Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

  • Beranda
  • ...
  • Poetry
  • Biarkan Puisi Menari (Sebuah Kompilasi Puisi Pribadi)

ryuudyAvatar border
TS
ryuudy
Biarkan Puisi Menari (Sebuah Kompilasi Puisi Pribadi)
Puisi Sederhana

Tertanam dalam banyak kata mengartikan
Segelas puisi racikan rasa diteguk dalam-dalam
Sekali kauminum ramuan itu, kau akan tiba di depan pintu dunia
Ketuklah dan masuk ke dalam dimensinya

Puisi adalah keajaiban yang tertulis dengan pesan-pesan keinginan
Penyairnya adalah kembar; rasa dan logika
Berdua mereka mengadu, meramu, memantera kata-makna
Jadinya kauhirup, lalu kauteguk dengan sederhana

Serbuk-serbuk Kertas

Kenangan,
Berserakan seperti debu-debu putih
Di sudut ruang tua
Hidup namun tak bernyawa

Serbuk-sebuk kertas itu bertuliskan tahta kebesaran hati sang pemilik
Mengusik,
Tak pergi juga tak lari
Melekat,
Mengganggu hitam yang tak jadi pekat

Serbuk-serbuk kertas menggunung membentuk rangka-rangka sendiri
Hingga nasib jadi teka-teki

Dan bicara hati,
Mencari yang sudah terlepas
Terkunci kelak tak bebas,

Lagi.

Kecewa Pada Senja

Aku kecewa sekali pada senja hari ini
Ilalang di padang menari
Seutas serbuk cinta bertebaran di tempat hati pernah terpatri
Namun aku masih saja kecewa pada senja hari ini

Pernahkah dirimu merasa,
sedikit saja cemburu pada udara lepas?
Juga pada,
kecemasan yang datang saat langit kuning mulai mengabur tak jelas?

Aku senang dengan suasana senja
Petang hilang, malam mau datang
Tapi di antaranya, ada senja

Singkat memang,
Namun ketenangannya mampu merangkul setiap hati yang meragu
Pada kehidupan, pada cinta yang datang, pada salah, pada benar

Maka tak salah aku kecewa
Pada senja yang datang, hanya sebentar saja


Bisu Dera Haru

Bintik bekas hujan melekat di jalan
Paras sekali menjadi mati seperti ragi
Mungkin saja aku menakar apa yang terjadi
Dan siapa sangka kau ada?

Semalam kubermimpi
Dalam bisu bertalu-talu
Juga dera dalam haru

Ada kau disana
Di selaput ragu mencari aku
Kutanya kaudiam
Sunyi seperti bangsal di kotak berselimut bungkam

Ada apa dengan kau semalam?
Pancaran rona terlalu gelap di mata
Tak bisa kuterka
Lalu kupinjam nafas semesta
untuk sekadar berkata;

"Kebisuanmu mendera lalu tiada"

Dalam haru
Milikmu,
Milikku.

Kita
Dan tiada.
Diubah oleh ryuudy 24-01-2015 16:51
0
1.5K
3
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Poetry
PoetryKASKUS Official
6.1KThread5.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Thread Digembok
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.