Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

suckerdie89Avatar border
TS
suckerdie89
Memahami Iqra'
Hidup manusia tidak pernah terlepas dari pembelajaran dan proses pendidikan. Karena sejatinya seluruh kehidupan seseorang dari buaian hingga liang lahat merupakan rangkaian pendidikan panjang dan penggemblengan akliyah, jasadiah dan ruhiyah seseorang. Iqra’ bacaan pertama yang dibisikkan Jibril kepada Muhammad dalam proses pewahyuan. Bacalah, membaca adalah proses penyimpanan fenomena ke dalam memori. Menangkap sesuatu yang abstrak maupun konkrit.

Coba kita perhatikan kembali bagaimana ayat pertama yang turun dari Al Quran ini, iqra’ bismirabbika lladzi khalaq. Iqra’ bermakna bacalah! Namun apa yang dibaca? Kalimat perintah ini tidak memiliki objek sama sekali. Malah dilanjutkan dengan sebuah kalimat keterangan, “dengan nama Tuhan-mu yang mensucikan”. Hal ini merupakan sebuah kesinambungan. Apabila sebuah kalimat perintah dibuang objeknya, maka apa yang diperintahkan tersebut merupakan generalisasi dari segala hal. Apa yang dibaca? Jawabannya adalah segalanya, baik ayat-ayat yang terpampang nyata di alam semesta (kauniyah) ataupun ayat-ayat yang tersurat dalam kitabullah (qauliyah). “dengan nama Tuhanmu yang menciptakan”. Itu adalah Allah swt yang menyediakan segala objek belajar bagi kita. Menghamparkan bumi yang luas dan penjelasan-penjelasan dalam Quran untuk dikaji secara mendalam.

Ayat tersebut dilanjutkan dengan ayat khalaqa al insana min ‘alaq. Yang berarti “yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Interpretasi ini dipakai depag dan hampir semua dari kita pun memahami seperti itu. Namun ada penafsiran lain dari pakar ilmu Tafsir Dr. Aam Abdussalam yang mendefinisikan kata ‘alaq sebagai ketergantungan, sehingga ayat tersebut dapat diartikan “yang menciptakan manusia dengan ketergantungan.” Manusia menjadi tidak pernah terlepas dari ketergantungan terhadap Rabb-nya yang menciptakan itu. Membuat makna iqra menjadi lebih intim dan dekat dengan kebesaran Tuhan.

Dalam rangkaian lima ayat pertama yang diturunkan kepada Muhammad, ada dua iqra’. Iqra’ yang berikutnya adalah iqra’ wa rabbuka al akram. Ayat ini juga merupakan kalimat perintah yang dibuang objeknya, telah kita bahas mengenai generalisasi objek tadi. Dan kalimat berikutnya adalah “dan Tuhanmu yang maha Mulia”. Hal ini mnunjukkan bahwa alasan kita melakukan iqra’ adalah untuk mengagungkan nama Tuhan yang mulia. Mempelajari setiap ilmu adalah penelusuran dan penjelajahan terhadap jejak-jejak Tuhan di alam semesta. Maka niat dari mempelajari apapun tida lain dan tidak bukan adalah untuk memuliakan nama Allah dan mengagungkan kesempurnaan segala penciptaannya.

Dan segala yang kita pelajari kita dapatkan melalui perantara, para guru yang hidup maupun tidak, para bijak, manusia terpilih, atau manusia biasa yang memiliki kesadaran bahwa setiap manusia perlu belajar maka ia membelajarkan orang lain. “Yang mengajarkan dengan media dan perantara”. Dan tujuan utamanya pada akhirnya adalah beranjak dari ketidak tahuan kepada tahu. Dan tahu yang terstruktur dan tersistematis itulah ilmu. “Mengajari manusia dari segala hal yang tidak diketahuinya.”

Semoga kita bisa menjadi pembelajar sejati, yang terus mencari ilmu setiap hari dalam upaya mengagungkan nama Allah dan kembali kepadaNya dengan bekal yang memadai.
0
5.2K
42
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Spiritual
SpiritualKASKUS Official
6.3KThread2.5KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.