Kaskus

News

BeritagarIDAvatar border
TS
BeritagarID
Mengapa netizen dukung pencalonan Tito Karnavian sebagai Kapolri
Mengapa netizen dukung pencalonan Tito Karnavian sebagai Kapolri
Tito Karnavian saat prosesi pelantikan dirinya sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Istana Negara, Jakarta (16 Maret 2016). TEMPO/Aditia Noviansyah; AN2016061609]
Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengajukan nama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Polisi Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri.

Pengajuan itu termuat dalam surat permohonan persetujuan yang diterima Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Isi surat itu jadi sorotan, setelah diungkap Ketua DPR, Ade Komarudin.

Kabar itu juga termuat dalam kicauan akun Twitter @DPR_RI. Menyusul surat itu, akan digelar rapat pimpinan DPR, Kamis (16/6). Pun kemungkinan akan berlangsung fit and proper test pada 22 Juni.

Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi juga mengonfimasi pengajuan Tito sebagai calon tunggal Kapolri. Seperti dikutip Antara News, Johan pun membeberkan pertimbangan presiden memilih Tito.

Presiden, kata Johan, ingin meningkatkan profesionalisme Polri sebagai pengayom masyarakat. Pun ada keingian presiden agar kepolisian bisa memperbaiki kualitas penegakan hukum, terutama di perkara terorisme, narkoba, dan korupsi. Hal lain yang jadi pertimbangan Jokowi adalah kemampuan berkomunikasi dengan penegak hukum lain.
6. "Kemungkinan fit and proper test Calon Kapolri Komjen Pol Tito Karnavian akan dilakukan pada 22 Juni 2016," Ade Komarudin.
— DPR RI (@DPR_RI) June 15, 20167. "Kita harapkan sebelum memasuki libur hari raya idul fitri sudah bisa kita selesaikan dan bisa ditetapkan sebagai Kapolri" Ade Komarudin.
— DPR RI (@DPR_RI) June 15, 2016
Tentang sambutan positif netizen

Menyusul kabar pencalonan Tito, di media sosial namanya langsung melambung. Rabu (15/6), Tren Twitter Indonesia menunjukkan kata kunci "Tito Karnavian" di posisi puncak.

Mayoritas netizen terlihat menyambut positif pencalonan Tito oleh Jokowi. Nada-nada macam itu datang dari para pekicau berpengaruh, misalnya @ernestprakasa (349 ribu pengikut), @rennyfernandez (122 ribu pengikut), dan @fadjroel (122 ribu pengikut).

Lantas, kenapa Tito mendapat sambutan positif dari netizen?

Sejauh ini nama Tito memang relatif jauh dari sentimen negatif di media sosial. Hal itu berbeda dengan nama calon Kapolri lainnya, yang punya catatan relasi buruk dengan netizen.

Sebagai misal, Wakapolri Komjen Budi Gunawan (BG) sejak 2015 punya catatan sentimen negatif dari publik media sosial.

Januari 2015, nama Budi Gunawan menguat dalam pencalonan Kapolri. Namun, di saat yang sama, namanya justru menuai sentimen negatif dar netizen.

Pemicunya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadikan Budi Gunawan sebagai tersangka korupsi, sehubungan dengan kiprahnya saat menjabat Kepala Biro Pembinaan Karier Deputi Sumber Daya Manusia Polri (2003 - 2006) dan jabatan lainnya.

Penolakan netizen atas sosok Budi Gunawan sebagai Kapolri juga termuat dalam petisi di Change.org, yang meraih 34 ribu dukungan.

Belakangan, Budi Gunawan memenangkan gugatan praperadilan atas penetapan dirinya sebagai tersangka. Namun, namanya telanjur punya citra buruk di mata publik media sosial.

Adapun nama lain yang juga sempat dijagokan menjadi Kapolri adalah adalah Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso.

Perwira yang karib disapa Buwas itu juga tak cukup dekat dengan netizen. Sebagai contoh, saat dirinya melempar wacana lapas narkoba berpenjaga buaya, netizen justru balik mengolok-oloknya.

Alasan lain, netizen mendukung Tito agaknya lebih merujuk pada sepak terjangnya. Hal tersebut terlihat lewat sejumlah kicauan yang secara spesifik menyampaikan pencapaian jenderal bintang tiga itu selama berkarir di korps Bhayangkara.

Sentimen positif kepada Tito bisa pula dilihat sebagai dukungan netizen. Berikut sejumlah kicauan tweeps.
Calon #KapolriTitoKarnavian diajukan Presiden @jokowi ke @DPR_RI pemegang Adhi Makayasa 1987. Badrodin Haiti Adhi Makayasa 1982 @PEDOMAN_id
— Fadjroel Rachman (@fadjroeL) June 15, 2016Tito Karnavian akan jd Kapolri termuda, Kapolri pertama dari luar jawa, dan Kapolri pertama bergelar doktor.Konon begitu. S E N S O R????????
— Seseq (@sheque) June 15, 2016Komandan lapangan yang berhasil menangkap Mas Tommy Soeharto bakal jadi Kapolri ?
— Iman Brotoseno (@imanbr) June 15, 2016Tito Karnavian,2005: nangkep dr.Azhari. 2007:nangkep plaku krusuhan Poso, 2009:mimpin densus nangkep Nurdin [URL="https://S E N S O Rh8edKps0i2"]https://S E N S O Rh8edKps0i2[/URL] #Kapolri
— summer rain (@RennyFernandez) June 15, 2016Senang mendengar @jokowi anulir Perda bermasalah & ajukan Tito Karnavian jd calon tunggal Kapolri. Terimakasih, Pak Presiden emoticon-Smilie
— Ernest Prakasa (@ernestprakasa) June 15, 2016Sepertinya Tito Karnavian dpt tugas jangka panjang benahi Polri. Tak cm soal profesionalisme & teroris, tp jg urusan clean goverment
— Andi Chairil (@andi_chairil) June 15, 2016Sekali lagi. Salut buat keberanian Jokowi usulin Tito Karnavian.
— Padang Galir (@ubegebe1) June 15, 2016
Tito Karnavian kini berusia 51 tahun. Ia merupakan penerima bintang Adhi Makayasa sebagai lulusan Akpol terbaik angkatan 1987.

Sebelum menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme per Maret 2016, Tito tercatat pernah menyandang jabatan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya (2015 - 2016), dan Kepala Kepolisian Daerah Papua (2012 - 2014).

Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Detasemen Khusus 88. Di detasemen anti teror itu, Tito memang punya catatan panjang. Sejak 2004, dirinya telah memimpin tim Densus 88 di Polda Metro Jaya, yang ketika itu baru dibentuk.

Karir perwira kelahiran Palembang itu juga mencuat lewat penangkapan sejumlah gembong teroris, macam Noordin M. Top (2009). Pengalaman Tito dalam penanganan kasus terorisme sempat pula termuat dalam buku [URL="https://www.S E N S O R/book/show/5196688-indonesian-top-secret"]Indonesian Top Secret: Membongkar Konflik Poso[/URL] (2008).

Tak hanya terorisme, Tito juga punya prestasi sebagai pemimpin Tim Kobra, yang berhasil menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto (2001).
Mengapa netizen dukung pencalonan Tito Karnavian sebagai Kapolri


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ebagai-kapolri

---

anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
10.8K
12
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
Beritagar.id
KASKUS Official
13.5KThread•916Anggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.