Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, menyebutkan, penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2016 sebesar 87 persen.
Ia mengatakan, pendidikan menjadi sektor yang menyerap anggaran paling besar dimana pihaknya menargetkan 27 persen, sedangkan kesehatan ditargetkan sebanyak 10 persen.
"Yang lainnya (penyerapan) di kebersihan dan transportasi, ya kami konsisten saja," ujar Sumarsono di Balai Kota, Selasa (3/1).
Beberapa sektor yang tidak memberikan penyerapan terhadap anggaran DKI sebesar Rp 62,8 triliun di tahun 2016 lalu adalah akibat adanya pembatalan-pembatalan. Contohnya, pembatalan atas pembangunan rumah susun (Rusun) serta pembelian lahan Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menargetkan penyerapan APBD DKI tahun 2016 bisa mencapai di atas 90 persen atau setidaknya 90 persen.
Deti Mega Purnamasari/FER
http://m.beritasatu.com/aktualitas/4...87-persen.html
Yang bisikin beli lahan kedubes sp tuh?
Salah satu target KPI jd mis
Quote:
Bagi DKI Jakarta, pertumbuhan ekonomi merupakan indikator “keberhasilan” atau “kegagalan” suatu Gubernur DKI dalam melaksanakan pembangunan ekonomi.
Saat Jokowi dan Ahok kampanye Pilkada DKI 2012, berjanji menargetkan pertumbuhan ekonomi DKI mencapai 7 %. Janji target 7 % pertumbuhan ekonomi ini sungguh digembar-gemborkan kepada calon pemilih Pilkada DKI 2012. Angka 7 % ini tidak tinggi, masih satu digit.
Gubernur Ahok ternyata alami kegagalan dlm laksanakan program pertumbuhan ekonomi dgn target 7 %. Data, fakta dan angka berbicara, pertumbuhan ekonomi terus merosot, hanya mampu mencapai jauh di bawah 6 % ! Jika dibandingkan era Gubernur sebelumnya, Foke, kecapaian Ahok masih di bawah Foke.
Era Foke pertumbuhan ekonomi relatif tinggi. Yakni 6,44 % (2007), 6,22 % (2008), 5,1 (2009), 6,50 (2010), 6,77 % (2011), dan 6,53 % (2012). Rata-rata capaian pertumbuhan ekonomi era Foke di atas 6 %. Sedangkan Ahok hanya mampu capai di bawah 6 %. Yakni 6,11 % (2013), 5,9 % (2014), 5,88 % (2015), dan 5,62 % , dan 2016 masih dibawah 6 %. Hanya 2013, Ahok bisa capai di atas 6 %. Itupun sisa hasil kerja Foke pada 2012.
Intinya, pertumbuhan ekonomi era Ahok terus merosot. Dapat dinilai, Ahok mengalami kegagalan urus pertumbuhan ekonomi DKI. Baik dibandingkan janji kampanye, target akan dicapai di dalam Perda No. 2 Tahun 2012 ttg Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Prov. DKI Jakarta 2013-2017, dan juga perbandingan dgn era Gubernur Foke sebelumnya.
Khusus target capaian pertumbuhan di dalam Perda No. 2 Tahun 2012, Yakni 6,90 % (2013), 7,00 % (2014), 7,10% (2015), 7,20 % (2016), dan 7,30 % (2017). Sebelumnya, tahun 2012 era Foke pertumbuhan ekonomi mencapai 6,53 %.