- Beranda
- Berita dan Politik
Inilah Menteri Gede Bacot yang Bakal Kena Reshuffle
...
TS
kurt.cob41n
Inilah Menteri Gede Bacot yang Bakal Kena Reshuffle
Jakarta, HanTer - Isu perombakan Kabinet Kerja terus menggelinding. Soalnya, reshuffle kabinet dinilai sudah menjadi kebutuhan sehingga tak perlu ditunda-tunda lagi.
Pengamat politik senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti, mengatakan, Presiden Joko Widodo tentu sudah mengetahui rapor kinerja para menteri. Karenanya, reshuffle tidak mungkin akan menimbulkan gejolak politik karena dukungan partai politik sudah kuat di pemerintah.
''Partai Golkar telah menyatakan mendukung pemerintah. Sekarang saatnya Presiden Jokowi melakukan reshuffle,” katanya.
Ikrar berharap Presiden Jokowi, seperti dilansir tempo, mempertahankan komposisi zaken kabinet (kabinet ahli) yang mayoritas dari kalangan profesional, yakni 14 menteri dari partai dan 20 dari profesional.
''Dengan kata lain jumlah menteri dari partai dan profesional tak perlu diutak-atik. Sudah pas komposisinya," tegasnya.
Ikrar juga berpendapat, ini harus menjadi reshuffle terakhir hingga masa kerja Presiden Jokowi berakhir pada Oktober 2019 supaya stabilitas politik dan ekonomi tetap terjaga. Ikrar menjelaskan, beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi sudah menyinggung kinerja beberapa menterinya. Publik pun sudah menyoroti kerja menteri-menteri.
Ikrar mencontohkan, ada masalah rekrutmen pendamping desa di Kementerian Desa, Transmigrasi, dan Daerah Tertinggal, lalu masalah Blok Masela, kemudian kinerja Kementerian. “Presiden mesti melihat siapa menteri yang gede bacotnya doang,” ucap Ikrar.
Adapun soal dukungan politik, dia menuturkan, Golkar sebagai pemenang kedua Pemilu 2014 memberikan tawaran yang tinggi kepada Presiden Jokowi. Menurut Ikrar, tawaran itu cukup melegakan untuk kemapanan politik, yakni keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP) dan akan mencalonkan Jokowi dalam pemilihan presiden 2019.
Golkar secara tak langsung membubarkan koalisi pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada pemilihan presiden 2014 dengan menyatakan mundur dari KMP. Sebab, kekuatan politik KMP jadi berkurang. Bahkan Partai Amanat Nasional yang lebih dulu menyatakan ingin bergabung dengan pemerintah tak pernah menyatakan mundur dari KMP.
http://nasional.harianterbit.com/nas...Kena-Reshuffle
sapa nih menteri yg gede bacot
Pengamat politik senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti, mengatakan, Presiden Joko Widodo tentu sudah mengetahui rapor kinerja para menteri. Karenanya, reshuffle tidak mungkin akan menimbulkan gejolak politik karena dukungan partai politik sudah kuat di pemerintah.
''Partai Golkar telah menyatakan mendukung pemerintah. Sekarang saatnya Presiden Jokowi melakukan reshuffle,” katanya.
Ikrar berharap Presiden Jokowi, seperti dilansir tempo, mempertahankan komposisi zaken kabinet (kabinet ahli) yang mayoritas dari kalangan profesional, yakni 14 menteri dari partai dan 20 dari profesional.
''Dengan kata lain jumlah menteri dari partai dan profesional tak perlu diutak-atik. Sudah pas komposisinya," tegasnya.
Ikrar juga berpendapat, ini harus menjadi reshuffle terakhir hingga masa kerja Presiden Jokowi berakhir pada Oktober 2019 supaya stabilitas politik dan ekonomi tetap terjaga. Ikrar menjelaskan, beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi sudah menyinggung kinerja beberapa menterinya. Publik pun sudah menyoroti kerja menteri-menteri.
Ikrar mencontohkan, ada masalah rekrutmen pendamping desa di Kementerian Desa, Transmigrasi, dan Daerah Tertinggal, lalu masalah Blok Masela, kemudian kinerja Kementerian. “Presiden mesti melihat siapa menteri yang gede bacotnya doang,” ucap Ikrar.
Adapun soal dukungan politik, dia menuturkan, Golkar sebagai pemenang kedua Pemilu 2014 memberikan tawaran yang tinggi kepada Presiden Jokowi. Menurut Ikrar, tawaran itu cukup melegakan untuk kemapanan politik, yakni keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP) dan akan mencalonkan Jokowi dalam pemilihan presiden 2019.
Golkar secara tak langsung membubarkan koalisi pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada pemilihan presiden 2014 dengan menyatakan mundur dari KMP. Sebab, kekuatan politik KMP jadi berkurang. Bahkan Partai Amanat Nasional yang lebih dulu menyatakan ingin bergabung dengan pemerintah tak pernah menyatakan mundur dari KMP.
http://nasional.harianterbit.com/nas...Kena-Reshuffle
sapa nih menteri yg gede bacot

Diubah oleh kurt.cob41n 01-06-2016 11:34
0
3.3K
27
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.3KThread•59KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya