- Beranda
- Berita dan Politik
Diki, Bocah Indonesia Usia 12 Tahun Jadi Mahasiswa Termuda di Universitas Waterloo
...
TS
santunkorupsi
Diki, Bocah Indonesia Usia 12 Tahun Jadi Mahasiswa Termuda di Universitas Waterloo

Jumat, 2 September 2016 | 15:59 WIB
ONTARIO, KOMPAS.com —
Ada pemandangan istimewa saat proses perkuliahan di Universitas Waterloo, Ontario, Kanada, dimulai pada bulan September 2016 ini.
Di antara sekian banyak mahasiswa baru yang masuk ke sana, ada seorang bocah berusia 12 tahun yang menjadi mahasiswa termuda dalam sejarah universitas itu.
Uniknya pula, bocah bernama Diki Suryaatmadja yang mendapat kehormatan mendalami ilmu fisika tersebut berasal dari Indonesia.
"Saya merasa sangat gembira, meski sedikit nervous tentang transisi budaya di sini," kata Diki dalam wawancara, Rabu (31/8/2016).
Diki mengambil jalur akselerasi sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di Indonesia.
Diki diterima di Universitas Waterloo sebagai murid kehormatan. Selain mempelajari fisika, Diki pun akan mengambil kelas kimia, matematika, dan ekonomi.
Meskipun baru berusia 12 tahun dan mendarat di Kanada awal minggu ini, Diki mengaku sudah menangkap impresi pertama tentang "rumah barunya".
"Orang-orang di negara ini sangat baik," kata dia, seperti diberitakan laman ctvnews.ca.
"Mereka sangat ramah, bisa dipercaya, dan rendah hati," sambung dia.
Selama di Kanada, Diki akan menetap di luar kampus bersama keluarganya. Artinya, dia tak akan menjadi bagian dari kehidupan asrama di perguruan tinggi tersebut.
Pihak universitas mengatakan, para pengajar akan bekerja sama untuk membantu Diki beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Terlebih lagi, hal tersebut menyangkut pergaulan Diki dengan mahasiswa lain yang usianya jauh di atas dia.
"Memberikan kesempatan kepada bocah 12 tahun, kami rasa, membuat kami harus memberikan lebih banyak panduan untuknya," kata Andre Jardin, dari bagian pendaftaran di universitas itu.
Sebagai contoh, kata Jardin, Diki mungkin akan terhubung langsung dengan penasihat pendidikannya.
Selain itu, pada staf di universitas pun akan melakukan hubungan berkala dengan keluarga Diki.
"Kami hanya memastikan bahwa integrasi sosial dan pengalaman luar biasa yang ada di depan dia akan berlangsung baik, seperti siswa lain," ujar Jardin.
Diki masuk dalam program pendidikan ini untuk masa empat tahun. Artinya, saat lulus nanti pun usia Diki bahkan belum cukup untuk mengajukan pembuatan surat izin mengemudi, di Ontario.
Diki mengaku sudah membuat rencana tentang apa yang akan dia capai pada jenjang perguruan tinggi ini.
Salah satu ide dia adalah menciptakan sumber energi yang lebih murah dan bisa diperbarui.
"Saya ingin mengubah dunia," kata Diki.
"Saya masih muda, dan saya masih memiliki waktu yang panjang," sambung dia.
Jardin lalu mengatakan, pihak sekolah mengambil keputusan untuk Diki tanpa memperhatikan informasi personal, seperti umur dan jenis kelamin.
Aplikasi Diki disetujui sebelum ada orang di sekolah itu menyadari usia Diki.
"Dia telah melampaui jenjang yang fenomenal," kata Jardin.
Diki bahkan mencapai nilai yang lebih tinggi dari sejumlah kandidat lain untuk bisa diterima di Universitas Waterloo tahun ini.
Makan Daging Babi Tak Matang, Otak Pria Ini Diserbu Cacing Pita


Suka dan pernah makan daging yang mentah atau setengah matang? Mungkin sepertinya kamu harus waspada supaya tak mengalami hal mengerikan seperti Luis Ortiz ini. Memangnya apa yang dialami Ortiz? Ternyata ada segerombol cacing hidup di kepalanya lho! Hih.
Yap, mahasiswa asal California, Amerika Serikat ini bahkan hampir kehilangan nyawanya karena cacing yang ada di kepalanya itu membentuk kista dalam otaknya. Kasus mengerikan ini menimpa Ortiz setelah dirinya mengalami gejala awal seperti pusing dan migrain. Hingga akhirnya Ortiz pingsan dan langsung dibawa ke rumah sakit.
Seperti ini rontgen otak Luis yang ditinggali cacing pita © TelegraphSeperti ini rontgen otak Luis yang ditinggali cacing pita © Telegraph
Tim dokter di Pusat Medis Napa Valley pun langsung menjalani CT Scan untuk Ortiz. Mereka pun kaget luar biasa kala melihat segerombol cacing pita membentuk kista di otaknya yang membuat alirah darah membeku. Dengan segera pun Ortiz langsung menjalani operasi untuk menghilangkan infeksi yang bernama Cysticercosis.
"Cacing-cacing itu bahkan masih hidup serta menggeliat saat kami angkat dari otaknya. Kami membuat lubang di tulang tengkoraknya, di atas alis dan memasukkan kamera ke bagian pusat otak untuk menarik kista dan cacing. Beruntung dalam 30 menit paling kritis itu, hidup Ortiz bisa diselamatkan. Karena jika terlambat sedikit saja untuk operasi, dia bisa meninggal," cerita Soren Singel, sang dokter bedah syaraf, seperti dilansir Telegraph.
Seperti ini penampakan cacing pitar di otak Luis © TelegraphSeperti ini penampakan cacing pitar di otak Luis © Telegraph
Membayangkan ada cacing-cacing di dalam kepala mungkin membuat siapapun ngeri. Ortiz pun demikian, "Cacing-cacing itu keluar dari kepalaku? Bagaimana bisa?" ujarnya tak percaya. Menurut dugaan tim dokter, larva cacing pita itu disebabkan oleh kebiasaan makan daging yang tidak diolah matang. Dengan cacing pita yang biasanya ditemukan di daging babi, maka dokter menduga kalau Ortiz pernah makan daging babi setengah matang yang dihinggapi parasit cacing.
Sementara Ortiz sendiri tak ingat kapan dirinya terakhir makan babi karena memang tak terlalu suka. Selain itu dia rupanya pernah tinggal di Meksiko yang memang punya lingkungan kurang bersih. Waduh, kamu harap hati-hati kalau doyan makan babi setengah matang ya! (tel/aia)
KOMPAS
LIPUTAN6
Bukti bahwa dengan tidak makan babi, maka Allah akan memberkahi manusia dengan kecerdasan luarbiasa. Sedangkan kaum yang melawan perintahNYA akan menjadi bodoh bahkan gila karena otaknya jadi sarang cacing pita
Diubah oleh santunkorupsi 04-09-2016 13:04
0
2.2K
17
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.7KThread•56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya