Kaskus

News

BeritagarIDAvatar border
TS
BeritagarID
Basri, anak buah Santoso yang paling berbahaya ditangkap
Basri, anak buah Santoso yang paling berbahaya ditangkap
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar memberikan keterangan terkait penyelidikan penipuan jemaah calon haji di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/8).
Satuan tugas Tinombala kembali menangkap anak buah Santoso. Yang ditangkap kali ini orang kedua Santoso. Basri namanya. Ia ditangkap hidup-hidup di hutan Poso. Basri disebut-sebut sebagai pengganti Santoso pascapimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) itu ditembak mati petugas. Dalam penyergapan itu, petugas juga menangkap Andhika. Namun Andhika tewas dalam penyergapan itu.

Kepala Divisi Humas Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, Basri ditangkap tangkap di Sektor Satu, Poso, Pesisir Selatan, Rabu (14/9/2016) sekitar pukul 09.00 WITA.

Sesudah Santoso tewas, kelompok MIT ini hanya tersisa sekitar 19 orang, termasuk Basri. Dengan disergapnya dua orang ini, berarti kelompok Santoso tersisa 17 orang.

Basri bernama lengkap Mohammad Basri bin Baco Sampe. Ia juga punya beberapa nama alias: Ayas alias Bagong alias Opa. Basri diketahui mulai bergabung dengan Jamaah Islamiyah Tanah Runtuh, Poso sejak 2002 hingga 2006.

Pada 2003, diketahui dia mengikuti pelatihan militer (Tadrib Asykari) masuk angkatan " UHUD II". Materi latihan yang diikuti yakni perang, menggunakan senjata api, merayap, roling dan naik pohon pakai tali.

Menurut Boy, saat ditangkap, Basri membuang senjatanya ke Sungai. Kini petugas sedang mencari senjata yang dibuang itu.

Basri merupakan tangan kanan Santoso yang dikenal sebagai penembak jitu. Ia sempat dikabarkan tewas, sebelum akhirnya polisi memastikan jenazah yang tewas bukan Basri.

Laporan [URL="http://www.crisisgroup.org/~/media/Files/asia/south-east-asia/indonesia/Indonesian%20translations/127_jihadism_in_indonesia___poso_on_the_edge_indonesian.pdf"]International Crisis Group[/URL] (ICG) pada Januari 2007 menyebutkan, Basri dikenal sebagai seorang penembak jitu. Ia dicurigai terlibat dalam kasus pemenggalan siswi SMU Poso dan kepala desa Pindedapa setahun sebelumnya, serta dalam kasus penembakan Pendeta Susianti Tinulele pada Juli 2004.

Sebelum konflik Poso, Basri yang ibunya asal Jawa dan bapak Bugis, hidup dari berjualan ikan, ayam dan sayur-sayuran. Ia pernah menjadi anggota sebuah band musik rok.

Ketika konflik pecah, Basri bergabung dengan kelompok Muslim dan mendapat pelatihan militer dari alumni Afganistan yang datang ke Poso. ICG menulis, Basri merupakan murid terpandai dan paling berbahaya.

Pada 2007, Basri pernah ditangkap dan ditahan dengan tuduhan kejahatan terorisme. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 19 tahun penjara pada Desember 2007.

Basri ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Klas II/A Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Basri kabur pada 19 April 2013 saat menjenguk keluarganya yang sakit keras di Kabupaten Poso yang berjarak sekitar 230 kilometer dari Kabupaten Tojo Una-Una.

Rekam jejak Basri menjadikannya orang yang disegani di Poso. Tapi, Kelompok Mujahidin Indonesia Timur tak hanya berhenti di sosok Santoso dan Basri. kelompok ini masih memiliki figur pengganti Santoso seperti Ali Kalora.
Basri, anak buah Santoso yang paling berbahaya ditangkap


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...haya-ditangkap

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Basri, anak buah Santoso yang paling berbahaya ditangkap Saefullah, cawagub DKI yang dinilai Ahok berbahaya

- Basri, anak buah Santoso yang paling berbahaya ditangkap Menguak biaya promosi Warkop DKI Reborn

- Basri, anak buah Santoso yang paling berbahaya ditangkap Survei: Ahok masih berpeluang dikalahkan

anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
1.9K
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
Beritagar.id
KASKUS Official
13.5KThread851Anggota
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.