- Beranda
- Beritagar.id
Rute tol laut ditambah, optimalkan volume angkut barang
...
TS
BeritagarID
Rute tol laut ditambah, optimalkan volume angkut barang

Kapal Tol Laut Logistik Natuna berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (25/10/2016). Kapal tol laut tersebut akan beroperasi secara terjadwal untuk melayani kebutuhan logistik di pulau Natuna.
Kementerian Perhubungan akan menambah lima rute tol laut di tahun 2017. Tambahan ini akan terdiri dari tiga rute baru dan dua rute lama yang dilakukan penambahan kapal. Kesemuanya ini masih akan difokuskan ke wilayah Indonesia Timur.
"Jadi nanti totalnya akan ada 11 trayek tol laut," ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan, Bay Mokhamad Hasani, dalam Liputan6, Kamis (17/11/2016).
Anggaran yang diproyeksikan untuk lima trayek tersebut adalah sekitar Rp160 miliar. Tadinya, anggaran tersebut dikhususkan hanya untuk tiga trayek. Namun, setelah dievaluasi, ternyata anggaran bisa mencukupi hingga lima trayek.
Tiga rute barunya antara lain, pertama, Tanjung Priok-Enggano-Mentawai-Pulau Nias-Sinabung (pulang pergi/PP). Kedua, Tanjung Perak-Belang-belang-Sangatta-Nunukan (PP). Ketiga, Tanjung Perak-Kisar-Namrole-Gebe-Maba (PP).
Sementara dua rute lama yang akan ditambah yakni Tanjung Perak-Wanci-Namlea-Fakfak-Kaimana-Timika (PP), dan Tanjung Perak-Kalabahi-Moa-Saumlaki-Dobo-Merauke (PP). Adapun alasan Kemenhub menambah kapal dikarenakan volume angkut berangkat dua rute ini terus mengalami peningkatan, meski volume kembalinya belum maksimal.
"Jadi nanti yang biasanya 28 hari sekali kapal itu ada di dermaga, kalau ini nanti kita tambah, jadi lebih singkat, hanya 14 hari sekali," jelas Bay.
Sampai saat ini, dua trayek yang akan ditambah itu memiliki volume angkut berangkat sekitar 90 persen. Namun untuk volume angkut kembali, masih kosong. "Di situlah masalahnya. Kalau katakanlah, saat pulangnya (kapal) bisa bawa 50 persen muatan saja, ya kita enggak perlu hadir. Berarti, swasta sudah bisa menekan harganya."
Penambahan lima trayek itu nantinya akan melanjutkan trayek-trayek yang sudah ada, yakni mulai dari T-7 sampai T-11. Kemudian, juga akan dicanangkan program Rumah Kita, yang bertujuan untuk mengelola barang-barang yang diangkut kapal laut.
Adanya titik-titik logistik seperti Rumah Kita ini akan meminimalisasi pedagang melakukan monopoli harga. Berdasarkan data Kemenhub, masih ada disparitas harga yang cukup signifikan antardaerah yang menjadi titik-titik persinggahan dalam program Tol Laut.
Contohnya adalah harga beras medium per kilogram di Surabaya yang hanya Rp9.257 per kilogram, di Kalimantan mencapai Rp12.000 per kilogram. Adapun harga beras medium di Maluku Barat Daya bisa mencapai Rp14.500 per kilogram.
Bay menjelaskan lima titik yang rencananya akan dibangun pusat logistik Rumah Kita adalah di Natuna (trayek 6), Tahuna (trayek 5), Manokwari (trayek 4), Larantuka (trayek 3), serta Timika (trayek 1). BUMN yang akan ditunjuk menjadi koordinator pusat logistik ini adalah PT Pelindo II (Persero) untuk Tahuna dan Natuna, PT. Pelni (Persero) untuk Timika, PT. Pelindo III (Persero) untuk Larantuka, serta PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk Manokwari.
Program Rumah Kita merupakan kerja sama Kementerian Perhubungan dengan kementerian lainnya. "Jadi bukan saja Kementerian Perdagangan yang ada di situ tapi BUMN juga," ujarnya dalam Katadata.
Kemenhub pun berencana akan mengundang swasta untuk menggarap proyek tambahan ini. Nantinya, pihak swasta juga diperbolehkan mengangkut barang-barang di luar yang sudah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 tahun 2015 sebanyak 30 persen dari total kapasitas kapal.
Namun, pihak swasta harus menyediakan kapal cadangan dan kapal pengganti cadangan alih-alih terjadi kerusakan.
Untuk diingat, program tol laut ini bertujuan untuk mengikis disparitas (perbedaan) harga antarpulau dikarenakan jalur distribusi yang tak terjangkau. Tol laut juga bertujuan untuk mendukung Indonesia sebagai poros maritim 2045.
Pemerintah telah membangun 27 pelabuhan selama 2015. Pada tahun ini, Presiden Joko Widodo menargetkan dapat membangun 68 pelabuhan untuk mendukung program tol laut agar pelayaran rutin dan terjadwal berjalan lancar.
Meski begitu, Kemenhub sendiri belum berani menyebut program ini optimal atau tidak. "Karena, belum evaluasi akhir tahun ya. Tetapi, kami akan koordinasi juga dengan Kementerian Perdagangan untuk tahu sudah seberapa optimal program tol laut ini," ujar Bay.
Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-angkut-barang
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
Pandji Pragiwaksono: Di belakang semua kandidat itu busuk-
Bedakan antara mitos dan faktatentang perawatan wajah-
5 Tanda hubungan Anda denganpasangan berjalan sehatanasabila memberi reputasi
1
2.7K
2
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•845Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya