anies membicarakan masalah kegiatan perekonomian masyarakat di Pasar Muara Karang.
http://m.metrotvnews.com/pilkada/new...sti-terjungkal


emoticon-Bingung
0
1.9K
20
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
691.7KThread56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.