- Beranda
- The Lounge
Apa yang salah dari dunia pendidikan di Indonesia
...
TS
badlemon
Apa yang salah dari dunia pendidikan di Indonesia
"Generasi Muda Penerus Bangsa" sebuah quote yang entah berlaku atau nggak di negri kita tercinta ini.
Dari tahun ke tahun dunia pendidikan di indonesia samasekali tidak menunjukan kemajuan yang signifikan.
Hal yang wajib di terima oleh setiap WNI yang berusia 5-18 tahun adalah, 13-15 butir mata pelajaran, dan kalian tau apa hasil dari belajar ke 13-15 mata pelajaran itu? hasilnya sebuah gagasan bodoh bernamakan UNAS (Uang Nasional). Kenapa Uang Nasional? karena UNAS merupakan "proyek" buat mereka tikus-tikus yang berada di atas.
Coba agan bayangin 3 tahun sekolah, 15 mata pelajaran, dan kelulusan hanya dilihat dari beberapa mata pelajaran.
Pada saat agan menginjakan kaki di SMA, dan mulai memasuki semester akhir. Akan terasa bagaimana ketidakadilan yang jelas berlaku di Indonesia. Nggak percaya? disini ada 2 pihak yaitu pihak IPA dan IPS.
Ketika akan memilih perguruan tinggi, siswa IPA boleh mengambil jalur IPS, namun apa yang terjadi ketika jurusan IPS yg memiliki hobi di pelajaran bidang tekik, matematika, atau pelajaran lain yang berbau IPA, dan ingin melanjutkan ke jurusan idamanya? Memang bukan sesuatu yang mustahil, caranya dengan masuk perguruan tinggi swasta, atau mengambil IPC. Itupun jika agan siap apabila nantinya di ragukan dari siswa jurusan IPA. Jadi, perlukah IPA&IPS;?
Oke yang terakhir, dan yang menurut ane paling bertanggungjawab atas semua kegagalan dunia pendidikan di Indonesia, Mereka adalah pemerintah. Dari tahun ketahun "mereka" tetap saja mempertahankan sesuatu yang tidak berguna. Apa itu? Tentunya UNAS. "Mega Proyek" ini hampir tidak mungkin bisa di hilangkan. Mengapa? Kerena "mereka" mendapatkan rumah mewah, supercar, serta penghasilan tambahan dari sana.
Tapi apakah "mereka" pernah berfikir bagaimana Indonesia kedepanya jika "mereka" hanya sibuk mengisi perut dan kantong, apakah generasi muda bisa menerima kebijakan yang terus menerus dirombak tanpa tujuan yang jelas.
Tidak ada jaminan bagi mereka yang memiliki gagasan, Tidak ada jaminan bagi mereka yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. Jaminan hanya berlaku apabila seseorang memiliki Tahta, atau Dana. Tak heran, tiap tahunya lulusan perguruan tinggi dengan kemampuan di atas rata rata memilih untuk menggunakan kemampuan mereka di negri orang.
"mereka" tak pernah menyadari jika apa yang "mereka" lakukan membuat Bangsa Indonesia makin tertinggal dan makin kehilangan arah.:')
NB: Sistem pendidikan sejak trit ini dibuat (2014) telah banyak berubah ke arah yang lebih baik dan semoga akan terus berkembang
Dari tahun ke tahun dunia pendidikan di indonesia samasekali tidak menunjukan kemajuan yang signifikan.
Hal yang wajib di terima oleh setiap WNI yang berusia 5-18 tahun adalah, 13-15 butir mata pelajaran, dan kalian tau apa hasil dari belajar ke 13-15 mata pelajaran itu? hasilnya sebuah gagasan bodoh bernamakan UNAS (Uang Nasional). Kenapa Uang Nasional? karena UNAS merupakan "proyek" buat mereka tikus-tikus yang berada di atas.
Coba agan bayangin 3 tahun sekolah, 15 mata pelajaran, dan kelulusan hanya dilihat dari beberapa mata pelajaran.
Pada saat agan menginjakan kaki di SMA, dan mulai memasuki semester akhir. Akan terasa bagaimana ketidakadilan yang jelas berlaku di Indonesia. Nggak percaya? disini ada 2 pihak yaitu pihak IPA dan IPS.
Ketika akan memilih perguruan tinggi, siswa IPA boleh mengambil jalur IPS, namun apa yang terjadi ketika jurusan IPS yg memiliki hobi di pelajaran bidang tekik, matematika, atau pelajaran lain yang berbau IPA, dan ingin melanjutkan ke jurusan idamanya? Memang bukan sesuatu yang mustahil, caranya dengan masuk perguruan tinggi swasta, atau mengambil IPC. Itupun jika agan siap apabila nantinya di ragukan dari siswa jurusan IPA. Jadi, perlukah IPA&IPS;?
Oke yang terakhir, dan yang menurut ane paling bertanggungjawab atas semua kegagalan dunia pendidikan di Indonesia, Mereka adalah pemerintah. Dari tahun ketahun "mereka" tetap saja mempertahankan sesuatu yang tidak berguna. Apa itu? Tentunya UNAS. "Mega Proyek" ini hampir tidak mungkin bisa di hilangkan. Mengapa? Kerena "mereka" mendapatkan rumah mewah, supercar, serta penghasilan tambahan dari sana.
Tapi apakah "mereka" pernah berfikir bagaimana Indonesia kedepanya jika "mereka" hanya sibuk mengisi perut dan kantong, apakah generasi muda bisa menerima kebijakan yang terus menerus dirombak tanpa tujuan yang jelas.
Tidak ada jaminan bagi mereka yang memiliki gagasan, Tidak ada jaminan bagi mereka yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. Jaminan hanya berlaku apabila seseorang memiliki Tahta, atau Dana. Tak heran, tiap tahunya lulusan perguruan tinggi dengan kemampuan di atas rata rata memilih untuk menggunakan kemampuan mereka di negri orang.
"mereka" tak pernah menyadari jika apa yang "mereka" lakukan membuat Bangsa Indonesia makin tertinggal dan makin kehilangan arah.:')
NB: Sistem pendidikan sejak trit ini dibuat (2014) telah banyak berubah ke arah yang lebih baik dan semoga akan terus berkembang
Diubah oleh badlemon 08-07-2016 13:14
0
2.4K
27
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•104.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya