Quote:
Jakarta -Sudah sebulan Lebaran berlalu, namun rupanya harga daging ayam masih saja mahal. Di sejumlah pasar tradisional di Jakarta, harga ayam per ekor dengan berat sekitar 1 kg masih dijual di kisaran Rp 35.000-40.000.
Sekretaris Presidium Perhimpunan Peternak Unggas Indonesia (PPUI), Aswin Pulungan mengungkapkan, mahalnya harga daging ayam di pasar disebabkan lantaran ada penurunan produksi ayam di kandang pasca Lebaran.
"Siklus memang setiap tahun begitu, satu bulan setelah Lebaran masih mencari titik keseimbangan karena pasokan ayam berkurang. Masa transisi, nanti mulai turun kalau pasokan ayam sudah normal," kata Aswin kepada detikFinance, Minggu (31/7/2016).
Kondisi ini, kata dia, terjadi lantaran banyak peternak menurunkan produksi ayam di kandang karena libur Lebaran.
"Saat Lebaran dan sesudah Lebaran banyak anak kandang (pegawai peternakan) pulang libur. Baru setelah minggu pertama pada balik, ayam kan bisa dipanen dalam waktu sebulan, karena itu jadi panen ayam banyak berkurang," jelas Aswin.
Dia melanjutkan, harga ayam yang masih tinggi juga bisa dipengaruhi oleh pedagang di tingkat distributor dan pengecer. Hal ini lantaran rantai pasok yang sudah panjang sejak puluhan tahun.
"
Kita di kandang kan mau banyak atau sedikit tetap jualnya Rp 18.000/ekor, tapi sampai di pasar jadi di atas Rp 35.000/ekor, karena ada harga di pasar merupakan kesepakatan pedagang. Itu kan ikut membentuk juga harga di pasar. Dari agen-agen sudah harganya segitu, pedagang ikut saja," ujar Aswin.
(drk/drk)
http://finance.detik.com/read/2016/0...lasan-peternak
oh bgtu brrt tergantung kesepakatan.. okelah
