Automotive
Batal
KATEGORI
link has been copied
9888
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55eebf7294786846588b456a/penggunaan-oli-mobil-pcmo-hdeo-untuk-motor---part-1
Selamat datang di Thread admapower64 Join Facebook Page untuk PCMO dan HDEO user di sini Unduh Daftar Pelumas PCMO / HDEO / MCO di sini Composed and Edited by Dee santi Pada kesempatan kali ini, mari kita diskusi salah satu topik yang paling sering kita pertanyakan selama ini, yaitu, bisakah menggunakan pelumas mobil untuk mesin motor kita? Sebelum ada jawaban ya atau tidak, mari kita definisikan
Lapor Hansip
08-09-2015 17:58

Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor

Selamat datang di Thread admapower64


Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1



Composed and Edited by Dee santi


Quote:
Pada kesempatan kali ini, mari kita diskusi salah satu topik yang paling sering kita pertanyakan selama ini, yaitu, bisakah menggunakan pelumas mobil untuk mesin motor kita?

Sebelum ada jawaban ya atau tidak, mari kita definisikan arti pelumas terlebih dahulu. Pelumas adalah zat kimia, yang umumnya adalah cairan, yang diberikan diantara dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Pelumas pada umumnya dibagi ke dalam dua jenis, yaitu mineral dan sintetis. Pelumas mineral berasal dari hasil distilasi minyak bumi, sementara pelumas sintetis berasal dari proses Fischer-Tropsch Process yang menggabungkan Hydrogen dan Carbon. Pelumas Mineral dan Sintetis menurut API atau American Petroleum Institute dibagi ke dalam lima kelompok, diantaranya adalah:
  • API Group I, Base Stock Mineral dengan teknologi proses distilasi fraksi mineral parafin, dengan teknologi tersebut, minyak bumi akan bertambah ketahanan oksidasinya dan juga menyingkirkan zat-zat yang merusak Base Stock tersebut. Proses Distillation dan Solvent Refined tersebut akan meningkatkan VI atau Viscosity Index menjadi 80 – 119, Sulphur > 0.03%, Saturates < 90%.

  • API Group II, Base Stock Mineral dengan teknologi proses sama seperti Group I tetapi ditambahkan dengan Hydrokracked Technology. Dalam hal ini, Base Stock menjadi lebih murni dan lebih mudah untuk ditambahkan additives. Salah satu merek pelumas yang menggunakan Group II Base Stock adalah Shell™ Rotella® dan Pennzoil® PureBase® Perlu diketahui, Royal Dutch Shell adalah pemilik dari Pennzoil dan Quaker State. Dengan teknologi Distillation, Solvent Refined, dan Hydrocraked, maka nilai VI atau Viscosity Index menjadi 80 – 119, Sulphur < 0.03%, Saturates > 90%.

  • API Group III, Base Stock ini digadang-gadangkan menjadi salah satu pelopor pelumas dengan Synthetic Technology yang berasal dari Mineral Oil. Teknologi ini dipakai luas oleh banyak Pabrikan pelumas SuperMajor (British Petroleum, Chevron, ConocoPhillips, ExxonMobil, Royal Dutch Shell, Total), salah satu yang paling terkenal dan fenomenal adalah Base Stock milik Suncor PetroCanada yang menyatakan bahwa pelumas mereka memiliki Base Stock yang murni. Group III sendiri sudah digantikan dengan Group III+ atau VHVI yang merupakan singkatan Very High Enhanced Viscosity Index. Teknologi proses yang digunakan adalah sama dengan Group II tetapi ditambahkan teknologi Hydroisomer, sehingga menjadikan Base Stock dengan 99% Saturasi dan 1% Aromatik. Dengan teknologi Distillation, Solvent Refined, Hyrdokracked, dan Hydroisomer, maka nilai VI atau Viscosity Index menjadi ≥120. Di pasaran dunia, Group III+ dipasarkan dengan nama Fully-Synthetic Lubricant, yang common usernya adalah SuperMajor. Ada perbedaan antara pasaran dunia dan Eropa, pasaran dunia Oli Group III+ dapat disebut sebagai Fully-Synthetic, sementara di Eropa Oli Group III+ hanya boleh disebut Synthetic Technology. Untuk membedakannya, bisa dibuka http://www.total.fr/ dimana oli yang dijual sebagian besar di luar Eropa disebut sebagai Fully-Synthetic, maka di Perancis hanya disebut Lubrifiant technologie de synthèse atau Synthetic Technology Lubricant. Di Eropa hanya Group IV dan Group V yang boleh di label dengan Fully-Synthetic Lubricant.

