- Beranda
- Berita dan Politik
6 Proyek Jalan dan Jembatan di Sumbar Tak Selesai
...
TS
upayasholat
6 Proyek Jalan dan Jembatan di Sumbar Tak Selesai
PADANG – Anggota DPRD Sumbar menyayangkan tak kunjung selesainya enam proyek pembangunan pada 2016. Pengerjaannya tak sampai 80 persen, bahkan ada yang 51 persen.
Paket pekerjaan itu yakni pembangunan jalan Duku – Sicincin (67,74%), peningkatan jalan Palupuh-Pua Gadih-Koto Tinggi (67,08%), jalan Lubuk Sikaping-Talu (88,25%), Jembatan Lolong (75%), Jembatan Malampah (51,53%) dan Jembatan Padang Tarok (80,60)
Keenamnya merupakan proyek pembangunan di bawah tanggung jawab Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Pemukiman (Prasjal Tarkim). “Kita tentu sangat menyesali rendahnya realisasi ini. Apalagi anggarannya besar. Rata-rata belasan miliar untuk setiap proyek,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Marlis, Selasa (3/1).
Dia mejelaskan pada 2016 ada 22 paket pengerjaan jembatan. Namun yang selesai 100 persen hanya 16 unit. Begitu juga dengan proyek jalan yang tak selesai.
Sementara itu, Dinas Prasjaltarkim mengakui banyaknya kendala yang menjadi penghambat penyelesaian sejumlah proyek pada 2016.
Kabid Pelaksana Jalan dan Jembatan, Indra Jaya mengatakan kendala diantaranya banyak lahan yang masih bermasalah. Selain itu juga karena kelalaian pihak kontraktor, termasuk pula ada yang gagal tender. (titi)
-> http://hariansinggalang.co.id/6-proy...r-tak-selesai/
berita sebelumnya
Rabu,13 April 2016 - 03:27:01 WIB
Presiden Setuju Tambah Anggaran untuk Sumbar
Kedatangan Presiden Jokowi ke Padang membawa angin segar. Presiden setuju penambahan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di Sumbar.
PADANG, HALUAN —Presiden Joko Widodo menyetujui penambahan alokasi anggaran yang diajukan Gubernur Irwan Prayitno untuk pembangunan di Sumatera Barat, terutama infrastruktur jalan. Pambahan anggaran tersebut akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016, dan APBN 2017.
Rencana penambahan dana untuk Sumbar tersebut disampaikan Presiden Jokowi kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di sela-sela acara Sail Komodo 2016, di Padang, Selasa (13/4) kemarin.
Gubernur mengatakan bahwa penambahan anggaran tersebut akan diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur jalan lintas Padang - Pesisir Selatan.
Pembangunan ini untuk mendukung program kerja Pemerintah Provinsi, dalam pengembangan wisata kawasan Mandeh, pengembangan ekonomi kerakyatan sepanjang lintas pesisir, dan sebagainya.
Selain itu, tambahan dana bagi Provinsi untuk mempercepat pembangunan jalan lintas Padang - Sicincin dan ke Bukittinggi - Pekanbaru.
Program ini adalah lanjutan program Gubernur di periode 2010-2015. “Bapak Jokowi akan memasukkannya dalam Peraturan Presiden (Perpres),” kata Irwan Prayitno.
Penataan kawasan wisata Mandeh agar objek wisata ini sangat layak menjadi etalase Wisata Sumatera Barat. Kawasan Mandeh, dari lobi-lobi Pemprov, akan dimasukkan dalam 12 Destinasi Wisata Nasional, mulai 2017, yang akan ditawarkan pada turis-turis domestik dan mancanegara.
Menurut Gubernur, perbaikan dan penambahan infrastruktur Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman (Prasjaltalkim) di beberapa wilayah masih perlu dibangun. Infrastruktur di bidang perhubungan seperti laut, darat dan Kereta Api.
Gubernur menyatakan bahwa dia menjamin pengawasan dalam hal pengalokasian dan pengawasannya, agar tidak ada mafia tender, mentalitas buruk para pelaksana di lapangan, dan komitmen rekanan untuk menyelesaikan masing-masing proyek tepat waktu serta tepat standarisasi dan kualitas.
“Jika kita berhasil menjalankan kepercayaan Pemerintah Pusat dengan adanya beberapa insentif ini, tentu ke depannya alokasi dana tambahan dari Pusat, akan terus diberikan dan diperhatikan. Mari kita pupuk mental dan etos kerja yang baik, menjunjung tinggi harkat martabat nama baik pribadi dan Ranah Minang ini,” kata Irwan Prayitno dikutip dari facebooknya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Prasjal Tarkim Sumbar, Suprapto mengatakan bahwa tahun 2016 sebesar Rp 1 triliun alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dikucurkan untuk pembangunan infrastruktur di Sumbar.
...
Tampak mendampingi Presiden, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Laut Ade Supandi, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. Acara ini dihadiri pula oleh Menteri Koordinator bidang Maritim Rizal Ramli, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti dan Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan.
Ini merupakan kunjungan kedua Presiden Joko Widodo ke Sumbar, setelah beberapa waktu lalu meninjau kabut asap dan pembangunan infrastruktur di Sumbar.
Walikota Padang Mahyeldi Asharullah mengatakan, kehadiran Presiden ini membuktikan bahwa pemerintah pusat dan provinsi memperhatikan Kota Padang. (h/isr/ows/met)
-> http://harianhaluan.com/news/detail/...n-untuk-sumbar
KEMANA TUH DUIT ???
makanya laen kali jangan bangga bisa berbis2 demo k Jkt ya

mending hater pemerintah yg tinggal di sumbar DEMO penanggungjawab daerahnya aj deh.
DEMO yang sopan tapi
Paket pekerjaan itu yakni pembangunan jalan Duku – Sicincin (67,74%), peningkatan jalan Palupuh-Pua Gadih-Koto Tinggi (67,08%), jalan Lubuk Sikaping-Talu (88,25%), Jembatan Lolong (75%), Jembatan Malampah (51,53%) dan Jembatan Padang Tarok (80,60)
Keenamnya merupakan proyek pembangunan di bawah tanggung jawab Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Pemukiman (Prasjal Tarkim). “Kita tentu sangat menyesali rendahnya realisasi ini. Apalagi anggarannya besar. Rata-rata belasan miliar untuk setiap proyek,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Marlis, Selasa (3/1).
Dia mejelaskan pada 2016 ada 22 paket pengerjaan jembatan. Namun yang selesai 100 persen hanya 16 unit. Begitu juga dengan proyek jalan yang tak selesai.
Sementara itu, Dinas Prasjaltarkim mengakui banyaknya kendala yang menjadi penghambat penyelesaian sejumlah proyek pada 2016.
Kabid Pelaksana Jalan dan Jembatan, Indra Jaya mengatakan kendala diantaranya banyak lahan yang masih bermasalah. Selain itu juga karena kelalaian pihak kontraktor, termasuk pula ada yang gagal tender. (titi)
-> http://hariansinggalang.co.id/6-proy...r-tak-selesai/
berita sebelumnya
Rabu,13 April 2016 - 03:27:01 WIB
Presiden Setuju Tambah Anggaran untuk Sumbar
Kedatangan Presiden Jokowi ke Padang membawa angin segar. Presiden setuju penambahan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di Sumbar.
PADANG, HALUAN —Presiden Joko Widodo menyetujui penambahan alokasi anggaran yang diajukan Gubernur Irwan Prayitno untuk pembangunan di Sumatera Barat, terutama infrastruktur jalan. Pambahan anggaran tersebut akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016, dan APBN 2017.
Rencana penambahan dana untuk Sumbar tersebut disampaikan Presiden Jokowi kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di sela-sela acara Sail Komodo 2016, di Padang, Selasa (13/4) kemarin.
Gubernur mengatakan bahwa penambahan anggaran tersebut akan diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur jalan lintas Padang - Pesisir Selatan.
Pembangunan ini untuk mendukung program kerja Pemerintah Provinsi, dalam pengembangan wisata kawasan Mandeh, pengembangan ekonomi kerakyatan sepanjang lintas pesisir, dan sebagainya.
Selain itu, tambahan dana bagi Provinsi untuk mempercepat pembangunan jalan lintas Padang - Sicincin dan ke Bukittinggi - Pekanbaru.
Program ini adalah lanjutan program Gubernur di periode 2010-2015. “Bapak Jokowi akan memasukkannya dalam Peraturan Presiden (Perpres),” kata Irwan Prayitno.
Penataan kawasan wisata Mandeh agar objek wisata ini sangat layak menjadi etalase Wisata Sumatera Barat. Kawasan Mandeh, dari lobi-lobi Pemprov, akan dimasukkan dalam 12 Destinasi Wisata Nasional, mulai 2017, yang akan ditawarkan pada turis-turis domestik dan mancanegara.
Menurut Gubernur, perbaikan dan penambahan infrastruktur Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman (Prasjaltalkim) di beberapa wilayah masih perlu dibangun. Infrastruktur di bidang perhubungan seperti laut, darat dan Kereta Api.
Gubernur menyatakan bahwa dia menjamin pengawasan dalam hal pengalokasian dan pengawasannya, agar tidak ada mafia tender, mentalitas buruk para pelaksana di lapangan, dan komitmen rekanan untuk menyelesaikan masing-masing proyek tepat waktu serta tepat standarisasi dan kualitas.
“Jika kita berhasil menjalankan kepercayaan Pemerintah Pusat dengan adanya beberapa insentif ini, tentu ke depannya alokasi dana tambahan dari Pusat, akan terus diberikan dan diperhatikan. Mari kita pupuk mental dan etos kerja yang baik, menjunjung tinggi harkat martabat nama baik pribadi dan Ranah Minang ini,” kata Irwan Prayitno dikutip dari facebooknya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Prasjal Tarkim Sumbar, Suprapto mengatakan bahwa tahun 2016 sebesar Rp 1 triliun alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dikucurkan untuk pembangunan infrastruktur di Sumbar.
...
Tampak mendampingi Presiden, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Laut Ade Supandi, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. Acara ini dihadiri pula oleh Menteri Koordinator bidang Maritim Rizal Ramli, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti dan Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan.
Ini merupakan kunjungan kedua Presiden Joko Widodo ke Sumbar, setelah beberapa waktu lalu meninjau kabut asap dan pembangunan infrastruktur di Sumbar.
Walikota Padang Mahyeldi Asharullah mengatakan, kehadiran Presiden ini membuktikan bahwa pemerintah pusat dan provinsi memperhatikan Kota Padang. (h/isr/ows/met)
-> http://harianhaluan.com/news/detail/...n-untuk-sumbar
KEMANA TUH DUIT ???
makanya laen kali jangan bangga bisa berbis2 demo k Jkt ya

mending hater pemerintah yg tinggal di sumbar DEMO penanggungjawab daerahnya aj deh.
DEMO yang sopan tapi
Diubah oleh upayasholat 04-01-2017 13:08
0
2K
17
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.2KThread•58.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya