- Beranda
- Berita dan Politik
Politikus Golkar: Demi Ahok, Pemerintah pun Langgar Undang-Undang
...
TS
kaka77ciao
Politikus Golkar: Demi Ahok, Pemerintah pun Langgar Undang-Undang
JAKARTA - Kehadiran Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai telah mengundang orang-orang untuk melakukan pelanggaran hukum, etika dan moral. Bahkan, pemerintah pun ikut melakukan pelanggaran Undang-Undang dengan tetap mengaktifkan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Penilaian ini disampaikan politikus Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam talkshow Polemik Radio SINDOTrijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/4/2017). Doli mengatakan, selama memimpin Jakarta, Ahok malah menjadi perusak tatanan nilai dan moral bangsa Indonesia.
Bahkan, pemerintah pun disebut-sebut pula melanggar norma hukum karena Ahok. Munculnya fenomena Ahok ini telah mengubah segala macam yang selama ini sudah baik di masyarakat, yakni nilai dan moral.
"Kata-kata Ahok bahkan selalu tak konsisten dengan tindakan yang dilakukannya. Contoh, Ahok dahulu menyatakan tak akan mencalonkan diri di Pilgub DKI bila tak dicalonkan Teman Ahok. Faktanya, dia malah meninggalkan Teman Ahok dan maju bersama partai di Pilgub DKI," ujar Doli.
Menurut Doli, munculnya Ahok justru mengubah sesuatu yang selama ini sudah baik di masyarakat. Dahulu, tak ada Gubernur secara terbuka memaki rakyatnya dan tak ada satu pemimpin menghina agama tertentu atau kitab suci tertentu.
Doli juga menilai, Ahok bukan tipe orang bertanggung jawab. Misalnya, soal banjir dan macet yang terjadi di Jakarta ini, Ahok kerap menyalahkan orang lain. Saat Jakarta dilanda banjir belum lama ini saja, Ahok malah berdalih sibuk meladeni kasus dugaan penistaan agama.
"Apa hubungannya gitu. Kan waktu banjir terjadi itu saat dia masih aktif Gubernur. Jadi, karakter seperti ini bukan tumbuh dari masyarakat Indonesia. Bahkan, pemerintah juga harus melanggar UU hanya demi Ahok. Jadi sebenarnya dia hadir untuk mengundang kerusakan-kerusakan," tuturnya.
Doli mengungkapkan, kehadiran Ahok itu mengundang orang-orang melakukan pelanggaran hukum, etika, dan moral. Pemerintah saja, melakukan pelanggaran pada UU dengan kembali mengaktifkan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Padahal, statusnya saat ini sudah menjadi terdakwa dugaan kasus penistaan agama.
"Itu ketidakadilan pada calon kepala daerah lainnya. Di Sumsel itu ada Bupati atau apa lupa saya, belum jadi tersangka, baru dianggap terlibat kasus narkoba. Dia sudah dinonaktifkan dan akhirnya terbukti dia tak bersalah," paparnya.
"Lah sekarang, sudah jelas prosesnya di pengadilan jalan terus, sudah jadi terdakwa, itu tak diapa-apakan. Malah diaktifkan kembali. Nah itu salah satu bentuk ketidakadilan pemerintah," katanya.
https://metro.sindonews.com/read/119...ang-1491049212
Cocok ne orang jd ketum golkar drpd junjungan nastak papa minta saham.
Gara-gara Fenomena Ahok, Nilai dan Moral Bangsa Indonesia Menjadi Rusak
JAKARTA - Politikus muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyebutkan, adanya fenomena Ahok (Basuki T Purnama), khususnya menyangkut kasus penistaan agama, membuat Indonesia rusak, baik dari sisi nilai maupun moralnya.
"Sejak munculnya fenomena Ahok, rusak semua nilai, etika, hukum, dan moral bangsa. Bayangkan saja, pemerintah bisa langgar hukum karena soal Ahok, termasuk perilaku massa berubah," tuturnya di Warung Daun, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2017).
Menurut dia, soal isu negative campaign dan black campaign itu memang susah untuk hindari. Namun, dia yakin masyarakat sudah lebih pintar dan paham, mana yang fakta serta bukan fakta, khususnya pada berita-berita yang ada di media sosial (medsos).
Dia mengungkapkan, dibandingkan dua hal tersebut, di media sosial malah terjadi aksi saling ejek dan serang. Bukan lagi soal antarpendukung pasangan calon, tapi soal masyarakat muslim dan nonmuslim.
"Sejak kapan sih massa Indonesia begitu hebohnya saling serang soal agama di medsos, dulu gak ada tuh, damai-damai saja, pas ada kasus Ahok saja," katanya.
Dia pun tak melihat, ada prestasi yang ditunjukan Ahok selama memimpin Jakarta ini sehingga bisa dikatakan layak untuk memimpin Jakarta lagi periode 2017-2022. Dia menegaskan, Jakarta itu membutuhkan seorang pemimpin yang tegas, tapi bukan yang kasar.
"Soal prestasi, tak ada juga prestasinya Ahok itu, macet di Jakarta juga masih, Gubernur DKI (Ahok) ini, kalau merasa dirinya hebat, Jakarta tak banjir seperti kemarin-kemarin," ujarnya.
https://metro.sindonews.com/read/119...sak-1491018360
Setuju...
Biang sara + gaduh ya nyahok...
Balikin ke menlend aja udah... Beres
Penilaian ini disampaikan politikus Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam talkshow Polemik Radio SINDOTrijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/4/2017). Doli mengatakan, selama memimpin Jakarta, Ahok malah menjadi perusak tatanan nilai dan moral bangsa Indonesia.
Bahkan, pemerintah pun disebut-sebut pula melanggar norma hukum karena Ahok. Munculnya fenomena Ahok ini telah mengubah segala macam yang selama ini sudah baik di masyarakat, yakni nilai dan moral.
"Kata-kata Ahok bahkan selalu tak konsisten dengan tindakan yang dilakukannya. Contoh, Ahok dahulu menyatakan tak akan mencalonkan diri di Pilgub DKI bila tak dicalonkan Teman Ahok. Faktanya, dia malah meninggalkan Teman Ahok dan maju bersama partai di Pilgub DKI," ujar Doli.
Menurut Doli, munculnya Ahok justru mengubah sesuatu yang selama ini sudah baik di masyarakat. Dahulu, tak ada Gubernur secara terbuka memaki rakyatnya dan tak ada satu pemimpin menghina agama tertentu atau kitab suci tertentu.
Doli juga menilai, Ahok bukan tipe orang bertanggung jawab. Misalnya, soal banjir dan macet yang terjadi di Jakarta ini, Ahok kerap menyalahkan orang lain. Saat Jakarta dilanda banjir belum lama ini saja, Ahok malah berdalih sibuk meladeni kasus dugaan penistaan agama.
"Apa hubungannya gitu. Kan waktu banjir terjadi itu saat dia masih aktif Gubernur. Jadi, karakter seperti ini bukan tumbuh dari masyarakat Indonesia. Bahkan, pemerintah juga harus melanggar UU hanya demi Ahok. Jadi sebenarnya dia hadir untuk mengundang kerusakan-kerusakan," tuturnya.
Doli mengungkapkan, kehadiran Ahok itu mengundang orang-orang melakukan pelanggaran hukum, etika, dan moral. Pemerintah saja, melakukan pelanggaran pada UU dengan kembali mengaktifkan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Padahal, statusnya saat ini sudah menjadi terdakwa dugaan kasus penistaan agama.
"Itu ketidakadilan pada calon kepala daerah lainnya. Di Sumsel itu ada Bupati atau apa lupa saya, belum jadi tersangka, baru dianggap terlibat kasus narkoba. Dia sudah dinonaktifkan dan akhirnya terbukti dia tak bersalah," paparnya.
"Lah sekarang, sudah jelas prosesnya di pengadilan jalan terus, sudah jadi terdakwa, itu tak diapa-apakan. Malah diaktifkan kembali. Nah itu salah satu bentuk ketidakadilan pemerintah," katanya.
https://metro.sindonews.com/read/119...ang-1491049212
Cocok ne orang jd ketum golkar drpd junjungan nastak papa minta saham.

Gara-gara Fenomena Ahok, Nilai dan Moral Bangsa Indonesia Menjadi Rusak
JAKARTA - Politikus muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyebutkan, adanya fenomena Ahok (Basuki T Purnama), khususnya menyangkut kasus penistaan agama, membuat Indonesia rusak, baik dari sisi nilai maupun moralnya.
"Sejak munculnya fenomena Ahok, rusak semua nilai, etika, hukum, dan moral bangsa. Bayangkan saja, pemerintah bisa langgar hukum karena soal Ahok, termasuk perilaku massa berubah," tuturnya di Warung Daun, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2017).
Menurut dia, soal isu negative campaign dan black campaign itu memang susah untuk hindari. Namun, dia yakin masyarakat sudah lebih pintar dan paham, mana yang fakta serta bukan fakta, khususnya pada berita-berita yang ada di media sosial (medsos).
Dia mengungkapkan, dibandingkan dua hal tersebut, di media sosial malah terjadi aksi saling ejek dan serang. Bukan lagi soal antarpendukung pasangan calon, tapi soal masyarakat muslim dan nonmuslim.
"Sejak kapan sih massa Indonesia begitu hebohnya saling serang soal agama di medsos, dulu gak ada tuh, damai-damai saja, pas ada kasus Ahok saja," katanya.
Dia pun tak melihat, ada prestasi yang ditunjukan Ahok selama memimpin Jakarta ini sehingga bisa dikatakan layak untuk memimpin Jakarta lagi periode 2017-2022. Dia menegaskan, Jakarta itu membutuhkan seorang pemimpin yang tegas, tapi bukan yang kasar.
"Soal prestasi, tak ada juga prestasinya Ahok itu, macet di Jakarta juga masih, Gubernur DKI (Ahok) ini, kalau merasa dirinya hebat, Jakarta tak banjir seperti kemarin-kemarin," ujarnya.
https://metro.sindonews.com/read/119...sak-1491018360
Setuju...
Biang sara + gaduh ya nyahok...
Balikin ke menlend aja udah... Beres

Diubah oleh kaka77ciao 02-04-2017 02:52
0
2.9K
38
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.7KThread•56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya