- Beranda
- Berita dan Politik
Jadi Tersangka, Ahok Tetap Diburu Warga untuk Selfie
...
TS
datanfakta
Jadi Tersangka, Ahok Tetap Diburu Warga untuk Selfie
Quote:
Basuki Tjahaja Purnama resmi menjadi tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama. Namun, hal tersebut tak menyurutkan minat warga untuk menemui sosok yang akrab disapa Ahok. Terbukti, di Balai Rakyat hari ini, ratusan warga mengantri untuk bertemu atau sekedar berfoto bersama Ahok.
Kehadiran Ahok di Balai Rakyat ditemani oleh Djarot Saiful Hidayat. Dari pantauan CNNIndonesia.com, warga memenuhi ruang Balai Rakyat sejak pukul 08.00 WIB.
Warga yang hadir kebanyakan mengenakan kemeja kotak-kotak yang menjadi ciri khas seragam pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta itu.
Salah satu warga, Imanudin (45), mengaku datang ke Balai Rakyat untuk memberikan dukungan dan foto bersama dengan Ahok. Tak cuma Imanudin yang ingin berfoto bersama. Di barisannya ada ratusan warga lain yang mengantre untuk berfoto bersama.
"Saya sama istri, dari Jam 9 tadi datang. Mau dukung Ahok! Semangat Pak Ahok!" kata Imanudin, Rabu (23/11).
Acara foto bersama itu sempat diwarnai kegaduhan setelah tersiar kabar Ahok akan meninggalkan Balai Rakyat pukul 10.30 WIB. Mengetahui isu tersebut, banyak warga yang telah lama mengantre menjadi panik dan menimbulkan kegaduhan.
Tetapi Ahok segera bertindak menenangkan situasi. Dengan nada tegas Ahok memarahi panitia dan meminta supaya panitia tidak menyebarkan isu yang membuat warga kian kisruh.
"Untuk panitia, tolong jangan menyebarkan isu bahwa saya pergi jam 10.30 WIB. Foto bersama masih dilakukan dalam waktu satu jam ini. Jadi tolong, panitia bantu saya," kata Ahok.
Antrean untuk kegiatan selfie atau swafoto masih berlangsung hingga saat ini. Antusiasme masyarakat yang hadir tidak pudar meskipun antrian masih panjang. Adapun kedatangan Djarot di Balai Rakyat bertujuan untuk memberikan dukungan kepada Ahok pasca menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan kasus penistaan agama, kemarin (22/11).
"Ini bukan surprise, sudah direncanakan. Masyarakat tidak bisa ditipu, hati nggak buta, rakyat tahu kebenaran hakiki dan mana kebenaran yang diintervensi dan diintimidasi," kata Djarot.
Antusiasme warga yang masih cukup tinggi untuk bertemu Ahok ini berbanding lurus dengan popularitas di dunia maya. Dari pengamatan CNNIndonesia.com, akun @basuki_btp di Twitterland memiliki jumlah follower paling banyak dibandingkan dengan calon gubernur @aniesbaswedan ataupun @agusYudhoyono.
Pengikut mereka di layanan mikroblogging itu hingga 21 November adalah 6.019,588 untuk Ahok; 1.144.445 untuk Anies; dan 274.148 untuk Agus.
Menurut analitik dari TwitterCounter, rata-rata jumlah pengikut Ahok bertambah sekitar 5.000an akun dalam satu bulan terakhir. Bahkan, sehari setelah ditetapkan menjadi tersangka atau 16 November, follower @basuki_btp bertambah 9.171 akun.
Di tanggal yang sama, akun @anisbaswedan bertambah 1.023, sedangkan akun @agusYudhoyono malah tak bertambah sama sekali alias hanya berjumlah 274.148.
Akun Ahok pernah mencapai rekor penambahan follower terbanyak hingga mencapai 11.052. Tambahan itu membuat jumlah pengikutnya tembus 6 juta lebih pada tanggal 18 November 2016.sumur
Kehadiran Ahok di Balai Rakyat ditemani oleh Djarot Saiful Hidayat. Dari pantauan CNNIndonesia.com, warga memenuhi ruang Balai Rakyat sejak pukul 08.00 WIB.
Warga yang hadir kebanyakan mengenakan kemeja kotak-kotak yang menjadi ciri khas seragam pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta itu.
Salah satu warga, Imanudin (45), mengaku datang ke Balai Rakyat untuk memberikan dukungan dan foto bersama dengan Ahok. Tak cuma Imanudin yang ingin berfoto bersama. Di barisannya ada ratusan warga lain yang mengantre untuk berfoto bersama.
"Saya sama istri, dari Jam 9 tadi datang. Mau dukung Ahok! Semangat Pak Ahok!" kata Imanudin, Rabu (23/11).
Acara foto bersama itu sempat diwarnai kegaduhan setelah tersiar kabar Ahok akan meninggalkan Balai Rakyat pukul 10.30 WIB. Mengetahui isu tersebut, banyak warga yang telah lama mengantre menjadi panik dan menimbulkan kegaduhan.
Tetapi Ahok segera bertindak menenangkan situasi. Dengan nada tegas Ahok memarahi panitia dan meminta supaya panitia tidak menyebarkan isu yang membuat warga kian kisruh.
"Untuk panitia, tolong jangan menyebarkan isu bahwa saya pergi jam 10.30 WIB. Foto bersama masih dilakukan dalam waktu satu jam ini. Jadi tolong, panitia bantu saya," kata Ahok.
Antrean untuk kegiatan selfie atau swafoto masih berlangsung hingga saat ini. Antusiasme masyarakat yang hadir tidak pudar meskipun antrian masih panjang. Adapun kedatangan Djarot di Balai Rakyat bertujuan untuk memberikan dukungan kepada Ahok pasca menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan kasus penistaan agama, kemarin (22/11).
"Ini bukan surprise, sudah direncanakan. Masyarakat tidak bisa ditipu, hati nggak buta, rakyat tahu kebenaran hakiki dan mana kebenaran yang diintervensi dan diintimidasi," kata Djarot.
Antusiasme warga yang masih cukup tinggi untuk bertemu Ahok ini berbanding lurus dengan popularitas di dunia maya. Dari pengamatan CNNIndonesia.com, akun @basuki_btp di Twitterland memiliki jumlah follower paling banyak dibandingkan dengan calon gubernur @aniesbaswedan ataupun @agusYudhoyono.
Pengikut mereka di layanan mikroblogging itu hingga 21 November adalah 6.019,588 untuk Ahok; 1.144.445 untuk Anies; dan 274.148 untuk Agus.
Menurut analitik dari TwitterCounter, rata-rata jumlah pengikut Ahok bertambah sekitar 5.000an akun dalam satu bulan terakhir. Bahkan, sehari setelah ditetapkan menjadi tersangka atau 16 November, follower @basuki_btp bertambah 9.171 akun.
Di tanggal yang sama, akun @anisbaswedan bertambah 1.023, sedangkan akun @agusYudhoyono malah tak bertambah sama sekali alias hanya berjumlah 274.148.
Akun Ahok pernah mencapai rekor penambahan follower terbanyak hingga mencapai 11.052. Tambahan itu membuat jumlah pengikutnya tembus 6 juta lebih pada tanggal 18 November 2016.sumur
Quote:
Warga Pulomas Rela Panjat Tembok Demi Lihat Ahok

Ada-ada saja polah warga saat didatangi Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Seperti sore hari ini, saat calon gubernur petahana itu blusukan di Pulomas Barat VI, Jakarta Timur, warga rela memanjat tembok hanya demi melihat Ahok.
Warga yang memanjat tembok itu tak bisa mendekati Ahok, lantaran mantan Bupati Belitung Timur itu sudah dikepung warga lain yang ingin berfoto.
"Pak Ahok, nengok sini pak, sini," teriak warga dari pagar sembari menyiapkan kamera ponselnya.
Pantauan Liputan6.com, setiap kali Ahok blusukan, dia selalu dikerumuni warga yang ingin bersalaman dan berfoto. Ahok bahkan tak sempat menanyakan kondisi warga.
"Awas jatuh ya," seru Ahok, saat melihat warga yang berdiri di atas pagar.
Bahkan, saking banyaknya warga yang mengerubungi, Ahok harus menempuh waktu satu jam untuk jarak 100 meter.
"Mana pak Ahok-nya, dari tadi enggak nyampe-nyampe," tanya warga yang menunggu di ujung gang.sumur

Ada-ada saja polah warga saat didatangi Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Seperti sore hari ini, saat calon gubernur petahana itu blusukan di Pulomas Barat VI, Jakarta Timur, warga rela memanjat tembok hanya demi melihat Ahok.
Warga yang memanjat tembok itu tak bisa mendekati Ahok, lantaran mantan Bupati Belitung Timur itu sudah dikepung warga lain yang ingin berfoto.
"Pak Ahok, nengok sini pak, sini," teriak warga dari pagar sembari menyiapkan kamera ponselnya.
Pantauan Liputan6.com, setiap kali Ahok blusukan, dia selalu dikerumuni warga yang ingin bersalaman dan berfoto. Ahok bahkan tak sempat menanyakan kondisi warga.
"Awas jatuh ya," seru Ahok, saat melihat warga yang berdiri di atas pagar.
Bahkan, saking banyaknya warga yang mengerubungi, Ahok harus menempuh waktu satu jam untuk jarak 100 meter.
"Mana pak Ahok-nya, dari tadi enggak nyampe-nyampe," tanya warga yang menunggu di ujung gang.sumur
Tersangka tapi banyak yang tetap mencintai.. Dan itu faktanya..
Yang terguncang antri dan berhitung...

Diubah oleh datanfakta 23-11-2016 18:08
0
2.6K
Kutip
49
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.9KThread•59.4KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya