- Beranda
- The Lounge
Bahaya langsung merokok saat berbuka puasa
...
TS
abianton100
Bahaya langsung merokok saat berbuka puasa
Spoiler for "Bismillah":
Spoiler for "Klik":
Seharusnya bulan Ramadhan menjadi saat yang paling tepat bagi para perokok untuk berhenti menghisap batang nikotin itu selama-lamanya. Namun ternyata kebanyakan perokok belum sanggup untuk meninggalkan kebiasaan tersebut dan tetap melanjutkannya tanpa sadar bahwa ada resiko yang lebih besar yang akan mengintai mereka, apalagi jika Anda merokok sesaat setelah berbuka puasa.
dr ZulHilmiYaakob Bach,Med,Sci, MBBS (Aust), MMED(UM) Dokter spesialis jantung di KPJ Tawakkal Specialist Hospital Kuala Lumpur, Malaysia mengatakan bahwa “merokok saat berbuka puasa sangatlah berbahaya, karena kepulan asap rokok yang dihirup saat perut kosong dalam jangka waktu lama, dapat memicu gejala kontraksi kardiovaskular serius.” Beliau lalu melanjutkan, tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen, cairan dan glukosa setelah berpuasa selama seharian. Jika Anda langsung merokok sesaat setelah berbuka puasa, maka rokok akan menghambat aliran oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh, sehingga akan menyebabkan terjadinya kontraksi pada pembuluh darah, sehingga hal tersebut akan memicu terjadinya serangan jantung.
Infark Miokardial atau serangan jantung adalah suatu kondisi dimana terjadi pemutusan atau pembatasan aliran darah ke jantung secara tiba-tiba. Hal ini akan menyebabkan miokardium atau otot jantung menjadi mati karena terbatasnya oksigen yang masuk ke dalam jantung.
Biasanya, yang menjadi penyebab dari terjadinya serangan jantung adalah saat terjadi sumbatan pada arteri koroner sehingga akan menyebabkan putusnya atau berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian dari jantung. Jika aliran darah di daerah tersebut berkurang atau terputus lebih dari beberapa menit, maka jaringan jantung akan mengalami kematian.
Kemampuan jantung untuk memompa setelah terjadi serangan jantung memiliki hubungan dengan lokasi kerusakan jaringan atau infark dan luas terjadinya kerusakan secara langsung. Jika kerusakan dialami oleh lebih dari separuh jaringan jantung, maka biasanya jantung tidak bisa lagi berfungsi sehingga akan sangat beresiko untuk terjadi kematian. Kalaupun kerusakan yang terjadi tidaklah luas, jantung tetap tidak bisa memompa dengan baik, sehingga dapat mengakibatkan terjadinya shock atau gagal jantung.
Jika jantung telah mengalami kerusakan, maka dapat mengalami pembesaran. Salah satu penyebab terjadinya pembesaran tersebut adalah karena usaha jantung untuk meningkatkan kemampuan memompanya yang menurun. Hal ini terjadi karena jantung akan berdenyut lebih kuat jika dia membesar. ZulHilmiYaakob mengatakan “jantung yang membesar juga merupakan gambaran dari kerusakan otot jantungnya sendiri. Pembesaran jantung setelah suatu serangan jantung memberikan prognosis yang lebih buruk.”
Terjadinya bekuan dari bagian jantung itu sendiri juga menjadi penyebab dari terjadinya serangan jantung. Terkadang embolus (bekuan) yang terbentuk di dalam jantung mengalami pecah dan kemudian akan tersangkut pada arteri koroner.
Hal lain yang juga bisa menyebabkan terjadinya serangan jantung adalah terhentinya aliran darah yang kemudian menyebabkan adanya kejang pada arteri koroner. Meskipun terkadang tidak diketahui penyebabnya, namun kebiasaan merokok dan mengkonsumsi obat-obatan berbahaya seperti kokain adalah penyebab dari terjadinya hal ini.
Spoiler for "Klik gan":
Spoiler for "Klik lagi gan":
Diubah oleh abianton100 05-08-2013 14:16
0
2K
28
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya
, trit pertama nih
Ga nolak