- Beranda
- Berita dan Politik
Tenaga Kelja Dali Cina Membanjil Poros Jakarta-Beijing Gaya Baru?
...
TS
ernestjeremiah
Tenaga Kelja Dali Cina Membanjil Poros Jakarta-Beijing Gaya Baru?
Tenaga Kelja Dali Cina Membanjil Poros Jakarta-Beijing Gaya Baru?
Kamis, 8 September 2016 — 6:50 WIB
jokowi-kereta
SETELAH Indonesia akrab dengan RRT, kini membanjil tenaga kelja dali Cina. Sekarang ini puluhan ribu TKA (Tenaga Kerja Asing) dari negeri tirai bambu berbondong masuk Indonesia. Ini sangat ironis bagi RI yang penganggurnya dalam negri mencapai 7,02 juta. Jaman Bung Karno ada “Poros Jakarta– Peking”, apa sekarang Presiden Jokowi sengaja membuka kembali “Poros Jakarta–Beijing”? Haiya…
Dulu di Indonesia hanya dikenal: baju potong cina, makanan bernama kacang cina dan pacar cina. Tapi sekarang, orang-orang bermata sipit rame-rame masuk Indonesia, dari RRT tembak langsung. Mereka bukan pejabat atau politisi yang sedang berkunjung ke RI, tapi buruh kasar yang bekerja di proyek-proyek yang bekerja sama dengan investor RRT. Mereka bukan pula tenaga ahlinya, tapi hanya buruh kasar biasa, dari tukang cat, pengaduk semen dan tukang gali tanah.
Menurut isyu-isyu yang beredar, jumlahnya bisa mencapai 10 juta jiwa. Tapi Wapres Jusuf Kalla dan Menteri Luhut Panjaitan membantah, tak masuk akal jumlah itu, kalau hanya puluhan ribu memang iya. Bahkan Gubernur Ahok menegaskan, tidak mungkinlah. “Sepuluh juta itu sama dengan jumlah penduduk DKI. Mau disuruh kerja apa mereka? Bersihkan got?” kata Ahok menepis kabar itu.
Hanif Dakiri selaku Menaker juga membantah. Paling banyak pernah masuk 42.000, tapi setelah proyek selesai kini tinggal sekitar 12.000, lainnya kembali ke negara asal. Hal ini memang juga dicemaskan oleh pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra. Mengizinkan RRT masuk ke Indonesia tanpa visa, menjadikan tenaga kerja Cina itu susah dikontrol, dan dikhawatirkan banyak yang kemudian menetap di sini.
Dari Papua, Deli Serdang, Konawe (Sulawesi Tenggara), Lebak, Serang, Buleleng (Bali), para TKA itu bekerja untuk tenaga kasar. Mereka juga digaji lebih tinggi. Bila tenaga kerja pribumi hanya Rp 4 atau 5 juta sebulan tenaka kerja Cina itu dibayar Rp 15 juta.
Bukannya tak mau pekerjakan orang pribumi, tapi para kontraktor Cina itu memang lebih usung TKA dari negerinya. Mereka bisa bekerja lebih cepat dari jadwal.
Masuknya buluh kasar dali Cina itu ditengarai sejak proyek KA Cepat Jakarta-Bandung dimulai. Apakah ini pertanda Jokowi mau meniru Bung Karno? Dulu ada “Poros Jakarta-Peking”, kini dibuka “Poros Jakarta-Beijing”? Haiyaaaa…… – gunarso ts
http://poskotanews.com/2016/09/08/tenaga-kelja-dali-cina-membanjil-poros-jakarta-beijing-gaya-baru/
Harus bijaksana pemerintah
Kamis, 8 September 2016 — 6:50 WIB
jokowi-kereta
SETELAH Indonesia akrab dengan RRT, kini membanjil tenaga kelja dali Cina. Sekarang ini puluhan ribu TKA (Tenaga Kerja Asing) dari negeri tirai bambu berbondong masuk Indonesia. Ini sangat ironis bagi RI yang penganggurnya dalam negri mencapai 7,02 juta. Jaman Bung Karno ada “Poros Jakarta– Peking”, apa sekarang Presiden Jokowi sengaja membuka kembali “Poros Jakarta–Beijing”? Haiya…
Dulu di Indonesia hanya dikenal: baju potong cina, makanan bernama kacang cina dan pacar cina. Tapi sekarang, orang-orang bermata sipit rame-rame masuk Indonesia, dari RRT tembak langsung. Mereka bukan pejabat atau politisi yang sedang berkunjung ke RI, tapi buruh kasar yang bekerja di proyek-proyek yang bekerja sama dengan investor RRT. Mereka bukan pula tenaga ahlinya, tapi hanya buruh kasar biasa, dari tukang cat, pengaduk semen dan tukang gali tanah.
Menurut isyu-isyu yang beredar, jumlahnya bisa mencapai 10 juta jiwa. Tapi Wapres Jusuf Kalla dan Menteri Luhut Panjaitan membantah, tak masuk akal jumlah itu, kalau hanya puluhan ribu memang iya. Bahkan Gubernur Ahok menegaskan, tidak mungkinlah. “Sepuluh juta itu sama dengan jumlah penduduk DKI. Mau disuruh kerja apa mereka? Bersihkan got?” kata Ahok menepis kabar itu.
Hanif Dakiri selaku Menaker juga membantah. Paling banyak pernah masuk 42.000, tapi setelah proyek selesai kini tinggal sekitar 12.000, lainnya kembali ke negara asal. Hal ini memang juga dicemaskan oleh pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra. Mengizinkan RRT masuk ke Indonesia tanpa visa, menjadikan tenaga kerja Cina itu susah dikontrol, dan dikhawatirkan banyak yang kemudian menetap di sini.
Dari Papua, Deli Serdang, Konawe (Sulawesi Tenggara), Lebak, Serang, Buleleng (Bali), para TKA itu bekerja untuk tenaga kasar. Mereka juga digaji lebih tinggi. Bila tenaga kerja pribumi hanya Rp 4 atau 5 juta sebulan tenaka kerja Cina itu dibayar Rp 15 juta.
Bukannya tak mau pekerjakan orang pribumi, tapi para kontraktor Cina itu memang lebih usung TKA dari negerinya. Mereka bisa bekerja lebih cepat dari jadwal.
Masuknya buluh kasar dali Cina itu ditengarai sejak proyek KA Cepat Jakarta-Bandung dimulai. Apakah ini pertanda Jokowi mau meniru Bung Karno? Dulu ada “Poros Jakarta-Peking”, kini dibuka “Poros Jakarta-Beijing”? Haiyaaaa…… – gunarso ts
http://poskotanews.com/2016/09/08/tenaga-kelja-dali-cina-membanjil-poros-jakarta-beijing-gaya-baru/
Harus bijaksana pemerintah
Diubah oleh ernestjeremiah 08-09-2016 07:15
0
3.3K
50
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694.1KThread•58.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya