- Beranda
- Beritagar.id
Silang kicau perihal spanduk penolakan wayang kulit
...
TS
BeritagarID
Silang kicau perihal spanduk penolakan wayang kulit

Foto ilustrasi, menunjukkan seorang perajin menatah kulit kerbau menjadi kerajinan wayang kulit di Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Sabtu (7/1).
Spanduk penolakan pentas wayang kulit menyita percakapan khalayak internet, sejak Minggu (22/1). Merujuk informasi yang beredar di media sosial, spanduk itu terpampang di bilangan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Konon, spanduk tersebut adalah respons terhadap acara "Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk", di Stadion Mini Arcici, Rawasari, Sabtu (21/1).
Pentas itu diselenggarakan Dulure Djarot, kelompok pendukung pasangan nomor urut 2 dalam Pilkada DKI 2017, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.
Keberadaan spanduk itu terkonfirmasi oleh Djarot. "Tadi malam kami wayangan di Rawasari terus ada spanduk-spanduk 'Wayang Bukan Budaya Islam dan Syariat Islam'. Wayang budaya kok, budaya Jawa. Kok dilarang, piye?" kata Djarot, dikutip detikcom.
Dari foto yang beredar di media sosial, spanduk-spanduk itu memuat tulisan macam "Pemutaran Wayang Kulit Bukan Syariat Islam" dan "Menolak Dengan Keras Pemutaran Wayang Kulit".
Pun pada pojok kanan bawah spanduk, ada tulisan "Aliansi Masyarakat Muslim Se-Jakpus".
Di linimasa Twitter percakapan seputar spanduk ini ikut meluas, hingga jadi topik tren Indonesia, Minggu (22/1).
Umumnya, pengguna Twitter tidak bersepakat dengan pesan dalam spanduk tersebut.
Beberapa akun berpengaruh juga ikut berkicau dalam topik ini, termasuk Goenawan Mohamad (@Gm_Gm, 840 ribu pengikut), dan Sudjiwo Tedjo (@SudjiwoTedjo, 1,3 juta pengikut).
Spanduk di Cempaka Putih, Jakarta. Wayang kulit dilarang. (Menurut orang2 yg tahu, syiar Islam di Jawa dgn wayang). [URL="https://S E N S O R7n5yAx5AKT"]pic.twitter.com/7n5yAx5AKT[/URL]
— goenawan mohamad (@gm_gm) January 22, 2017 #Jancukers jgn gampang terprovokasi spanduk apa pun, termasuk soal anti wayang. Blm tentu itu dipasang oleh nama yg terpampang di spanduk
— DebatNoDebetYes (@sudjiwotedjo) January 22, 2017
Meski demikian, pandangan pengguna Twitter cenderung terbagi dalam dua kubu, ketika berspekulasi ihwal pembuat dan pemasang spanduk.
Kubu pertama adalah para pendukung pasangan Ahok-Djarot. Mereka mempertanyakan kaitan spanduk tersebut dengan pasangan lain?
Antara lain, bisa dilihat lewat kicauan Ulin Yusron (@UlinYusron, 92 ribu pengikut), salah satu akun berpengaruh pendukung Ahok-Djarot.
Sejumlah akun bahkan menuding "kelompok-kelompok garis keras"--macam Front Pembela Islam (FPI)--berperan sebagai dalang insiden ini. Beberapa bulan terakhir, FPI memang menjadi motor utama "Aksi Bela Islam", yang menuntut agar Ahok dihukum dalam kasus dugaan penodaan agama.
Munculnya spanduk penolakan wayang kulit karena Djarot bikin nobar Wayang Kulit. Cagub mana yang nyuruh tolak wayangan?
— IG: ulinyusron (@ulinyusron) January 22, 2017 Pemasang & pengorder spanduk ini perlu belajar sejarah Islam ala Wali Songo. Ini dipasang unt menolak pagelaran Wayang Kulit Dulure Djarot [URL="https://S E N S O RrFKBirnCpo"]pic.twitter.com/rFKBirnCpo[/URL]
— Mohamad Guntur Romli (@GunRomli) January 22, 2017 Bodohnya FPI tidak paham sejarah bahwa Syiar Islam jaman Walisongo menggunakan media Wayang Kulit sbg Media Dakwah, Kok diharamkan Pekok!!! [URL="https://S E N S O RRVFSaiEZUZ"]pic.twitter.com/RVFSaiEZUZ[/URL]
— Habib Al-Abal2® (@MasTBP_) January 22, 2017
Di sisi lain, ada pula kubu yang menampik pandangan di muka.
Kubu ini balik menyebut bahwa spanduk-spanduk itu adalah fitnah yang dilakukan untuk mendiskreditkan para pesaing Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI 2017.
Akun @CumaRachel (34 ribu pengikut)--dipercaya milik politisi Partai Gerindra, Rachel Maryam--mempertanyakan motif si pembuat spanduk. "Mungkinkah ada pihak yang sengaja ingin membenturkan Islam dengan budaya lokal? Ingin memprovokasi umat islam dan orang jawa," tulisnya.
Pendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga uno itu juga menyebut bahwa ada kelompok yang diuntungkan bila "umat Islam dan Jawa terpecah".
Akun berpengaruh penyokong pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, @Panca66 (29 ribu pengikut), turut membantah bila jagoannya dituding berada di balik insiden ini.
Saya penikmat pagelaran wayang. Monggo para pandemen wayang, sama2 kita nonton wayang di DPP PKS, Sabtu (28/1). Abaikan spanduk2 aneh itu [URL="https://cumarNKdO8SnC"]pic.twitter.com/ArNKdO8SnC[/URL]
— Hidayat Nur Wahid (@hnurwahid) January 22, 2017 Mungkinkah ada pihak yg sengaja ingin membenturkan Islam dgn budaya lokal? Ingin memprovokasi umat islam&orang jawa?#SpandukTolakWayang
— rachel maryam (@cumarachel) January 22, 2017 Media fitnah abal2 trus kaitkan dengan AHY. Udh jelas AHY moyangnya org Jawa mana mungkin larang wayang [URL="https://S E N S O RSDOaUtqEVs"]https://S E N S O RSDOaUtqEVs[/URL]
— #SATUkanJakarta (@panca66) January 22, 2017
Sebagai catatan, penolakan pentas wayang kulit juga pernah terjadi beberapa tahun silam. Salah satunya pada 2010, sejumlah peristiwa penolakan--disertai pembubaran--terjadi di Kabupaten Sukohardjo, Jawa Tengah.
Kala itu, kelompok yang menamakan diri Laskar Jihad Sukohardjo menolak wayang kulit, dengan argumen senada: bukan bagian dari budaya Islam.
Laporan BBC Indonesia (12 Oktober 2012) menyebut bahwa pembubaran itu terjadi beberapa kali di desa-desa di Sukohardjo. Sasarannya tak hanya wayang kulit, tetapi juga acara campur sari dan kesenian tradisional lainnya.
Sebaliknya, dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara, pentas wayang kulit justru punya posisi menarik. Salah seorang tokoh wali songo (penyebar Islam di Jawa), Sunan Kalijaga, memanfaatkan budaya-budaya Jawa pra-Islam dalam berdakwah, termasuk wayang, seni ukir, dan gamelan.
BeritaSatu (22 September 2012) melukiskan kecenderungan Sunan Kalijaga sebagai berikut, "Tidak berusaha merobohkan kebudayaan lama tapi justru mengikuti alir kebudayaan dan secara perlahan-lahan menyusupkan dan menyisipkan nilai baru."
Catatan lain, sejak 2003, lembaga pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan PBB (UNESCO) telah menempatkan wayang sebagai warisan budaya tak benda.
Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...n-wayang-kulit
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
Surat pribadi dari presiden ke presiden-
Skema gross split lebih adil untuk negara-
Investasi tanah bakal kena pajak progresifanasabila memberi reputasi
1
1.8K
6
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•885Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya