Kaskus

News

User telah dihapusAvatar border
TS
User telah dihapus
Agar Tetap HIdup, Pengusaha ini Diam Saja Saat Mulutnya Dilakban
Agar Tetap HIdup, Pengusaha ini Diam Saja Saat Mulutnya Dilakban
JawaPos.com - Kawanan perampok beraksi di rumah pengusaha peternakan ayam petelur di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Senin (27/3). Selain menyekap tujuh penghuni rumah yang berada di Dusun Gadungan Timur tersebut, perampok juga melukai salah seorang di antaranya. Para perampok tersebut juga terlihat lihai dalam menjalankan aksinya.
Sumber Jawa Pos Radar Kediri di kepolisian menyebutkan, Kawanan perampok itu masuk dalam rumah sekitar pukul 02.00 dini hari. Dengan mudah para perampok masuk ke dalam rumah, melumpuhkan penjaga, mengambil barang berharga, kemudian melarikan diri melalui jalan yang sama dengan saat mereka masuk. “Dari rumah korban, mereka (para perampok, Red) membawa uang tunai senilai Rp 180 juta, beberapa perhiasan, dan kamera digital,” terang Kapolsek Puncu AKP Fuadi.

Rumah yang disatroni kawanan jahat tersebut adalah milik Suwanto, 74. Rumah itu satu lokasi dengan kandang ayam milik korban. Selama ini, Suwanto dikenal sebagai pengusaha ayam petelur. Sedangkan satu korban yang terluka adalah Irwan, 30. Anak Suwanto tersebut mengalami luka bacok serius di bagian kepala, tengkuk, dan kedua tangannya.

Dari berbagai sumber, kawanan perampok yang jumlahnya belum diketahui dengan pasti tersebut diperkirakan masuk melalui tembok belakang. Tembok tersebut sebenarnya sudah setinggi 3 meter. Bagian atasnya pun diberi kawat berduri dan ditanam pecahan kaca di bagian atas. Para perampok tersebut memanfaatkan batang pohon yang diikat dengan tali rafia sehingga berfungsi sebagai tangga. “Mereka (perampok, Red) kemudian melepas kawat berduri dan pecahan kaca yang menancap di bagian atas tembok,” terang AKP Fuadi.

Setelah berhasil masuk, perampok langsung menuju bagian depan rumah. Melumpuhkan dua penjaga, Jupri, 60, dan Minto, 55. Dua penjaga yang sedang tertidur di teras itu diikat tangan dan kakinya. Mulut keduanya juga dilakban. Setelah melumpuhkan penjaga, kawanan perampok menuju kamar pembantu. Tapi tidak semua, karena satu orang tetap tinggal menjaga dua penjaga tersebut. Kamar pembantu ternyata tak terkunci. Perampok pun dengan mudah melumpuhkan pasangan Juni, 46, dan Hada, 33. Juni diikat kaki, tangan, dan mulut dilakban.

Sedangkan Hada hanya diikat kakinya, karena pada saat itu dia menggendong anaknya yang masih kecil. Hal itu, menurut sumber di kepolisian, karena perampok takut anaknya menangis. Karena itu Hada diminta menyusui sang bocah. Setelah itu, pintu utama yang berada di dekat kamar pembantu dibuka paksa perampok. Saat itulah Irwan, yang tengah berada di kamar mandi mendengar suara berisik. Kebetulan, kamar mandi berada di sebelah pintu utama. Irwan pun keluar kamar mandi. Namun, nahasnya, saat itupula perampok berhasil masuk.

Saat berusaha dilumpuhkan, Irwan melawan. Dia pun dibacok oleh perampok di kepala, tengkuk, dan kedua tangannya. Setelah itu, Irwan diikat. Suwanto dan istrinya, Riniawati, 70, terbangun saat mendengar suara ribut. Mereka kemudian turun dari kamarnya di lantai atas. Saat hendak turun, perampok menghadang keduanya. Pelaku melumpuhkan Suwanto. Sedangkan Riniawati dipaksa menunjukkan tempat menyimpan uang dan barang berharga.

Karena takut, Riniawati mengantar perampok ke kamar Irwan. Di kamar itu para penjahat menggasak uang senilai Rp 80 juta yang terdiri dari pecahan rupiah dan dolar Amerika serikat. Sementara, dari ruangan lain yang berfungsi sebagai kantor, pelaku menggondol Rp 100 juta. Perhiasan milik Riniawati pundisikat. Setelah itu dia diikat dan dilakban seperti suaminya. Setelah itu kawanan perampok melarikan diri.

Yang akhirnya bisa minta tolong adalah Riniawati. Setelah dia berhasil melepaskan diri dari ikatan dengan cara menggerak-gerakkan kedua tangannya. Wanita itu menelepon tetangganya yang juga seorang polisi. Polisi segera datang dan melakukan olah TKP. Sedangkan korban luka langsung dilarikan ke RSUD Pelem, Pare.

Kapolres Kediri AKBP Sumaryono, melalui Kasatreskrim AKP M. Aldy Sulaeman, mengatakan polisi masih melakukan proses penyelidikan. Polisi berusaha mencocokan dengan kasus perampokan yang terjadi sebelumnya. “Kami coba identifikasi pelaku dengan mencari kesamaan modus operasi pada kasus-kasus serupa yang terjadi sebelumnya,” ujar Aldy. (c3/zl/fud/JPG)

Code:
http://www.jawapos.com/read/2017/03/28/119271/agar-tetap-hidup-pengusaha-ini-diam-saja-saat-mulutnya-dilakban

============================================================================================
Ada baiknya hukum dipertegas lagi untuk maling dan koruptor, entah dihukum mati atau dihadiahkan buat kim jong un. Turut prihatin.

0
1.3K
11
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.8KThread59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.