  • API Group IV, Base Stock ini adalah hasil katalisasi antara Hydrogen dan juga Carbon baik dengan Fischer-Tropsch Process atau proses pembentukan olefin lainnya. Base Stock ini dinamakan PAO atau PolyAlphaOlefin, disebut PAO karena bahan dasarnya adalah Olefin. Pengguna Base Stock ini sangatlah jarang, mereka yang menggunakan Base Stock ini biasanya adalah pelumas dengan kategori Top Tier atau Premium. Salah satu pengguna PAO adalah Amsoil Signature Series, Mobil 1, dan Yacco dengan jajaran pelumas Top Tier Mereka. PAO sangat sulit ditambahkan soluble additives, sehingga additives yang bisa ditambah biasanya adalah logam alkali, alkali tanah, atau logam transisi seperti Molybdenum dan Titanium. Logam alkali ditambahkan adalah supaya menambah retensi pelumas untuk menahan asam yang terbentuk saat pembakaran terjadi. PAO memiliki karakteristik yang paling unik, karena memiliki Titik Beku yang rendah hingga -53 C dan Titik Bakar yang tinggi, hingga 270 C. pelumas ini tidak mengandung sulphur karena dibuat murni dari Hidrogen dan Carbon, dan memiliki Viscosity Index di atas 140.

    PAO ini dikenal sebagai Base Stock ngambekan, alasannya adalah selain pembuatannya sulit, yaitu apabila oli dengan PAO Based akan dibuat maka bahan-bahan seperti additives pack harus dicampur sebelum menjadi oli. Seperti kita membuat cake, apabila kurang atau kelebihan bahan, maka cake tersebut tidak enak dan tidak bisa dimodifikasi. PAO juga sangat rewel apabila bertemu dengan racun sejenis Sulfur dan TEL atau Tetra-Ethyl-Lead, dan dia tidak bisa ditambah dengan post-mixed additives. PAO juga sangat licin apabila ditambahkan additive Boron Nitride sehingga sangat baik untuk mesin-mesin berbahan dasar Aluminum Silicon. Pada BMW disebut Alusil, pada Mercedes Benz disebut SILITEC, atau pada Yamaha disebut DiAsil. PAO dan Boron Nitride akan membentuk lapisan film sangat kuat dan licin, sehingga akan sangat baik untuk menambah performa mesin. Boron Nitride dan PAO tidak akan menyebabkan selip kopling, karena hanya bereaksi dengan logam Aluminum Silicon saja, tidak dengan komposit Kampas Kopling.


  • API Group V, Base Stock ini biasanya diisi oleh Ester, prosesnya sendiri adalah dengan cara katalisasi asam yang dinamakan dibasic Ester, dengan Alkohol atau CH3OH sehingga dibentuklah Ester dari hasil katalisasi tersebut. Ester biasanya digunakan untuk kompetisi karena kemampuannya untuk mempercepat pembakaran dan juga meningkatkan performa mesin, sehingga mesin balap biasanya menggunakan Ester dan atau campuran PAO dan Ester. Ester memiliki ikatan film yang paling kuat, tetapi kelemahannya adalah umur pakainya cukup singkat, sehingga hanya cocok digunakan bagi Anda yang membutuhkan oli kompetisi. Ester juga berguna untuk ditambahkan ke PAO based supaya mudah untuk di campur dengan additives. cara mengetahui adanya Ester dalam pelumas adalah dengan melihat nilai oksidasi dan TAN dari pelumas tersebut. Sifat alami Ester adalah oksidan dan asam, sehingga nilai TAN pasti ada dalam pelumas tersebut. Salah satu yang terkenal antara lain adalah Redline, Motul, dan Maxima



Quote:
Apa perbedaan pelumas untuk mesin mobil dan mesin motor?


Secara fungsi, pelumas memiliki peran yang sama, mesin motor manual memiliki gearbox dan kopling yang menyatu dengan blok mesin, sehingga pelumas untuk mesin motor konvensional harus bisa melumasi mesin tanpa merusak komponen gearbox, terlebih kopling, karena kalau terlalu licin, kopling dapat selip dan mengakibatkan terbakar. Pelumas mobil secara umum tidak dapat melumasi kopling, sehingga sangat tidak cocok digunakan kepada mesin motor konvensional.

Mesin motor matic memiliki gearbox dan kopling terpisah dari blok mesin, sehingga pelumas hanya melumasi mesin saja, tanpa melumasi gearbox dan juga kopling. Hal ini sama dengan karakteristik mesin mobil yang memiliki kopling dan gearbox terpisah.

Perbedaan selanjutnya adalah antar mesin mobil dan mesin motor adalah suhu operasional, putaran mesin operasional, volume mesin dan kapasitas pelumas, serta daya kerja operasional. Secara teoritis, suhu operasional mesin motor lebih tinggi daripada suhu operasional mesin mobil karena absennya pendinginan stabil, atau radiator pada mesin motor, meski beberapa jenis motor sudah mengadopsi radiator, tetapi terkadang hal ini sering dilupakan para pemilik, sehingga fungsinya tidak optimal.

Selanjutnya adalah putaran mesin operasional motor lebih tinggi daripada mobil, tentu saja, mesin mobil memiliki lebih dari 1 silinder dengan kapasitas minimal 250cc per silinder, sehingga untuk menjalankan mobil tidak diperlukan tenaga putaran tinggi. Semakin banyak dan semakin tinggi kapasitas mesin, maka putaran operasionalnya makin rendah. Mobil bisa berjalan 100 Kmh dengan RPM hanya 2,500 RPM, sementara motor membutuhkan lebih dari 5,000 RPM untuk berjalan pada 100 Kmh. Tetapi perlu diperhitungkan, mobil berjalan 2,500 RPM dengan kondisi Long Stroke sementara motor berjalan 5,000 RPM dengan kondisi Short Stroke ingat pelumas bekerja untuk melumasi dinding silinder, piston, crankshaft, dan valve train, meski secara teoritis beban mobil terkesan ringan, tetapi secara volumetrik pelumasan lebih besar mobil berkali-kali lipat. Dan oleh sebab itu bisa dipastikan bahwa oli untuk mobil harus lebih baik daripada oli motor.


Ilustrasi: sebuah mobil dengan kapasitas mesin 3,500cc dan berat 2,200 Kg (1997 BMW E38 735iL) berjalan dengan kecepatan 160 Kmh hanya dengan 4,100 RPM di Tachometer.
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1


Selanjutnya adalah volume mesin dan juga kapasitas pelumas. Dalam mobil berukuran mesin 1,000cc sampai 2,000 cc biasanya menggunakan 4 – 5 liter pelumas, itu berarti untuk dibutuhkan 2.5 mL pelumas untuk setiap cc mesinnya, sementara motor dengan kapasitas 100 cc – 125 cc membutuhkan pelumas 0.8 L, sehingga mesin motor membutuhkan 6.4 mL pelumas untuk setiap cc mesinnya. Hal tersebut tentu saja berpengaruh kepada tingkat retensi terhadap asam yang akan membuat pelumas cepat rusak. Secara rasio, seharusnya oli motor memiliki volumetrik lebih besar, dan itu berarti kerjanya lebih ringan dibandingkan mobil, apabila kita mengabaikan proses pelepasan panas.

Beban kerja sebenarnya tidak relevan apabila kita membandingkan motor dengan mobil, tetapi bisa kita jadikan acuan, bahwa kerja motor tidak seberat yang kita bayangkan.
  • Motor, Beban: 150 Kg | Kapasitas Silinder: 110 cc | Ratio Silinder/Beban = 0.733 (Paling ringan)
  • Mobil, Beban: 2,000 Kg | Kapasitas Silinder: 1,300 cc | Ratio Silinder/Beban = 0.65 (Moderate)
  • Truk, Beban: 20,000 Kg | Kapasitas Silinder: 8,000 cc | Ratio Silinder/Beban = 0.4 (Paling berat)

Asumsi semua kendaraan di atas di hitung termasuk pengemudi dan penumpang penuh, dari hitungan tidak relevan di atas, kita bisa simpulkan truk memiliki ratio paling berat dan motor paling ringan, sementara mobil tidak seberapa berat dibandingkan dengan truk. Ini acuan sederhana saja, sementara hitungan aslinya lebih rumit, tetapi bisa disimpulkan bahwa oli mereka bisa saling digunakan bergantian, ya bisa saling pakai tetapi memiliki limit masing-masing.


Quote:
Bisakah Pelumas Mobil Digunakan untuk Motor?


Secara umum, pelumas mesin mobil akan dapat digunakan untuk mesin motor matic, kalau untuk motor konvensional, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, karena ada karakteristik pelumas mobil yang sangat dilarang digunakan dalam mesin motor konvensional, hal yang perlu diperhatikan adalah:


Ilustrasi: Total Quartz 9000 Future GF-5 5W-30 pelumas Long Drain pertama yang diuji oleh TS hingga 10,000 Km di Honda Vario 110cc, memiliki sertifikasi yang dilarang untuk digunakan pada Motor Kopling Basah.
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1


  • Mitos Jumlah Molybdenum, banyak yang mengatakan pelumas motor konvensional tidak boleh mengandung friction modifier semisal Molybdenum atau Titanium yang bersifat melincinkan dan meningkatkan nilai fuel efficiency yang salah-salah bisa membakar kopling motor kesayangan Anda. Padahal pada kenyataannya bukan Friction Modifier yang membuat kopling motor Anda selip, tetapi Organic Additives semacam Graphite yang membuat kopling Anda selip. Jika tidak percaya, coba lihat Jumlah Molybdenum pada Motul 300V 4T bahkan jauh lebih tinggi daripada Molybdenum pada PCMO sekalipun, tetapi dari user tidak pernah ada yang mengeluh kopling-nya selip. Perlu diketahui, Molybdenum, Boron, atau Titanium hanya bereaksi dengan Logam saja, tidak dengan komposit organic yang mungkin ada di Kopling.

