- Beranda
- Berita dan Politik
Didi dan Hilda, Wanita Pertama Indonesia di Puncak Tertinggi Antartika
...
TS
anggarar7
Didi dan Hilda, Wanita Pertama Indonesia di Puncak Tertinggi Antartika

Adalah Fransisca Dimitri Inkiriwang (23) dan Mathilda Dwi Lestari (23) menjadi wanita pertama Indonesia yang menjejakkan kaki di gunung Vinson Massif. Keduanya adalah mahasiswi Universitas Katolik Parahyangan Bandung yang tergabung dalam tim WISSEMU (Women of Indonesia’s Seven Summits ExpeditionMahitala Unpar).
Vinson Massif sendiri merupakan bagian dari seven summits di dunia yang terletak di Kutub Selatan atau Benua Antartika. Puncak ini tergolong yang paling berbahaya di dunia setelah Everest karena hampir keseluruhan trek yang dilalui pendaki berupa tumpukan es yang licin. Ditambah lagi kawasan ini tidak mengenal malam hari sebab matahari akan terus bersinar meski tengah malam. Ketinggian gunung Vinson Massif sendiri mencapai 4.887 mdpl.

Meski berada pada musim panas, suhu rata-rata mencapai minus 30 derajat Celcius. Suhu yang sangat dingin dengan trek berupa es menjadikannya salah satu rute pendakian yang paling sulit di dunia. Segala kesulitan ini makin lengkap dengan adanya berita bahwa tidak ada satupun perusahaan asuransi yang mau meng-cover pendakian. Itu berarti jika memutuskan mendaki gunung Vinson Massif harus siap dengan resiko terburuk sekalipun.

Didi dan Hilda (panggilan akrab keduanya) dilaporkan mencapai puncak pada hari Rabu, 4 Januari 2017 pukul 23.48 CLST (jam menggunakan waktu lokal kota Santiago, Chile) atau Kamis pukul 09.48 WIB. Tim WISSEMU berhasil mencapai puncak setelah menempuh pendakian hampir 12 jam dari High Camp. Perjalanan ini sangatlah tak mudah karena Low Camp (2.800 mdpl) menuju High Camp (3.770 mdpl) harus ditempuh dalam suhu minus 30 derajat Celsius. Selain suhu yang sangat ektrim, badai salju pun sempat menerjang mereka. Namun tantangan tersebut dapat dihadapi dan Merah Putih akhirnya dapat berkibar di Vinson Massif.
Tak hanya berhasil mengibarkan merah putih di puncak tertinggi Kutub Selatan, keduanya juga membunyikan Angklung ketika sampai di puncak. Ini merupakan komitmen dari WISSEMU untuk selalu membunyikan angklung yang mereka bawa di setiap puncak yang berhasil mereka daki. Angklung pun jadi alat musik pertama dan juga instrumen asli Indonesia yang dibunyikan di puncak tertinggi Antartika itu.

Selanjutnya mereka akan mendaki Gunung Everest (8.848m) dan Denali (6.194m) di Alaska, AS untuk menjadi perempuan Indonesia pertama pendaki Tujuh Puncak Dunia setelah mendaki Vinson Massif sebagai Gunung ke-5.
Inspiratif ya mereka. Semoga makin banyak kabar positif tentang prestasi anak bangsa di kancah dunia!

Sumber:
Spoiler for Sumber:
Baca juga thread lain ane:
Quote:
Diubah oleh anggarar7 12-01-2017 11:58
0
1.6K
6
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
696.1KThread•59.4KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya