- Beranda
- Beritagar.id
Seruan aksi 313 yang tak bergigi
...
TS
BeritagarID
Seruan aksi 313 yang tak bergigi

Massa dalam aksi 212 di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/2). Isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan terbukti tumpul dalam mendulang suara dalam Pilkada DKI Jakarta putaran I.
Menjelang pemilihan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta putaran kedua, Forum Umat Islam (FUI) menyerukan aksi turun jalan pada 31 Maret atau 313. Aksi itu punya agenda untuk meminta Presiden Joko Widodo mencopot Basuki Tjahaja Purnama dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta karena menjadi terdakwa dugaan kasus penodaan agama.
Menurut Sekretaris Jenderal FUI Muhammad Al-Khaththath, aksi akan diawali dengan salat Jumat di Istiqlal. Usai salat, massa akan berjalan ke Monas dan di depan Istana Merdeka.
Aksi, kata Al-Khaththath, akan diikuti organisasi peserta aksi bela Islam 2 Desember 2016 lalu. "Seluruh alumni 212 diajak, siapa tokohnya nanti diinformasikan kemudian," katanya seperti ditulis detikcom.
Salah satu organisasi yang menyatakan bakal bergabung dengan aksi itu adalah Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi). Ketua Umum Pengurus Pusat Parmusi, Usamah Hisyam menjelaskan, alasan pihaknya bergabung dalam aksi 313 ini. Kata dia, karena tuntutan yang dikumandangkan selaras dengan kesepakatan internal organisasi, yakni meminta Ahok dicopot dari kursi DKI 1.
Menurut Usamah, kader-kader Parmusi di daerah, terutama di Pulau Jawa akan bergabung dengan ormas Islam lainnya di Jakarta.
Berbeda dengan Parmusi, Front Pembela Islam (FPI), salah satu alumni aksi 212 mengkonfirmasi tidak bakal bergabung dengan aksi 313 itu.
"Secara organisasi kami tidak ikut dalam aksi tersebut, tapi kami tidak melarang setiap warga negara siapa pun untuk ikut dalam aksi itu," kata Juru Bicara FPI, Slamet Maarif kepada CNNIndonesia.com.
Slamet memastikan, Imam Besar FPI Rizieq Syihab tak akan bergabung dalam Aksi 313, baik saat salat Jumat di Istiqlal maupun ketika orasi di depan Istana Merdeka.
Sementara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan, aksi 313 itu tidak diperlukan lagi. Menurut dia, setiap pilihan politik di Pilkada DKI Jakarta sebaiknya dikembalikan kepada pribadi masing-masing. Selain itu, kata dia, sebaiknya urusan politik tidak dicampuradukkan dengan persoalan agama.
"Mau pilih Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) silakan. Enggak senang, enggak usah dipilih. Pilih Anies (Baswedan) silakan. Enggak seneng enggak usah dipilih, begitu aja, ngapain (aksi)," katanya seperti dilansir Kompas.com.
Rencana aksi itu dipertanyakan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. "Sampai sekarang masih menunggu, belum ada pemberitahuan ke kepolisian. Intinya bahwa ngapain lagi sih seperti itu?" kata Argo.
Ia berjanji, pihaknya akan mendalami rencana kegiatan ini. Jika jadi dilaksanakan, kepolisian akan mengawal aksi tersebut sesuai prosedur yang berlaku. "Intinya kegiatan politik Jakarta ini biarkanlah berjalan dengan sendirinya. Tidak usah ditambah kegiatan yang perkeruh suasana," ujarnya.
Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Merdisyam, mengaku saat ini polisi mulai menganalisis dan mendata jumlah massa yang kemungkinan akan mengikuti rencana aksi 313 itu. Namun ia belum menyebut berapa jumlah massa yang akan turun ke jalan itu nanti.
Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ng-tak-bergigi
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
Diksar BEM berujung maut-
Mempertanyakan surat peringatan untuk Novel Baswedan-
Menutupi kekurangan jumlah hakim di Indonesiaanasabila memberi reputasi
1
2.8K
17
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•916Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya