- Beranda
- Beritagar.id
Deretan wajib pajak besar yang meminta pengampunan
...
TS
BeritagarID
Deretan wajib pajak besar yang meminta pengampunan

Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi (kiri) menyerahkan tanda terima surat pelaporan harta kepada pengusaha nasional Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto (kanan) di Kantor Wilayah (Kanwil) Pajak Besar IV Sudirman, Jakarta, Kamis (15/9/2016).
Kamis (15/9/2016) pagi, Hutomo Mandala Putra datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Putra presiden RI ke-2 yang akrab disapa Tommy itu datang untuk melaporkan hartanya dalam program pengampunan (amnesti) pajak.
Pelaporan yang dilakukan Tommy terdiri dari harta pribadi dan juga perusahaan yang dimiliki. Harta yang dilaporkan berupa harta pribadi, aset, piutang, hingga saham.
"Dana-dana yang saya laporkan semua sudah saya masukkan. Mayoritas yang dilaporkan dari luar atau repatriasi. Saya sudah bawa ke sini (harta luar negeri)," papar pemilik superblok Mangkuluhur City yang terletak di kawasan strategis Gatot Subroto, Jakarta Selatan ini.
Tommy memang sudah jarang muncul di publik. Namun begitu, geliat bisnis putra mahkota keluarga Cendana ini tak pernah sepi. Bisnis paling baru yang digelutinya adalah bisnis properti melalui PT Kencana Graha Optima dengan membangun Mangkuluhur City yang berdiri tepat di samping Plaza Semanggi.
Mangkuluhur City menempati lahan seluas 4 hektare dengan konsep "world class quality" yang menggabungkan aktivitas bisnis, akomodasi, dan hunian. Pembangunannya sudah dimulai sejak awal 2014 dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2017.
Selain bisnis properti, Tommy juga dikenal dengan beberapa usahanya di bidang transportasi kapal melalui PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. yang berfokus kepada transportasi migas.
Sayangnya, dalam separuh tahun 2016, Humpuss mengalami penurunan kinerja dengan mencatatkan laba bersih sebesar USD1,15 juta, meluncur dari USD2,59 juta di semester I 2015. Padahal, penjualan usaha Humpuss naik menjadi USD29,94 juta, dari USD26 juta.
Pelemahan kinerja Humpuss tersebut disebabkan oleh naiknya beban umum administrasi menjadi USD3,48 juta di semester I 2016, dari USD3 juta di paruh pertama 2015. Hal itu ditambah naiknya beban operasi lainnya menjadi USD239.873 dari USD171.622.
Meski kinerja perusahaannya tidak begitu baik, namun Tommy sendiri disebut-sebut memiliki total kekayaan pribadi yang mencapai USD800 juta atau sekitar Rp10,5 triliun.
Pengusaha lain
Tommy bukanlah wajib pajak "besar" yang pertama melaporkan diri untuk meminta pengampunan.
Sebelum Tommy, sudah ada pengusaha lain seperti pemilik Grup Lippo, James RIady; pemilik Grup Gemala, Sofyan Wanandi; kakak-beradik pemilik Adaro, Erick Thohir dan Garibaldi "Boy" Thohir; dan pengacara Hotman Paris Hutapea dan ketiga anaknya.
"Semua yang dijanjikan pemerintah tentang pelayanan pajak memang terjadi. Institusi pajak sangat profesional. Para pegawainya bekerja cepat, efisien, dan ramah," kata James Riady, usai melaporkan hartanya, akhir pekan lalu.
Dalam Beritasatu, James mengaku kekayaan yang dideklarasikannya adalah kekayaan pribadi dan gabungan kekayaan di dalam negeri dan dana repatriasi. Meski James tak memberi perincian berapa jumlahnya.
Nama keluarga Riady sempat ramai beberapa waktu lalu karena tercantum dalam dokumen Panama yang bocor ke publik. James tercatat sebagai pemegang saham di perusahaan bernama Golden Walk Enterprise Ltd yang berada di British Virgin Islands.
Perusahaan yang didirikan pada 30 Mei 2011 itu memiliki status aktif.
Data Forbes menunjukkan keluarga Mochtar Riady, ayah serta kakek dari James dan John, menduduki posisi ke-854 keluarga terkaya di dunia dengan total kekayaan mencapai USD2,1 miliar (sekitar Rp27,97 triliun). Sementara di Indonesia, keluarga Riady menduduki posisi ke-9 sebagai keluarga terkaya.
Berbeda dengan kakak-beradik pemilik Adaro, Boy dan Erick Thohir. Keduanya lebih terbuka mengenai aset yang dilaporkannya.
"Ada aset tanah yang belum dilaporkan. Kita juga ada sepatu sama tas, kadang kan lupa berapa yang sudah dibeli," kata Boy kepada Detikcom, Rabu (14/9/2016).
Tak hanya aset di dalam negeri, sekitar 30 persen aset yang dilaporkan Boy dan Erick ada di luar negeri. Tetapi tak semua aset di luar negeri itu dapat direpatriasi.
"Kalau kita investasi di luar negeri, market-nya di luar negeri, mau tidak mau di luar negeri, tidak mungkin ditarik ke Indonesia. Misalnya punya pabrik di Nigeria, pabrik rokok di Brasil, tapi itu contoh saja, bukan punya saya ya," paparnya.
Meski tak memperinci lebih jauh aset di luar negerinya, Erick juga tak membantah 30 persen saham Inter Milan yang dimilikinya termasuk dalam harta yang dilaporkan kepada otoritas pajak.
Untuk diketahui, September adalah akhir dari periode pertama program amnesti pajak untuk tarif tebusan sebesar 2 persen.
Pemerintah beberapa kali menegaskan bahwa laporan amnesti pajak akan ramai di bulan September. Mantan Ketua Apindo Sofjan Wanandi mengatakan, bahwa pada bulan ini ada lebih dari 100 pengusaha besar yang akan ikut amnesti pajak.
Dari Statistik Amnesti Pajak, hingga siang ini jumlah uang tebusan yang sudah terkumpul adalah sebesar Rp12,3 triliun.
Sekitar Rp10,4 triliun dari uang tebusan itu berasal dari orang pribadi non-UMKM. Sementara untuk dana repatriasi luar negeri sudah terkumpul sebanyak Rp128 triliun.
Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ta-pengampunan
---
Baca juga dari kategori BERITA :
-
Menguak biaya promosi Warkop DKI Reborn-
Saefullah, cawagub DKI yang dinilai Ahok berbahaya-
Beragam serangan Amien Rais ke Ahokanasabila memberi reputasi
1
5.7K
5
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•901Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya