- Beranda
- Berita dan Politik
Klarifikasi, Gus Sholah: Saya Tak Membolehkan Shalat Jumat di Jalan
...
TS
djoharmaho
Klarifikasi, Gus Sholah: Saya Tak Membolehkan Shalat Jumat di Jalan
Klarifikasi, Gus Sholah: Saya Tak Membolehkan Shalat Jumat di Jalan

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid memberi klarifikasi terkait dengan pemberitaan dirinya yang menyatakan bahwa “Shalat Jumat di Jalan Tak Dilarang” disebuah media online.
Adik KH Abdurrahman Wahid ini justru menyatakan bahwa dirinya tidak membolehkan shalat Jumat di jalan. “Boleh kalau masjid sudah tidak bisa menampung,” tulis Gus Sholah dalam akun twitter pribadinya (@Gus_Sholah), Kamis (24/11).
Cuit Gus Sholah mendapat berbagai macam respon dan balasan, baik yang pro dan kontra. Beberapa follower mengatakan, pernyataan Gus Sholah telah dipelintir.
“jamane jaman plintiran... sugeng enjang GUS @Gus_Sholah @PrijantoRabbani,” seloroh akun bernama Cinggaro (@wakadol2012).
“@Gus_Sholah @PrijantoRabbani ayo jgn di pelintir...,” tulis eky aprionggo (eky_aprionggo).
Ada juga yang menanggapi bahwa demo tidak diperlukan. Apalagi jika mengganggu ketertiban umum dan masalah sosial lain. Lagipula proses hukum juga sudah berlangsung.
“@Meni3k_ @Gus_Sholah Sebaiknya tidak ada demo lagi, karena hukum sudah berproses. Mau tuntut apa lagi? Bela agama kok pakai demo? ,” ujar akun bernama M. Zubir (MZubir_ID).
Ada juga yang berupaya mengonfirmasi, shalat Jumat diperbolehkan di jalan jika memang di masjid tidak bisa menampung sehingga meluber ke jalan. Artinya bukan diniatkan dari awal untuk shalat Jumat di jalanan.
“@Gus_Sholah @PrijantoRabbani Maksudnya kalau tak tertampung sampai luber, bukan diniatkan dari awal kan?,” tulis Tjakrabirawa (@idTjakrabirawa).
sumber : http://www.nu.or.id/post/read/73244/...jumat-di-jalan
klarifikasi dari gus solah

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid memberi klarifikasi terkait dengan pemberitaan dirinya yang menyatakan bahwa “Shalat Jumat di Jalan Tak Dilarang” disebuah media online.
Adik KH Abdurrahman Wahid ini justru menyatakan bahwa dirinya tidak membolehkan shalat Jumat di jalan. “Boleh kalau masjid sudah tidak bisa menampung,” tulis Gus Sholah dalam akun twitter pribadinya (@Gus_Sholah), Kamis (24/11).
Cuit Gus Sholah mendapat berbagai macam respon dan balasan, baik yang pro dan kontra. Beberapa follower mengatakan, pernyataan Gus Sholah telah dipelintir.
“jamane jaman plintiran... sugeng enjang GUS @Gus_Sholah @PrijantoRabbani,” seloroh akun bernama Cinggaro (@wakadol2012).
“@Gus_Sholah @PrijantoRabbani ayo jgn di pelintir...,” tulis eky aprionggo (eky_aprionggo).
Ada juga yang menanggapi bahwa demo tidak diperlukan. Apalagi jika mengganggu ketertiban umum dan masalah sosial lain. Lagipula proses hukum juga sudah berlangsung.
“@Meni3k_ @Gus_Sholah Sebaiknya tidak ada demo lagi, karena hukum sudah berproses. Mau tuntut apa lagi? Bela agama kok pakai demo? ,” ujar akun bernama M. Zubir (MZubir_ID).
Ada juga yang berupaya mengonfirmasi, shalat Jumat diperbolehkan di jalan jika memang di masjid tidak bisa menampung sehingga meluber ke jalan. Artinya bukan diniatkan dari awal untuk shalat Jumat di jalanan.
“@Gus_Sholah @PrijantoRabbani Maksudnya kalau tak tertampung sampai luber, bukan diniatkan dari awal kan?,” tulis Tjakrabirawa (@idTjakrabirawa).
sumber : http://www.nu.or.id/post/read/73244/...jumat-di-jalan
klarifikasi dari gus solah
Diubah oleh djoharmaho 28-11-2016 12:10
0
3.7K
41
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
696.1KThread•59.5KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya