- Beranda
- Beritagar.id
Perebutan kekuasaan narkoba yang merembet ke dalam penjara
...
TS
BeritagarID
Perebutan kekuasaan narkoba yang merembet ke dalam penjara

Kerabat para tahanan menunggu di luar penjara Anisio Jobim, Manaus, Amazonas, Brasil, Senin (2/1/2017).
Perang antar geng narkoba pecah di dalam penjara Anisio Jobim di Manaus, Amazonas, Brasil. Sedikitnya 60 mayat--sebagian besarnya terpenggal-- terlempar ke luar penjara. Ratusan tahanan melarikan diri.
Kerusuhan yang terjadi sejak Senin (1/1/2017) dan berakhir 17 jam kemudian, adalah bagian dari rangkaian keributan kecil yang sudah terjadi sebelumnya antara geng narkoba terbesar berbasis di Sao Paulo, First Capital Command (PCC), dengan kelompok kriminal Manaus, North Family (FDN).
Dalam keributan sebelumnya, sekelompok tahanan melakukan baku tembak bersama polisi dan menyandera 74 tahanan lainnya, dan berujung pada pembunuhan sebagian sandera.
Dilansir The Guardian, North Family diyakini sebagai pihak yang mengawali penyerangan atas tahanan PCC atas perintah Red Command (CV), geng narkoba terbesar kedua di Brasil yang berbasis di Rio de Janeiro.
Perselisihan antara PCC dan CV sendiri telah mengakar sejak lama. Penyebabnya umum: perebutan kekuasaan atas wilayah perdagangan narkoba.
Kepala Keamanan negara bagian Amazonas, Sergio Fontes, menyebut jumlah korban tewas masih mungkin bertambah, merujuk pada besarnya skala kerusuhan yang terjadi.
"Mereka (tahanan) tidak menuntut apa pun. Mereka hanya meminta polisi untuk tidak memukul mereka saat melakukan penggerebekan. Kami rasa mereka telah mendapatkan apa yang diinginkan: membunuh lawan mereka," ucap Fontes dalam BBC.
Fontes menyebut kelompok FDN bertanggung jawab atas serangan ini. "Kematian hanya terjadi pada satu kelompok saja. FDN membantai habis anggota PCC, dan siapa pun yang tidak berada di pihak mereka."
Para tahanan berhasil menyelundupkan senjata api melalui lubang-lubang yang dibuat secara sengaja di antara dinding-dinding pembatas penjara dengan dunia luar. Polisi menemukan sejumlah senjata api lainnya di beberapa selokan air penjara.
Kelebihan kapasitas menjadi hal yang umum pada penjara-penjara di Brasil. Tak jarang, beberapa tahanan tidur dalam posisi berdiri akibat padatnya penghuni dalam satu sel.
Kompleks penjara Anisio Jobim sendiri tercatat menampung 2.230 tahanan, sementara kapasitas normalnya saja hanya cukup untuk 590 tahanan.
"Kekerasan hampir terjadi setiap hari di Brasil. Penjara-penjara kita kini hanya berfungsi sebagai tempat pembantaian saja," ujar Pastor Valdir Silveira, Direktur Pastoral Carceraria, pusat pelayanan Katolik yang turut peduli atas kondisi rumah tahanan di Brasil.
Kerusuhan yang terjadi Senin ini terekam sebagai kejadian paling berdarah sejak dua dekade lalu. Pada 1992, pemberontak di penjara Carandiru, Sao Paulo, membantai 111 tahanan, meski sebagiannya dilakukan oleh polisi untuk membubarkan kerusuhan.
Maria Canineu, Direktur Human Rights Watch (HRW) Brasil, menyebut kerusuhan yang terjadi di penjara ini adalah akibat abainya pemerintah Brasil dalam memberikan perhatian khusus pada sistem rumah tahanan di Brasil.
Canineu bilang, sangat sulit bagi negara bagian untuk mendapatkan pendanaan dari pemerintah pusat untuk melakukan rehabilitasi terhadap penjara-penjara yang ada.
Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-dalam-penjara
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
Tarif baru buat SIM, STNK, dan BPKB-
Pemerintah putuskan hubungan kerja sama dengan JP Morgan-
Eli Aliyah, petaka Titanic kapal Zahro Expressanasabila memberi reputasi
1
4.7K
4
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•916Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya