Kaskus

News

rakyatlaparAvatar border
TS
rakyatlapar
MILITER FILIPINA dibantu Pasukan Moro GEMPUR Abu Sayyap. TNI siaga Penuh
Filipina lakukan operasi Militer Pembebasan Besar-besaran di Sulu

Kabar24.com, JAKARTA - Indonesia memandang Fipina sangat serius dalam berupaya membebaskan WNI yang disandera di wilayah Sulu.

Pemerintah Indonesia pun mendukung penuh operasi besar-besaran militer Filipina di Sulu yang selama ini menjadi basis kekuatan kelompok bersenjata pimpinan Abu Sayyaf.

"Filipina kita lihat sangat serius (membebaskan sandera berkewarganegaraan Indonesia) dengan mengadakan operasi besar-besaran di Zulu," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Ia berharap Filipina bertindak serius dalam upaya membebaskan 11 awak kapal berkebangsaan Indonesia yang disandera oleh Abu Sayyaf cs.

"Seperti beberapa kali pemerintah sampaikan, kita ingin membebaskan sandera secara 'G to G' (jalur pemerintahan)," katanya.

Wapres mengatakan tidak ingin pembebasan sandera tersebut melalui negosiasi yang justru bernuansa menambah masalah seperti membayar uang tebusan kepada kelompok penyandera.

"Memang semua ada risiko. Tapi risiko yang wajar yang akan kita ambil," ujarnya dalam konferensi pers rutin yang digelar setiap selesai shalat Jumat di kantor Wapres itu.


sumber : Kabar24. com

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
MNLF Habisi 4 Bandit Abu Sayyaf demi Pembebasan sandera WNI

ZAMBOANGA - Empat bandit Abu Sayyaf tewas dalam sebuah bentrokan dengan pasukan Moro National Liberation Front (MNLF) demi menjamin pembebasan tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang disandera di Filipina. Bentrokan pecah di Sulu, kemarin pagi.

Pihak MNLF mengatakan para korban tewas antara lain sub-pemimpin Abu Sayyaf, Jennor Lahab alias Jim Naga, kemudian anaknya dan dua orang lain, yang namanya belum diketahui.

Para korban tewas, menurut laporan Philstar, Rabu (10/8/2016) adalah para pengikut pemimpin Abu Sayyaf, Alhabshy Misaya.

Sementara itu, pihak militer Filipina membenarkan adanya pertempuran antara pasukan MNLF dengan kelompok Abu Sayyaf di Sulu, Filipina selatan.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Komando Mindanao Barat Filipina, Mayor Felimon Tan, mengatakan langkah MNLF itu memang untuk pembebasan tujuh sandera.

Sumber:Sindo


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

WIRANTO : Filipina segera lakukan operasi Militer !!

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia Wiranto menyatakan, Indonesia tidak berkompromi dengan anggota bersenjata Abu Sayyef, lebih-lebih tidak menyerah kepada mereka, walau 10 warga negara Indonesia ditahan. Perbuatan mereka tidak saja membawa ancaman kepada 10 warga negara Indonesia, tetapi juga kepada seluruh bangsa Indonesia. Wiranto mengharapkan pemerintah Filipina untuk membantu membebaskan sandera, dan segera lakukan Operasi Militer disana.

Menteri pertahanan nasional dari Indonesia, Malaysia dan Filipina baru-baru ini mengadakan pertemuan di Bali untuk membahas penyusunan langkah pemeliharaan keamanan di perairan Sulu Pasifik Barat Daya, dan merencanakan latihan militer AL dan AD.

sumber : Indonesia.CRI

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
KSAD Bebaskan Sandera Abu Sayyaf, Kopassus dan Kostrad Siaga dan Siap Go


Jakarta, HanTer - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono menyatakan kesiapan seluruh pasukan TNI Angkatan Darat jika sewaktu-waktu Panglima TNI memerintahkan pelaksanaan operasi militer dalam membebaskan 10 WNI yang disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf.

"Saya sudah siapkan pasukan manakala TNI AD diperintahkan untuk melakukan operasi militer," ujar Mulyono saat ditemui usai menghadiri acara peluncuran buku "Pengabdian Prajurit Kartika", di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (10/8/2016).

Mulyono menuturkan, sejak tersiar kabar adanya kabar warga negara Indonesia yang menjadi korban penyanderaan, dia telah menyiagakan satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

"Kopassus, Kostrad dan alutsista sudah disiapkan. Pasukan saya sudah siap dan siaga, tinggal go," ungkap dia.

sumber: HarianTerbit

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Presiden Duterte Akan Datangi Markas Nur Misuari di Sulu, Filipina Selatan

JAKARTA — Presiden Filipina Rodrigo Duterte akan mendatangi markas pemimpin Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) Nur Misuari di Sulu, Filipina Selatan. Duterte akan meminta bantuan Misuari untuk melakukan negosiasi dengan kelompok Abu Sayyaf guna membebaskan 10 warga negara Indonesia yang masih disandera oleh militan bersenjata Abu Sayyaf.

“Saya mendapat informasi, dalam waktu beberapa hari ini Presiden Duterte akan ke Sulu, ke tempat kampnya Nur Misuari. Berarti Pemerintah Filipina benar-benar akan berusaha membebaskan sandera,” ujar Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo, di Jakarta, Jumat (5/8).

Pemerintah Indonesia, tegas Gatot, terus menjalin koordinsi dengan Pemerintah Filipina terkait upaya pembebasan 10 warga negara Indonesia yang masih disandera oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf itu.

Gatot menilai, pertemuan Duterte dan Nur Misuari itu merupakan bukti keseriusan Pemerintah Filipina dalam melakukan pembebasan WNI yang disandera.

sumber: Koran Jakarta
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

TNI terus siapkan pasukan khusus bebaskan WNI disandera

Jumat, 12 Agustus 2016 15:01 WIB | 2.206 Views


Jakarta (ANTARA News) - TNI terus menyiapkan pasukan khusus gabungan tiga matra TNI untuk membebaskan WNI yang disandera di Abu Sayyaf, di Filipina selatan. Mereka siap bergerak ke posisi penyandera jika perintah diberikan kepada mereka.

"Panglima TNI telah menyiapkan pasukan, jadi kalau diperlukan kapanpun kami siap," kata Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal TNI Tatang Sulaiman, di Jakarta, Jumat, sebagaimana dinyatakan Pusat Penerangan TNI.

Namun, pengerahan pasukan itu akan dilakukan bila sudah ada koordinasi dan kesepakatan antara Indonesia dengan Filipina

Saat ini pasukan militer Filipina, dibantu Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) tengah mengupayakan pembebasan sandera. Terakhir, empat kelompok Abu Sayyaf tewas dalam pertempuran dengan MNLF di Sulu, Filipina. Salah satunya disebut sebagai salah seorang pemimpin senior kelompok bersenjata itu.

"Di sana sekarang sedang ada upaya besar-besaran dari tentara Filipina, mereka sudah bisa melumpuhkan beberapa dari anggota Abu Sayyaf. Kami berusaha mengikuti perkembangan mereka," kata dia.


Sejauh ini, intervensi dan operasionalisasi militer Indonesia di Filipina terhalang konstitusi negara kepulauan itu, yang melarang militer negara lain beroperasi militer kombatan di sana.

TNI akan langsung bergerak jika Filipina meminta bantuan dalam upaya pembebasan sandera itu. Pasukan-pasukan khusus TNI sudah disiagakan dan siap bertugas ketika mendapat perintah. Namun hingga saat ini, Filipina belum juga meminta bantuan.

sumber : AntaraNews

-------------------------

Gak usah mikirin HAM HEM HOM .... apalah namanya, itu hanya memperlemah Negara Kita. biasa kelakuan Antek2 Asing
Diubah oleh rakyatlapar 12-08-2016 19:00
tien212700Avatar border
tien212700 memberi reputasi
1
7.4K
48
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
691.7KThread56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.