Bentrok Maut di Warung Tuak, Alim Dalimunthe Tewas. Ini Penjelasan Kapolres Labuhanbatu

Bentrokan pecah di warung tuak milik Yusuf Siregar. Alim Dalimunthe (34) tewas mengenaskan. Darah muncrat dari kepalanya yang remuk dihantam batu dan kursi.
Informasi yang dihimpun wartawan, Selasa (25/10/2016) menyebutkan, bentrokan maut itu berawal dari perselisihan antara dua kelompok pria yang sama-sama minum tuak di warung tuak yang berada di Desa Hajoran, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara (Sumut).
Selain korban tewas, tiga orang lainnya mengalami luka parah dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Ketiganya adalah Dede Dalimunthe (29), Syukur Hasibuan (26) dan M Rifai Siregar (22).
Kapolres Labuhanbatu, AKBP Teguh Yuswardhie mengatakan, kejadian bermula saat korban Dede dan Rifai datang ke warung tuak tersebut. “Tak lama kemudian, Alim datang dan duduk bersama teman-temannya itu. Tanpa sebab, tiba-tiba seorang pelaku melempar Dede dengan botol bir,” ujarnya..
Tak lama kemudian, pelaku lainnya memukuli Dede menggunakan batu dan kayu. Melihat kepala temannya berdarah, Alim Dalimunthe menyuruh temannya, Imran untuk menyelamatkan Dede yang telah berlumuran darah di kepalanya.
Tapi nahas, Alim Dalimunthe dan teman-temannya malah jadi sasaran pengeroyokkan 6 pria penyerang Dede. Akibatnya, Alim tewas saat dilarikan ke rumah sakit. “Dede dan Imran diselamatkan petugas yang patroli. Mereka dibawa ke klinik terdekat. Namun, korban bernama Alim meninggal dunia saat tiba di rumah sakit,” tambahnya.
Tak lama setelah kejadian itu, Tim Resmob Polres Labuhanbatu dan Polsek Silangkitang segera menangkap 6 pria pengeroyok tersebut. Keenam pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah Mora (31), Budi Daulay (38), Hauli Debata (29), Istar Harahap (32), Alamsyah Harahap (21) dan Tahmikal Harahap (30).
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti pecahan botol bir, botol wiskey, batu, dan pecahan kursi. “Motif pengeroyokan masih diselidiki. Saksi-saksi juga masih diperiksa. Untuk perkembangan lebih lanjut akan segera dikabari,” pungkas AKBP Teguh. (heru)