- Beranda
- Citizen Journalism
Menikmati Keasrian Proton City, Tanjung Malim
...
TS
hayeu89
Menikmati Keasrian Proton City, Tanjung Malim
Oleh RIDHA HADI, putra Pidie, alumnus Teknik Planologi, Universitas Diponegoro Semarang, melaporkan dari Kuala Lumpur
Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mengunjungi salah satu pabrik mobil terbesar di Malaysia, yaitu Proton. Pabrik ini berada di sebuah kota kecil Tanjung Malim yang merupakan bagian dari negeri Perak. Saya yang kala itu sedang berada di Kuala Lumpur, memilih menggunakan bus seharga RM 7.85 agar bisa menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan. Sebenarnya tidak ada niatan khusus bagi saya untuk melanjutkan destinasi traveling ini menuju kota Tanjung Malim. Namun, karena istri saya yang juga merupakan alumni dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), jadilah momen nostalgia ini kami manfaatkan untuk berkeliling kompleks industri Proton yang letaknya tepat bersebelahan dengan kawasan kampus tersebut.
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam, akhirnya tibalah kami di Tanjung Malim Bus Station. Kemudian, kami menuju sebuah tempat penginapan yang tak jauh dari asrama mahasiswa UPSI. Keesokan harinya setelah usai melepas lelah, kami memutuskan untuk berjalan-jalan di seputar kampus sekaligus mengunjungi Proton. Untuk mencapai kawasan Proton, kami menumpangi bus kampus yang disediakan secara percuma atau gratis dari asrama mahasiswa ke kampus Sultan Azlan Shah (kampus baru UPSI) yang merupakan kawasan kampus yang berdekatan dengan industri Proton. Sesampainya di kampus tersebut, kami menyewa sepeda selama 2 jam seharga RM 3. Dengan bersepeda santai kami hanya menempuh 15 menit untuk mencapai ke kawasan industri Proton.
Proton adalah singkatan dari Perusahaan Otomobil Nasional Sdn Bhd yang merupakan perusahaan mobil inisiatif dari Perdana Menteri Malaysia saat itu, yaitu Mahathir Mohammad pada tahun 1983. Sejak didirikan pertama kali, Proton sudah menjelma menjadi sebuah perusahaan produsen mobil pertama di Malaysia dengan peluncuran model komersial pertama yaitu Proton Saga pada tanggal 9 Juli 1985. Pasar pertama Proton Saga adalah Singapura, setahun setelah model pertama diluncurkan, Proton telah berhasil meluncurkan 10.000 buah mobil. Tahun berikutnya lebih dari 50.000 unit Proton Saga telah diproduksi dan dijual di Bangladesh, Brunei Darussalam, Selandia Baru, Malta, Sri Lanka, dan Inggris. Pada awal berdirinya, Proton masih menggunakan teknologi dari perusahaan Jepang yaitu Mitsubishi, tetapi seiring berjalan waktu Proton telah berhasil mengembangkan mobil Proton menggunakan teknologinya sendiri sampai saat ini.
Hal yang paling berkesan bagi saya selama berkeliling di kawasan perindustrian Proton adalah keasriannya yang dapat dilihat dari lokasi pabrik yang berada di bawah kaki pegunungan. Ditambah lagi dengan adanya Tasik Embayu, yaitu sebuah danau buatan yang ada tepat di kawasan pemukiman karyawan Proton dan dikelilingi oleh ruang terbuka hijau. Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan pemukiman karyawan Proton berfungsi sebagai nilai estetika yaitu sebagai sumber rekreasi publik serta berfungsi sebagai sumber penampungan air dan pengatur iklim tropis yang terik dan lembab. RTH di kawasan Proton juga mempunyai manfaat kehidupan yang tinggi, terkait dengan keberadaannya (fungsi ekologis, sosial, ekonomi, dan arsitektural) dan nilai estetika yang dimilikinya (obyek dan lingkungan) tidak hanya dapat dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan untuk kelangsungan kehidupan kawasan tetapi juga dapat menjadi nilai kebanggaan dan identitas kawasan industri Proton tersendiri. RTH kawasan Proton tidak hanya mampu menampung aktivitas sosial karyawannya saja tetapi dapat memberikan fungsi rekreatif, edukatif serta memiliki kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. Untuk mendapatkan RTH yang fungsional dan estetik dalam suatu sistem kawasan maka luas minimal, pola dan struktur, serta bentuk dan distribusinya harus menjadi pertimbangan dalam membangun dan mengembangkannya.
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam kawasan perindustrian dan permukiman merupakan suatu isu global karena akan terkait dengan perubahan iklim. Isu perubahan iklim ini menjadi masalah yang sangat penting untuk diatasi dengan pengelolaan, pembangunan dan pengoptimalan ketersediaan RTH yang ada di suatu kawasan perindustrian dan permukiman. Pengoptimalan RTH ini perlu didukung oleh adanya kebijakan, strategi, dan pembiayaan untuk mendukung proses pembangunan dan pengoptimalan RTH. Perencanaan kawasan industri dengan selalu memperhatikan RTH seperti ini seharusnya dapat menjadi contoh untuk perencanaan pembangunan kawasan industri di Aceh, terutama untuk rencana kawasan industri yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Aceh.
http://aceh.tribunnews.com/2015/12/1...an-proton-city






Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mengunjungi salah satu pabrik mobil terbesar di Malaysia, yaitu Proton. Pabrik ini berada di sebuah kota kecil Tanjung Malim yang merupakan bagian dari negeri Perak. Saya yang kala itu sedang berada di Kuala Lumpur, memilih menggunakan bus seharga RM 7.85 agar bisa menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan. Sebenarnya tidak ada niatan khusus bagi saya untuk melanjutkan destinasi traveling ini menuju kota Tanjung Malim. Namun, karena istri saya yang juga merupakan alumni dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), jadilah momen nostalgia ini kami manfaatkan untuk berkeliling kompleks industri Proton yang letaknya tepat bersebelahan dengan kawasan kampus tersebut.
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam, akhirnya tibalah kami di Tanjung Malim Bus Station. Kemudian, kami menuju sebuah tempat penginapan yang tak jauh dari asrama mahasiswa UPSI. Keesokan harinya setelah usai melepas lelah, kami memutuskan untuk berjalan-jalan di seputar kampus sekaligus mengunjungi Proton. Untuk mencapai kawasan Proton, kami menumpangi bus kampus yang disediakan secara percuma atau gratis dari asrama mahasiswa ke kampus Sultan Azlan Shah (kampus baru UPSI) yang merupakan kawasan kampus yang berdekatan dengan industri Proton. Sesampainya di kampus tersebut, kami menyewa sepeda selama 2 jam seharga RM 3. Dengan bersepeda santai kami hanya menempuh 15 menit untuk mencapai ke kawasan industri Proton.
Proton adalah singkatan dari Perusahaan Otomobil Nasional Sdn Bhd yang merupakan perusahaan mobil inisiatif dari Perdana Menteri Malaysia saat itu, yaitu Mahathir Mohammad pada tahun 1983. Sejak didirikan pertama kali, Proton sudah menjelma menjadi sebuah perusahaan produsen mobil pertama di Malaysia dengan peluncuran model komersial pertama yaitu Proton Saga pada tanggal 9 Juli 1985. Pasar pertama Proton Saga adalah Singapura, setahun setelah model pertama diluncurkan, Proton telah berhasil meluncurkan 10.000 buah mobil. Tahun berikutnya lebih dari 50.000 unit Proton Saga telah diproduksi dan dijual di Bangladesh, Brunei Darussalam, Selandia Baru, Malta, Sri Lanka, dan Inggris. Pada awal berdirinya, Proton masih menggunakan teknologi dari perusahaan Jepang yaitu Mitsubishi, tetapi seiring berjalan waktu Proton telah berhasil mengembangkan mobil Proton menggunakan teknologinya sendiri sampai saat ini.
Hal yang paling berkesan bagi saya selama berkeliling di kawasan perindustrian Proton adalah keasriannya yang dapat dilihat dari lokasi pabrik yang berada di bawah kaki pegunungan. Ditambah lagi dengan adanya Tasik Embayu, yaitu sebuah danau buatan yang ada tepat di kawasan pemukiman karyawan Proton dan dikelilingi oleh ruang terbuka hijau. Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan pemukiman karyawan Proton berfungsi sebagai nilai estetika yaitu sebagai sumber rekreasi publik serta berfungsi sebagai sumber penampungan air dan pengatur iklim tropis yang terik dan lembab. RTH di kawasan Proton juga mempunyai manfaat kehidupan yang tinggi, terkait dengan keberadaannya (fungsi ekologis, sosial, ekonomi, dan arsitektural) dan nilai estetika yang dimilikinya (obyek dan lingkungan) tidak hanya dapat dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan untuk kelangsungan kehidupan kawasan tetapi juga dapat menjadi nilai kebanggaan dan identitas kawasan industri Proton tersendiri. RTH kawasan Proton tidak hanya mampu menampung aktivitas sosial karyawannya saja tetapi dapat memberikan fungsi rekreatif, edukatif serta memiliki kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. Untuk mendapatkan RTH yang fungsional dan estetik dalam suatu sistem kawasan maka luas minimal, pola dan struktur, serta bentuk dan distribusinya harus menjadi pertimbangan dalam membangun dan mengembangkannya.
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam kawasan perindustrian dan permukiman merupakan suatu isu global karena akan terkait dengan perubahan iklim. Isu perubahan iklim ini menjadi masalah yang sangat penting untuk diatasi dengan pengelolaan, pembangunan dan pengoptimalan ketersediaan RTH yang ada di suatu kawasan perindustrian dan permukiman. Pengoptimalan RTH ini perlu didukung oleh adanya kebijakan, strategi, dan pembiayaan untuk mendukung proses pembangunan dan pengoptimalan RTH. Perencanaan kawasan industri dengan selalu memperhatikan RTH seperti ini seharusnya dapat menjadi contoh untuk perencanaan pembangunan kawasan industri di Aceh, terutama untuk rencana kawasan industri yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Aceh.
http://aceh.tribunnews.com/2015/12/1...an-proton-city







0
2.1K
6
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Citizen Journalism
16.6KThread•15.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya