Kaskus

News

BeritagarIDAvatar border
TS
BeritagarID
Perkara mahasiswa penggal ayam demi protes Jokowi
Perkara mahasiswa penggal ayam demi protes Jokowi
Tangkapan layar kiriman Doni Herdaru (@doniherdaru), memuat foto aksi mahasiswa yang melakukan penganiayaan hewan.
Kira-kira sepekan terakhir, sebuah video protes mahasiswa terhadap Presiden Joko "Jokowi" Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, menyita perhatian khalayak internet.

Bukan protes terhadap Jokowi-JK yang titik perhatian, melainkan cara peserta unjuk rasa dalam menyampaikan kritik.

Dalam aksinya, para mahasiswa memenggal kepala seekor ayam. Ayam itu tampak menggelepar kesakitan di jalanan.

Puncaknya, ayam yang sedang menghadapi maut itu diambil seorang mahasiswa. Cucuran darahnya pun diarahkan ke potret Jokowi-JK.

Peristiwa tersebut terjadi pada 20 Oktober 2016, di depan Istana Negara, Jakarta. Kala itu, tercatat ada aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI), yang menyoroti perjalanan dua tahun kepemimpinan duet Jokowi-JK.

Walau terjadi sekitar empat bulan silam, momen tersebut baru mencuri perhatian setelah dibagikan akun Instagram, Doni Herdaru (@DoniHerdaru)--pencinta satwa yang tergabung dalam kelompok Animal Defenders.
A post shared by Doni Herdaru Tona (@doniherdaru) on Feb 15, 2017 at 7:36am PST

Doni mengkritik aksi penganiayaan satwa itu.

"Apapun tujuan mereka sesungguhnya, sungguh tidak elok melibatkan satwa dan mempertontonkan penyiksaan macam begini. Tidak punya empati adalah gejala sakit jiwa," kata Doni.

Selasa (21/2), atau lima hari setelah diunggah, video kiriman Doni tercatat telah dilihat lebih dari 133 ribu kali.

Video yang sama juga menjalar di berbagai kanal media sosial, dan menuai pelbagai komentar miring.
Abis motong leher ayam, darahnya dipeperin ke foto JKW-Kalla. Mahasiswa 98 berhasil motong pemerintahan korup, mereka mentok motong ayam.
— fallaadinda(dot)com (@falla_adinda) February 16, 2017 Dulu sih mahasiswa demo banyak. Baru kali ini liat motong ayam. Nggak tau mau miris apa ngakak. [URL="https://S E N S O RGhw3XQIUAV"]https://S E N S O RGhw3XQIUAV[/URL]
— Joko Anwar (@jokoanwar) February 16, 2017 Itu mahasiswa mana sih yang demo pake motong ayam cuma buat nyiramin darahnya ke foto presiden? Kesel banget liat animal abuse kayak gitu.
— Putu Reza (@PapersBoy) February 16, 2017 Gue suka banget ayam goreng, tapi ngeliat mahasiswa yang demo terus nyembelih ayam terus dilepas gt aja kok kesel yhaaaaaaa.
— ayas (@DiajengLrst) February 15, 2017
Kelompok pencinta satwa, Animal Defenders berusaha melacak para pelaku aksi sadis itu.

Akhirnya, teridentifikasi bahwa para pelaku adalah para mahasiswa dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ)--merujuk pada jas almamater yang mereka kenakan.

Pihak UNJ pun sudah mengakui bahwa para demonstran yang terlihat dalam video viral itu merupakan mahasiswa mereka. Pihak kampus juga sudah melakukan penyelidikan internal dalam kasus ini.

Hal tersebut ditegaskan dalam pertemuan di Gedung Rektorat UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (20/2). Pertemuan dihadiri pegiat Animal Defenders, pihak UNJ (bidang kemahasiswaan dan hubungan masyarakat), dan perwakilan mahasiswa.

UNJ berjanji akan menggelar sidang etik--mempertimbangkan pemberian sanksi--terhadap mahasiswa yang terlibat dalam aksi penganiayaan satwa itu. Adapun Animal Defenders mengapresiasi iktikad tersebut.

"Pelaporan (ke) polisi dan sejenisnya bisa kita nomor duakan. Yang pertama, kalau bisa kita sowan dulu, dan utarakan, 'kalau bisa jangan diulangi lagi'. (Supaya) Jangan berlanjut di kemudian hari," kata Doni, dalam vlog (video blog) ihwal pertemuan di Gedung Rektorat UNJ.

Meski demikian, pertemuan tersebut sempat diwarnai adu argumen antara Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNJ, Bagus Tito Wibisono, dan para pegiat Animal Defenders.

Bagus berkilah bahwa bentuk aksi yang dilakukan pihaknya bukanlah yang pertama kali terjadi di Indonesia. "Apa yang kita lakukan ini bukan hal pertama," kata dia.

Ia juga menyodorkan fail yang konon memuat informasi tentang sejumlah unjuk rasa yang mempertontonkan aksi serupa. Aksi-aksi terdahulu itu disebut Bagus sebagai "referensi".

Demi mendengar dalih tersebut, para pegiat Animal Defenders meradang. "Kalau referensinya salah, apa Mas Bagus mau ikutin?" cecar Doni.

"Urusan saya ke sini untuk ketemu sama Humas dan Bagian Kemahasiswaan. Anda (Bagus) mau minta waktu saya sendiri, Anda urus waktunya. Saya tidak punya waktu Anda," kata Doni, menyudahi adu argumen itu.

Momen dalam pertemuan bisa dilihat lewat vlog berikut (via kanal YouTube, Animal Defenders).
Begini Proses Audensi Animal Defenders Indonesia dengan Rektorat UNJ
Adapun Polda Metro Jaya mengatakan akan menyelidiki kasus di muka.

"Nanti dicari apakah masuk unsur pidana atau tidak. Kalau ada unsur pidananya ya tentu akan diselidiki," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Argo Yuwono, dilansir detikcom (20/2).

Perihal penganiayaan terhadap satwa telah diatur dalam Pasal 302 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Pasal itu menerangkan bahwa penganiayaan ringan--menyakiti atau merugikan kesehatan hewan--bisa dikenakan ancaman pidana paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp4,5 juta

Bila penganiayaan mengakibatkan cacat atau mati, maka pelaku terancam pidana penjara paling lama sembilan bulan, atau pidana denda paling banyak Rp300 ribu.
Perkara mahasiswa penggal ayam demi protes Jokowi


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-protes-jokowi

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Perkara mahasiswa penggal ayam demi protes Jokowi Indonesia bisa mendominasi ekonomi global di 2050

- Perkara mahasiswa penggal ayam demi protes Jokowi Dosen UI terlepas dari status tersangka penista agama

- Perkara mahasiswa penggal ayam demi protes Jokowi Aksi 212, orasi dan aroma politis

anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
2.8K
19
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
Beritagar.id
KASKUS Official
13.5KThread914Anggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.