  • API Resources Conserving atau API Energy Conserving, pelumas dengan API Starburst pasti mengacu kepada fuel efficiency, sehingga pasti pelumas akan sangat licin dan tidak dapat melumasi dan melindungi kopling secara bersamaan. API RC/EC biasanya menuntut oli bisa digunakan dalam jangka waktu yg lama dengan state stay-in-grade, sehingga perlu banyak Organic Additives dan tidak cocok dengan komposit kopling.

  • ILSAC GF-5, tidak disarankan digunakan dalam motor konvensional, karena sifatnya sama seperti API RC/EC menjamin oli dapat digunakan dalam waktu yang lama, dan bisa menghemat bahan bakar.

  • German Approval Oil, ya seperti namanya German Approval, mengacu kepada Manufacturer Jerman, seperti BMW, VW, dan Mercedes Benz. pelumas dengan sertifikasi baru mereka tidak cocok dengan motor kopling basah, karena ditakutkan mengakibatkan selip kopling. Terlebih pelumas dari pabrikan mereka menuntut Sustain Release untuk beberapa additives dan itu bisa berdampak kepada motor dengan kopling basah.


Apabila dahulu PCMO hanya bisa digunakan untuk motor matic saja, sementara pelumas HDEO bisa digunakan di motor matic atau motor manual, kini banyak yang menggunakan pelumas PCMO untuk motor dengan kopling basah, salah satu contohnya adalah ADNOC Voyager Silver 10W-40, Pertamina Fastron Techno 10W-40, dan Pertamina Fastron Fully Synthetic 0W-50. Penggunaan pelumas mobil pada motor akan menyebabkan beberapa dampak yang mungkin positif atau negatif tergantung kepada bagaimana Anda menanganinya. Tetapi, sepengalaman saya, penggunaan pelumas mobil lebih banyak efek positif ketimbang negatif-nya. Dan kita kembali ke rumusan awal, baik PCMO, HDEO, dan MCO adalah sama-sama Hydrocarbon Based, sehingga tidak masalah apabila Anda juga mau menggunakan MCO di mobil Anda, hanya saja limitasinya tambah banyak.


Quote:
Mengapa Harus Pelumas Mobil/Diesel (PCMO/HDEO)?


Apa alasan lebih memilih Pelumas Mobil/Diesel dibandingkan Pelumas Motor (MCO)?
  • Longer Drain Interval.
  • Better Performance.
  • Better Protection.
  • Better Fuel Efficiency.
  • Low Evaporation.


Tetapi tidak menutup kemungkinan Pelumas Motor (MCO) juga melakukan tujuan utama dibuatnya thread ini yaitu Resources Saving by Longer Drain Interval Lubricant. Beberapa contoh oli yang bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama adalah, Liqui Moly 4T, Royal Purple 4T, dan Elf Campione.


Quote:
Saya sebagai TS tidak berafiliasi dengan Lubricant Manufacturer manapun, posting saya di sini netral dan tidak mendikreditkan suatu merek dan atau jenis pelumas. Pendapat dan teori saya belum tentu benar, sehingga perlu didiskusikan di sini. Saya mengundang para expert disini untuk berdiskusi bersama mengenai penggunaan PCMO dan HDEO untuk mesin motor, berikut ini rules untuk thread ini:
  • Setiap sanggahan terhadap hal teknis dan juga yang berhubungan dengan kondisi dan atau kualitas suatu pelumas dan umur pakai pelumas, harap disertakan dengan bukti empiris yang kongkret, bukan sekedar katanya atau rasanya. Hal tersebut sudah diluar dari teorema dengan tanpa bukti empiris, sehingga sanggahan tidak akan dilanjutkan.
  • Dilarang Junk, SARA, flaming, ataupun nitip lapak disini, karena disini hanya untuk berdiskusi, mohon hargai Kaskuser lainnya.
  • Do at your own risk, penggunaan pelumas PCMO/HDEO pada mesin motor agan mungkin akan berdampak buruk, sehingga sehingga resiko pemakaian pelumas PCMO/HDEO selanjutnya adalah tanggung jawab user, saya hanya menyarankan yang terbaik dari datasheet dan pengalaman.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 13 lainnya memberi reputasi
12
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 267 dari 474
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
27-10-2016 15:56

Base PAO

Mau tanya om2 smua, utk oli yg sdh pao dr masing2 pcmo & hdeo itu yg merk ap ya? Info ny amsoil yg kluaran baru sdh tdk pao ya?

Trima kasih
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
27-10-2016 16:38
Quote:Original Posted By KT610-lover


Prestone itu organic termurah kok...

Top1 jg deng, asal dpt yg asli...


ok deh, Top1 emang ada dimana-mana...tapi agak ragu belinya....hahahaha

Quote:Original Posted By KT610-lover

Musuhnya oli yg sudah dibuka itu: kontaminasi uap air, debu, dan penyimpanan yg ga bagus. Ga boleh ditaruh di atas lantai langsung, bisa bikin masuk angin, nanti menggumpal.

Saran ane, dicek dulu kecampur air atau ngga. Kalau iya, itu cuma bisa jd oli rantai atau pager...

Kalau aman dari air, maju ke phase 2.

Cek ada penggumpalan atau ngga. Kalau ada, coba dikocok. Masalah selesai atau ngga. Kalau selesai, bisa dipakai. Kalau ga selesai, jgn dipakai. Itu nanti sulit mengalir ke celah2 yg terlalu kecil, bisa bikin baret...

Dah gitu aja.


kalau botolnya suka ada kayak rembesan oli ngak apa2 kali ya ? (deket2 tutup botol), soalnya botol spirax udah agak dol tutupnya


Quote:Original Posted By d0tn
Mau tanya om2 smua, utk oli yg sdh pao dr masing2 pcmo & hdeo itu yg merk ap ya? Info ny amsoil yg kluaran baru sdh tdk pao ya?

Trima kasih

kalau ngak salah

PCMO: Mobil1 AFS(kecuali yang EP sama ESP), Amsoil SS(tahun 2015 kebawah), Castrol edge titanium, PFFS, PFP, Redline motor oil
HDEO: Mobil1 delvac 1, Redline diesel motor oil
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
27-10-2016 17:12
Quote:Original Posted By d0tn
Mau tanya om2 smua, utk oli yg sdh pao dr masing2 pcmo & hdeo itu yg merk ap ya? Info ny amsoil yg kluaran baru sdh tdk pao ya?

Trima kasih


Tadinya minimal 80% pao. Sekarang mayoritasnya vhvi, kabarnya masih ada pao nya sedikit.

Bisa dpt yg 80-90% pao tapi beli di eropah sonoh... emoticon-Big Grin


Quote:Original Posted By Ranshiin777


ok deh, Top1 emang ada dimana-mana...tapi agak ragu belinya....hahahaha



kalau botolnya suka ada kayak rembesan oli ngak apa2 kali ya ? (deket2 tutup botol), soalnya botol spirax udah agak dol tutupnya



kalau ngak salah

PCMO: Mobil1 AFS(kecuali yang EP sama ESP), Amsoil SS(tahun 2015 kebawah), Castrol edge titanium, PFFS, PFP, Redline motor oil
HDEO: Mobil1 delvac 1, Redline diesel motor oil


Tuang ke botol kaca, lihat ada penggumpalan atau ngga.

Castrol edge vhvi. Redline lebih banyak ester nya daripada pao nya. Makanya redline ga long drain2 amat
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
27-10-2016 17:40
sore suhu", nubie numpang tanya lgi nih

oli LiquiMoly motorbike 10w50 itu based PAO atau VHVI ya?
kalo dicompare sama amsoil mcf (batch 2015 kebawah) lebih bagus mana ya performa dan longdrainnya?

makasih sebelumnya para mastah perOlian.. [removed]void(0);
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
27-10-2016 18:35
Quote:Original Posted By Ranshiin777


PCMO: Mobil1 AFS(kecuali yang EP sama ESP), Amsoil SS(tahun 2015 kebawah), Castrol edge titanium, PFFS, PFP, Redline motor oil
HDEO: Mobil1 delvac 1, Redline diesel motor oil


Quote:Original Posted By KT610-lover
Tadinya minimal 80% pao. Sekarang mayoritasnya vhvi, kabarnya masih ada pao nya sedikit.

Bisa dpt yg 80-90% pao tapi beli di eropah sonoh... emoticon-Big Grin

Castrol edge vhvi. Redline lebih banyak ester nya daripada pao nya. Makanya redline ga long drain2 amat


Trima kasih infony om om smua
Tinggal cari toko yg jual oli trsbut nih 👍
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
27-10-2016 18:45
Quote:Original Posted By yurhie
sore suhu", nubie numpang tanya lgi nih

oli LiquiMoly motorbike 10w50 itu based PAO atau VHVI ya?
kalo dicompare sama amsoil mcf (batch 2015 kebawah) lebih bagus mana ya performa dan longdrainnya?

makasih sebelumnya para mastah perOlian..;


Vhvi

Bagusan amsoil 2015 ke mana2
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
27-10-2016 18:46
Pentingnya Mengatur Jarak & Posisi Zig Zag Saat Konvoi / Group Riding

konvoi


Saat solo riding, tak sedikit dari rider yang memposisikan motornya dalam jarak yang sangat dekat dengan motor lain didepannya. Dan sesekali selap selip diantara keramaian.

Hal ini sah sah saja selama tidak mencelakakan diri sendiri dan atau merugikan orang lain.

Namun, ketika berada dalam sebuah konvoi atau group riding, ceritanya bisa berbeda.

Ketika berada dalam rombongan konvoi, baik itu terdiri dari beberapa motor maupun banyak motor.
Penting untuk menjaga jarak antara motor yang berada didepan atau dengan motor dibelakang.
Selain itu posisi zig zag merupakan keharusan.

Tentunya hal ini dimaksudkan untuk keselamatan diri sendiri, rekan konvoi maupun pihak lain.

1. Jaga Jarak Antar Motor

jaga jarak


Tentunya sudah akrab didengar untuk menjaga jarak antar motor. Ukuran yang digunakan bisa waktu, meter atau hal lainnya.

Hal ini dimaksudkan supaya rider memiliki waktu untuk merespon & mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.
Misalnya, saat motor rekan kita yang berada didepan mengalami kecelakaan, rem mendadak atau jalanan rusak.
Dengan jarak yang cukup, kita akan mampu mengantisipasinya.

Dalam kecepatan 100kpj,
Jarak 100 meter hanya ditempuh dalam beberapa detik saja. Maka itu, aturlah jarak antar motor.

a. Waktu
Seringkali kita mendengar saran untuk memberi jarak waktu 3 - 5 detik antar motor.
Saat kondisi hujan, jarak waktunya bisa lebih lebar. Karena kondisi pengereman kurang maksimal

Waktu 3 - 5 detik merupakan waktu krusial yang dapat membantu kita untuk menghindari hal hal buruk saat konvoy.

Dapat dicontohkan misalkan saat rekan didepan melalukan pengereman mendadak.
@ 1 detik pertama mungkin kita belum menyadari keadaan tersebut.
@ Detik ke-2 kita baru menyadari rekan kita melakukan pengereman.
@ Detik ke-3 kita baru melakukan pengereman.
@ Detik ke-4 kita baru dapat berhenti sempurna.

Cara mengukur detik


Berikut adalah penjelasan yang ane dapat dari rubrik kompasiana. Semoga dapat lebih mudah dipahami.
emoticon-Cool

Pada Peraturan “3 Detik” Berbagai kajian dan penelitian mengungkapkan bahwa jarak aman antarkendaraan yang melaju adalah rata-rata 3 detik.

Mengapa menggunakan satuan waktu (detik), bukan meter?
Karena jarak aman antar kendaraan sangat tergantung pada kecepatan kendaraan.
Mungkin masih ingat pelajaran Fisika/IPA SD/SMP, rumus kecepatan (v) adalah Jarak (s) dibagi waktu (t). Misalnya, Anda mengendarai mobil dengan kecepatan 60 Km/Jam.
Artinya, setiap detiknya, kendaraan berpindah sejauh 16,67 meter (16,67 meter/detik).

Pertanyaan selanjutnya, mengapa 3 detik?
Sebab, tak mungkin dari kecepatan tinggi dapat berhenti (kecepatan 100 Km/jam) dalam waktu singkat, tak cukup hanya 1 detik.
Perhitungan teknisnya sangat rumit, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor tersebut antara lain: kecepatan kendaraan; koefisien dan gaya gesek kanvas rem dan Cakram (Disc Brake)/ Tromol Rem (Drum Brake); koefisien dan gaya gesek antara permukaan roda dan jalan; beban kendaraan; suhu dan kondisi permukaan jalan (basah/kering); dan perlambatan akibat penggunaan transmisi rendah (Low Gear). Semua itu harus dihitung dengan prisisi agar mendapatkan hasil yang akurat.

Ada beberapa cara untuk menggunakan jeda waktu 3 detik:

1. Menghitung garis marka jalan.
2. menghitung Paku Jalan atau “mata kucing” yang tertancap di jalan.
3. menggunakan benda-benda yang ada di pinggir jalan raya.


Cara 1 dan 2 cukup merepotkan dan bisa mengganggu konsentrasi berkendara, kecuali ada teman disamping kursi kemudi yang bisa diminta bantuan untuk menghitung garis putus-putus dan jumlah Paku Jalan atau “mata kucing”.
Sebab kedua cara tersebut harus menghitung jumlah garis putus yang panjangnya antara 3 hingga 5 meter dan jarak antar garis 1,5 hingga 8 meter.

Begitu juga dengan Paku Jalan yang jarak antar Paku Jalan bervariasi, 3 – 5 meter, bahkan ada yang jaraknya lebih dari 10 meter. Gambar Marka Jalan Garis Membujur Putus-putus dan Paku Jalan bundar (mata kucing)

marka jalan


Cara termudah adalah cara ke-3, yaitu melihat benda di pinggir jalan yang dilalui kendaraan di depan Kita.

Benda tersebut antara lain papan rambu lalu lintas, papan reklame, tiang listrik dan pohon. Misalnya, kendaraan yang melaju tepat di depan Kita baru saja melalui pohon. Maka Kita bisa menghitung berapa waktu yang Kita butuhkan untuk melewati pohon tersebut. Jika kurang dari 3 detik Kita sudah melaluinya, artinya Kita belum ada pada jarak aman, harus mengurangi kecepatan.
gunakan benda dipinggir jalan


Untuk lebih aman, apalagi jika kondisi hujan atau aspal basah, maka waktunya dapat ditambah 1 atau 2 detik. Maka, jarak aman menjadi 4 -5 detik.

b. Jarak Meter
Kita juga bisa mengatur jarak sekian meter antar motor.
Anggaplah kita ambil jarak aman 10 - 15 meter.
Analoginya masih sama seperti jarak menggunakan detik.
@ 5 meter pertama, mungkin belum menyadari kejadian didepan
@ 5 meter kedua, kita baru mengetahui ada sesuatu didepan & sudah mengambil ancang ancang.
@ 5 meter ketiga, kita sudah menghindari hal hal buruk.

jarak



c. Fungsikan Sorot Lampu[B]
Pada malam lampu motor dapat difungsikan sebagai patokan menjaga jarak.
Misalkan, saat lampu motor kita dapat menyorot rem motor didepan, bisa diartikan bahwa jarak kita cukup dekat.
Ketika menyorot spakbor/mudguard, artinya sudah ada jarak yg cukup.
Dan saat sorot lampu tidak mengenai bagian motor, dapat diartikan sudah berada dalam jarak aman.

sorot lampu



[B]Zig Zag

Posisi zig zag saat konvoi memiliki beberapa manfaat, khususnya untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.
zig zag


a. Menghindari Menabrak & Ditabrak
Dengan posisi zig zag, ada ruang kosong didepan yang dapat digunakan dalam waktu & jarak yang krusial.
Masih menggunakan contoh analogi yang sama dalam hal pengereman mendadak.

Saat terjadi pengereman mendadak, dengan posisi zig zag akan memberikan ruang cukup yang akan menghindari ditabrak & menabrak.
Berbeda ketika kita berada dalam posisi segaris dalam barisan konvoi.
Akan terjadi efek domino, ketika motor paling depan rem mendadak, akan ditabrak oleh motor kedua, dilanjutkan dihantam oleh motor ketiga, dan seterusnya. Sampai kita menyadari bahwa telah terjadi kecelakaan beruntun.

b. Pandangan Lebih Luas
Jarak pandang yang cukup akan sangat membantu & dibutuhkan saat konvoi.
Dengan memposisikan zig zag, tersedia ruang untuk melihat lebih jauh kedepan, tentu saja akan sangat membantu dalam mengantisipasi rintangan & bahaya pada jalur yang dilalui.

Sedangkan saat dalam posisi sejajar, jangankan untuk melihat jauh, pandangan kita sebagian besar akan terfokus pada rekan didepan dan terhalang untuk melihat lebih jauh.

Semoga bermanfaat
emoticon-Cool
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
27-10-2016 20:53
Buat yg mau paham bahwa API SN proteksinya justru lebih oke pada flat tapped dibandingkan API SL.

Jd flat tapped ga bisa pakai api sn itu mitos

https://mobile.facebook.com/groups/1498748410385726?view=permalink&id=1750616855198879&refid=18&_ft_=qid.6346140358119574212%3Amf_story_key.1750616855198879%3Atl_objid.1750616855198879
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
27-10-2016 21:04
Quote:Original Posted By KT610-lover
Quote:Original Posted By yurhie
sore suhu", nubie numpang tanya lgi nih

oli LiquiMoly motorbike 10w50 itu based PAO atau VHVI ya?
kalo dicompare sama amsoil mcf (batch 2015 kebawah) lebih bagus mana ya performa dan longdrainnya?

makasih sebelumnya para mastah perOlian..;


Vhvi

Bagusan amsoil 2015 ke mana2


Oke deh mastah makasih emoticon-2 Jempol
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
27-10-2016 21:15
gan klo amsoil ss 5w-30 vs mobil 1 extenden performance 5w-30 bagus mana buat yamaha nmax ? ane sebelum nya pake amsoil ss 5w-30 kepikiran mau coba ganti oli yg merk lain. kira2 ada rekomendasi gak? makasih juragan.
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
28-10-2016 03:23
Quote:Original Posted By KT610-lover



Tuang ke botol kaca, lihat ada penggumpalan atau ngga.


ok deh, ntar dicoba
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
28-10-2016 03:35
Quote:Original Posted By ojonganu
gan klo amsoil ss 5w-30 vs mobil 1 extenden performance 5w-30 bagus mana buat yamaha nmax ? ane sebelum nya pake amsoil ss 5w-30 kepikiran mau coba ganti oli yg merk lain. kira2 ada rekomendasi gak? makasih juragan.


Amsoil SS kalau dapet yang tahun 2015 kebawah masih ada PAO-nya, kalau mobil1 AFS EP udah ngak ada sama sekali.....kecuali mau ganti yang versi Newer Vehicle atau yang AFS abu2

kalau saya sih dapetnya yang newer vehicle....126k di to-ped
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
28-10-2016 04:51
Quote:Original Posted By Ranshiin777


Amsoil SS kalau dapet yang tahun 2015 kebawah masih ada PAO-nya, kalau mobil1 AFS EP udah ngak ada sama sekali.....kecuali mau ganti yang versi Newer Vehicle atau yang AFS abu2

kalau saya sih dapetnya yang newer vehicle....126k di to-ped


cara liat tahun produksi dmn gan? klo si bandingin sama royal purple gmn?
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
28-10-2016 06:14
Quote:Original Posted By yurhie


Oke deh mastah makasih emoticon-2 Jempol


Sama-sama gan


Quote:Original Posted By Ranshiin777


ok deh, ntar dicoba


emoticon-thumbsup emoticon-thumbsup


Quote:Original Posted By ojonganu


cara liat tahun produksi dmn gan? klo si bandingin sama royal purple gmn?


RP kebanyakan vhvi
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
28-10-2016 07:37
note sundul nhe lagi seru bahas bbm di INDO emoticon-Big Grin sementara gw jadi silent reader, susah bener bahasnya
bbm Indo on fb ldic
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
28-10-2016 17:46
Quote:Original Posted By seanman
note sundul nhe lagi seru bahas bbm di INDO emoticon-Big Grin sementara gw jadi silent reader, susah bener bahasnya
bbm Indo on fb ldic


Ente siapa gan namanya? emoticon-Big Grin
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
28-10-2016 17:54
Quote:Original Posted By seanman
note sundul nhe lagi seru bahas bbm di INDO emoticon-Big Grin sementara gw jadi silent reader, susah bener bahasnya
bbm Indo on fb ldic


Ente siapa gan namanya? emoticon-Big Grin
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
28-10-2016 18:36

Mohon pencerahan

Suhu newbie ijin tanya :

Mau nyoba pake oli mobil ke motor ane gt125, km udah 24rb, blom ganti filter oli

Yang mau ditanyain :
1. Setelah ganti filter oli, flushingnya harus berapa x ya hu dan pake oli apa yang budgetnya agak minim hu ?
2. Niatnya mau nyoba TQ9KFuture atau PFT, atau mungkin suhu2 disini punya usulan lain ?

Itu aja dulu, makasih hu...
Diubah oleh aryjanuwar
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
28-10-2016 18:36
Quote:Original Posted By KT610-lover


Ente siapa gan namanya? emoticon-Big Grin


PM om emoticon-Ngakak (S) om dimana siapa?

Quote:Original Posted By aryjanuwar
Suhu newbie ijin tanya :

Mau nyoba pake oli mobil ke motor ane gt125, km udah 24rb, blom ganti filter oli

Yang mau ditanyain :
1. Setelah ganti filter oli, flushingnya harus berapa x ya hu dan pake oli apa yang budgetnya agak minim hu ?
2. Niatnya mau nyoba TQ9KFuture atau PFT, atau mungkin suhu2 disini punya usulan lain ?

Itu aja dulu, makasih hu...


flushing ga perlu berapa kali pake sampai ga enak, perhatikan warna dan ketinggian. Pemakaian pertama biasanya ganti filter oli, kedua juga, ketiga masih ganti, keempat ga perlu emoticon-Big Grin << ini kalau ane, tapi ane seringnya ganti juga emoticon-Ngakak (S)
tq9k future lawannya pfg soal enak ga enaknya kurang tau emoticon-Big Grin.
Diubah oleh seanman
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
28-10-2016 18:49
Quote:Original Posted By seanman


PM om emoticon-Ngakak (S) om dimana siapa?



flushing ga perlu berapa kali pake sampai ga enak, perhatikan warna dan ketinggian. Pemakaian pertama biasanya ganti filter oli, kedua juga, ketiga masih ganti, keempat ga perlu emoticon-Big Grin << ini kalau ane, tapi ane seringnya ganti juga emoticon-Ngakak (S)
tq9k future lawannya pfg soal enak ga enaknya kurang tau emoticon-Big Grin.


Berarti pergantian oli buat flushing ke oli yang kita mau pake setelah penggantian ketiga hu ?
Apa bisa langsung dipake pas penggantian kedua ?
0 0
0
Halaman 267 dari 474
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia