Kaskus

News

utangcahyono86Avatar border
TS
utangcahyono86
Jantung Bengkak, Syahrul Meninggal
LHOKSEUMAWE - Muhammad Syahrul (19), remaja Banda Masen, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, meninggal karena pembengkakan di bagian jantung yang diduga akibat ditendang seorang oknum polisi. Syahrul meninggal Jumat (3/3) pukul 19.30 WIB saat orang tuanya hendak membawanya kembali ke rumah sakit. Korban dikebumikan Sabtu (4/3).

Informasi yang dihimpun Serambi, kasus pemukulan tersebut terjadi 31 Januari 2017. Saat itu oknum polisi Bripka SYF mendatangi rumah orang tua Syahrul dan menanyakan keberadaan remaja itu. Lalu korban langsung keluar dari rumahnya menggunakan tongkat, karena kakinya terluka saat memotong rumput untuk ternaknya.

“Waktu sampai di depan rumah saya, dia (Bripka SYF) langsung menendang anak saya di dada sampai anak saya terjatuh. Saya langsung keluar rumah untuk melerai. Saat itu polisi tersebut sempat adu mulut dengan anak saya, tapi dia tak berani memukul lagi karena sudah banyak warga yang datang,” kata Amirullah kepada Serambi, kemarin.

Menurut Amirullah, Bripka SYF menunduh Syahrul mencuri daun pisang milik pamannya. “Padahal yang menebang pohon pisang itu orang lain. Anak saya hanya mengambil daun pisang untuk diberikan kepada ternak yang digembalanya, itu pun setelah minta izin pada penjaga kebun,” ujar Amirullah.

Setelah pemukulan itu, keesokan hari anaknya mulai sakit dan mengeluarkan darah dari mulut. Amirullah lalu membawa anaknya ke Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe. “Dokter yang menangani anak saya di rumah sakit itu mengatakan anak saya mengalami pembekakakan di bagian jantung,” cerita Amirullah.

Selain di Rumah Sakit Kesrem, anaknya juga sempat dirawat di Rumah Sakit Bunda Lhokseumawe dan rumah sakit lain. Semua dokter yang menangani Syahrul menyebutkan bahwa remaja itu mengalami pembekakan di bagian jantung. Padahal sebelum kasus pemukulan itu, menurut Amirullah, kondisi anaknya sehat-sehat saja.

Tiga hari setelah peristiwa pemukulan anaknya oleh Bripka SYF, Amirullah melaporkan kejadian itu ke Polres Lhokseumawe. “Polisi sudah memeriksa saya sebagai saksi dan mendatangi rumah saya untuk memeriksa anak saya sebagai saksi, karena anak saya sakit-sakitan setelah kejadian itu sehingga tak bisa hadir ke polres Lhokseumawe,” ujar Amirullah.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Yasir SE kepada Serambi mengatakan, pihaknya sudah menetapkan Bripka Syf sebagai tersangka dalam kasus itu. Penyidik sudah mendapatkan dua alat bukti yang cukup, berupa keterangan saksi dan hasil visum yang menyebutkan korban mengalami luka memar di dada.

“Tersangka merasa diadu domba oleh korban. Menurut tersangka, korban mengatakan pada paman tersangka bahwa yang memotong pisang di kebun adalah tersangka, sehingga tersangka dimarahi pamannya. Padahal yang menebang pisang itu adalah adik tersangka. Karena emosi, tersangka datang ke rumah korban dan menganiayanya,” ujar Kasat Reskrim.

Berkas kasus tersebut sudah rampung, hanya menunggu pelimpahan ke jaksa. “Sebelumnya pihak keluarga korban sudah bersedia berdamai, sehingga berkasnya belum dilimpahkan. Tapi sekarang karena korban sudah meninggal, kasus itu segera kita limpahkan. Polisi juga akan memeriksa dokter yang menangani korban nantinya,” pungkas Kasat Reskrim.(jaf)

http://aceh.tribunnews.com/2017/03/05/jantung-bengkak-syahrul-meninggal

menuju ke Tkp, siap 86
0
2.2K
18
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
694.9KThread58.8KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.