Quote:
Minggu, 21 Agustus 2016 | 08:11 WIB | MEGAPOLITAN
AddThis Sharing Buttons
JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sebelumnya kader PDI-P DKI menolak mengusung calon petahana Basuki Tjahaja Purnama(Ahok). Hal itu karena Ahok tidak mengikuti mekanisme pendaftaran bakal calon gubernur yang dilakukan di tingkat DPD PDI-P DKI Jakarta.
Penolakan itu ditandai dengan munculnya video lagu 'Ahok Pasti Tumbang' yang dinyanyikan oleh kader PDI-P DKI. Selain video tersebut, PDI-P DKI juga sempat membentuk Koalisi Kekeluargaan yang isinya adalah partai-partai yang tidak mengusung petahana.
Kini, setelah nama Ahok masuk dalam opsi pertama yang akan digodok DPP partai berlambang banteng moncong putih itu dan berpasangan dengan kader PDI-P yang juga Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat, PDI-P DKI pun mulai luluh.
Apalagi setelah Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri dikabarkan telah menjatuhkan pilihan kepada Ahok-Djarot, PDI-P DKI siap pasang badan.
"Kalau pengurus partai akan tunduk dan patuh kepada keputusan partai. Kalau sudah diputuskan, kita akan ikut. Apapun keputusannya," kata Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Gembong Warsono kepada Netralnews.com, Minggu (21/8/2016).
Reporter : Adiel Manafe
Editor : Y.C Kurniantoro
http://netralnews.com/news/megapolit...hok.di.pilkada
Quote:
#Politisi PDIP DKI Katakan Jakarta Inginkan Ahok-Djarot
Selasa, 07 Juni 2016 | 16:49 WIB | NASIONAL
AddThis Sharing Buttons
JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Charles Honoris, Anggota DPR PDI Dapil DKI Jakarta, mengatakan pemilih DKI menghendaki duet petahana Ahok-Djarot untuk maju pada Pilkada DKI 2017.
"Saya ini kan anggota DPR Fraksi PDIP dari Dapil DKI. Masyarakat di Dapil saya banyak yang bilang mereka maunya sama Ahok-Djarot lagi yang maju pada Pilkada DKI Jakarta 2017," kata Charles hari ini Selasa (7/6/2016) di kompleks DPR di Jakarta.
Ia mengaku saat ini partainya, PDIP, telah mengantongi beberapa nama bakal kandidat melalui hasil survei internal. Mereka akan akan diusung pada Pilgub DKI Jakarta 2017. Namun, dia menyatakan hasil survei tersebut tidak bisa dipublikasikan.
"Survei internal sudah selesai tapi tak bisa dipublikasikan karena itu milik partai, ada beberapa nama termasuk dari internal," kata Charles.
Saat ditanya kemungkinan mengusung calon internal di Pilgub DKI, Charles justru menyatakan hal yang sebaliknya.
"Stok calon dari internal pastinya ada, tapi langkah paling rasional ya tetap mengusung petahana, yakni Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, karena elektabilitas mereka masih tertinggi, 82,8 persen," kata Charles.
Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Hila Japi
http://netralnews.com/news/nasional/...an.ahok.djarot
PDIP sudah luluh gan...

Salam 2 periode
Yusril kemungkinan gak sama uno... uno besok senin deklarasi cawagub nya