
KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Pengamat Politik Emrus Sihombing menuturkan, cuit yang disampaikan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) banyak yang tidak produktif. Terutama saat cuit SBY perihal demonstrasi depan rumahnya hingga mengakibatkan keamanannya terganggu.
“Kalau diduga keamanan terganggu, dalam pandangan saya, itu jauh panggang dari api,” kata Emrus kepada Kriminalitas.com, pada Jumat (17/2/2017).
Menurut Emrus, yang dicuit SBY sebagai bentuk komunikasi hiperbola. Padahal sebagai mantan presiden, tidak mungkin keamanan SBY terancam, karena dia dikawal paspampres.
“Kecuali kalau saya. Bisa jadi terancam. Sekelas beliau, itu tidak mungkin TNI melepas pengamanan begitu saja,” lanjut Emrus.
Cuitan SBY itu, disengaja maupun tidak, berpengaruh terhadap pencalonan Agus Harimurti Yudhoyono dalam pertarungan Pilkada DKI. “Pola ini tentu dari perspektif prosesual tidak dilepas dari elektabilitas Agus, ini saling terintegrasi,” lanjut Emrus.
Bentuk komunikasi Hiperbola, kata Emrus, tidak bisa diterapkan dalam Pilkada DKI Jakarta. Karena warga Jakarta, salah satu pemilih yang rasional di Indonesia.
“Masyarakat Jakarta pemilih rasional, mereka melihat sendiri secara rasional,”
Dalam beberapa lembaga survei, pasangan Basuki Tjajaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno menempati dua posisi teratas pasca pencoblosan Pilkada DKI. Keduanya bakal melenggang ke putaran kedua.
Sedangkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni berada pada posisi buncit dalam berbagai survei. Tentu posisi ini bakal mengakibatkan Agus-Sylviana tersingkir dari pencalonan.