- Beranda
- Beritagar.id
Hasmi, pencipta Gundala Putra Petir tutup usia
...
TS
BeritagarID
Hasmi, pencipta Gundala Putra Petir tutup usia

Gladi resik Gundala Gawat oleh Teater Gandrik di Taman Budaya Yogyakarta, Senin (15/4/2013)
Harya Suraminata atau yang akrab dikenal dengan panggilan Hasmi, komikus pencipta Gundala Putra Petir, tutup usia pada Minggu (6/11/2016) siang. Almarhum dikebumikan di Makam Seniman Imogiri, Bantul pada Senin (7/11/2016).
Hasmi lahir di Yogyakarta, 25 Desember 1946. Almarhum meninggalkan istri Mujiwati (45), dan dua orang anak yaitu Aiunun Anggitamukti (18) dan Ata (11). Sebelum meninggal, Hasmi menjalani perawatan operasi usus di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.
Hasmi pertama kali menerbitkan komik karyanya pada tahun 1969 dengan judul "Gundala Putra Petir". Semasa hidupnya sudah ada sekitar 23 judul seri Gundala antara tahun 1969 sampai 1982. Budayawan Butet Kartaredjasa menyebutnya sebagai ayahnya Gundala Putra Petir.
Gundala Putra Sang Petir merupakan tokoh fantasi yang mirip dengan pahlawan asal Amerika seperti Superman dan Batman. Desain dan kekuatannya hampir sama, hanya alur ceritanya bergaya Indonesia. Lokasi cerita sering digambarkan di kota Yogyakarta meskipun dalam filmnya pada 1982 diceritakan berada di Jakarta.
"Saya memang terpengaruh genre superhero dunia saat itu. Tapi filosofi power-nya yang berupa petir itu saya ambilkan dari tokoh legenda Ki Ageng Selo yang diceritakan bisa menangkap petir. Sementara bentuk fisik Gundala, saya meniru The Flash," ujar Hasmi seperti dituturkan melalui Suara Merdeka 21 Juli 2005 lalu.
Gundala merupakan peneliti jenius dengan nama asli Sancaka yang menemukan serum anti petir. Tenggelam dalam ambisinya sebagai seorang ilmuwan, dia melupakan hari ulang tahun Minarti, kekasihnya, yang berakibat putusnya hubungan mereka.
Sancaka yang patah hati berlari dengan hati galau di tengah hujan deras. Tiba-tiba sebuah petir menyambarnya. Dalam keadaan koma ia ditarik oleh suatu kekuatan dari planet lain dan diangkat anak oleh raja Kerajaan Petir yang bergelar Kaisar Kronz, sekaligus diberkati kemampuan super yaitu bisa memancarkan geledek dari telapak tangannya. Raja Taifun dari kerajaan Bayu memberinya kekuatan lari secepat angin.
Sejak itulah, Sancaka tampil sebagai jagoan penumpas kejahatan berpakaian hitam ketat dengan sepatu dan cawat berwarna merah. Wajahnya tertutup topeng, hanya tampak mata dan mulutnya, di sisi topengnya terdapat hiasan seperti sayap burung. Ia adalah kawan mereka yang lemah dan musuh bagi para pencoleng.
Hasmi pun seringkali menyelipkan humor dalam kisah Gundala. Pada judul Godam vs Gundala (Prashida, 1971) dikisahkan Gundala dan Godam tanpa sengaja tertukar kostum dan kekuatan super masing-masing. Masing-masing saling menuduh mereka palsu dan terjadilah perkelahian luar biasa. Warga Yogya yang menonton jadi bingung, kedua superhero itu kok bertarung. "Mungkin mereka berebut pacar," komentar seseorang.
"Dulu sampai sekarang yang diingat itu adalah cerita dan adegan kocak yang khas bagi superhero lokal. Jadi, bisa saja Gundala investigasi sampai ke planet-planet lain, tetapi suatu ketika juga bisa menanyai tukang becak di Malioboro. Nah ramuan lokal yang kocak inilah yang bikin Gundala diterima pembacanya. Dialog-dialog dengan sahabatnya, Nemo, juga khas Yogyakartanan," kata Hasmi.
Budayawan Goenawan Mohamad menyatakan almarhum merupakan penggambar dan pencerita ulung. Yang membedakan Gundala dengan superhero Amerika adalah humor. "Humor tingkat paling matang, karena dengan luwes menertawakan diri sendir," tulis Goenawan dalam akun Twitternya.
SELAMAT JALAN MAS HASMI, ayahnya GUNDALA PUTRA PETIR
— butet kartaredjasa (@masbutet) November 6, 2016 Yang membedakan 'Gundala" dari superhero Amerika: humor. Humor tingkat paling matang, karena dgn luwes menertawakan diri sendiri#h
— goenawan mohamad (@gm_gm) November 7, 2016 Hasmi bukan semata-mata pengganbar, tapi pencerita yg ulung -- yg juga ulung dlm seni peran di pentas dan di flm film..#h
— goenawan mohamad (@gm_gm) November 7, 2016 Selamat jalan bapak "gundala" Harya Suraminata aka Hasmi (1946 - 2016) . Karya dan perjuangan mu akan tetap dikenang dan diteruskan oleh anak bangsa . #TributeToGundala #majuteruskomikindonesia #majuterussuperheroindonesia . #gundala #MaskRaden #MasDu #artwork #art #drawing #draw #drawings #sketch #comics #superhero #lokal #indonesia #Jogja #komikstripjogja #stripjogja #komikanu #komikinajah #dagelan @dagelan @komikin_ajah @komikanu @stripjogja
A photo posted by Ki Sanjoyo Duan Hargo (@komikbertopeng) on Nov 6, 2016 at 7:50pm PST
Mas Hasmi menyiapkan diri sebelum manggung GUNDALA GAWAT di Surabaya
A photo posted by Butet Kartaredjasa (@masbutet) on Jul 4, 2013 at 6:00am PDT
Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...tir-tutup-usia
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
Bola panas Ahok kini ada di tangan Polri-
Badai politik dari Cikeas-
Kenapa Ahok enggan mundur dari pencalonannya?anasabila memberi reputasi
1
4.8K
6
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•845Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya