- Beranda
- Beritagar.id
Tarung kampanye pro dan anti tembakau di linimasa
...
TS
BeritagarID
Tarung kampanye pro dan anti tembakau di linimasa

Pekerja memotong daun tembakau untuk dijemur di Desa Rancabango, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (27/5).
Hari Tanpa Tembakau Sedunia menyita perhatian netizen. Tagar [URL="#WorldNoTobaccoDay"]#WorldNoTobaccoDay[/URL] ikut mencuat dalam Tren Twitter Indonesia, Selasa (31/5/2016).
Seturut namanya, perayaan itu dimaksudkan guna mendorong publik berpantang mengonsumsi produk tembakau --terutama rokok-- selama sehari. Inisiasi Hari Tanpa Tembakau Sedunia sudah dimulai sejak 1987, digerakkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pada tahun ini, WHO memfokuskan kampanye mereka dalam usaha pengendalian produk tembakau. Terutama, guna mendorong penerapan kebijakan kemasan polos bagi produk tembakau.
Dalam kacamata pendukung perayaan ini, produk tembakau, terutama rokok punya efek negatif bagi kesehatan. Argumentasi itu terlihat dalam sejumlah kicauan di linimasa Twitter.
Misalnya dari kicauan @blogdokter (1,4 juta pengikut). Akun yang dikendalikan dr. I Made Wirawan itu, antara lain mengutip klaim WHO soal jumlah kematian karena tembakau. Merujuk data itu, setiap tahun ada enam juta orang yang meninggal karena rokok. Lima juta di antaranya merupakan perokok, dan sisanya adalah perokok pasif.
Sekitar 6 juta orang meninggal dunia setiap tahun di seluruh dunia oleh sesuatu yang berhubungan dengan rokok. #NoTobaccoDay
— IG: @BlogDokter (@blogdokter) May 31, 2016 Dari 6 juta yg meninggal dunia setiap tahun karena rokok di seluruh dunia, 5 jutanya perokok aktif dan sisanya perokok pasif. #NoTobaccoDay
— IG: @BlogDokter (@blogdokter) May 31, 2016 "Nikotin jeda adiksinya hanya 2 jam," Lula Kamal di acara #HTTS2016 #WNTD2016, " Tp produknya legal dimana-mana."
— WHO Indonesia (@WHOIndonesia) May 31, 2016"Kematian adalah kepastian, tapi kematian jangan sampai dengan keadaan kecacatan & kesakitan diakibatkan oleh rokok" [URL="https://S E N S O R7qRNx5407G"]pic.twitter.com/7qRNx5407G[/URL]
— Kemenkes RI (@KemenkesRI) May 31, 2016
Namun, kampanye itu tak melenggang sendirian. Suara perlawanan juga hadir di media sosial. Hal itu bisa ditengok lewat aktivitas tagar #TerimakasihTembakau, yang juga hilir-mudik di Tren Twitter Indonesia.
Salah satu yang lantang mengampanyekan tagar itu adalah akun @KomunitasKretek (8 ribu pengikut). Komunitas itu selama ini dikenal getol mengampanyekan kretek sebagai warisan budaya Indonesia.
Komunitas Kretek menyebut seruan Hari Tanpa Tembakau Sedunia itu telah berubah, dari sekadar imbauan berpantang merokok dalam sehari, menjadi agenda untuk mempersempit ruang gerak peredaran tembakau.
Cara pandang para pendukung Hari Tanpa Tembakau Sedunia dipandang keliru oleh Komunitas Kretek. Mereka pun menudingnya sebagai salah satu upaya mematikan potensi ekonomi negara.
Sebagai gantinya, Komunitas Kretek mengajak publik melihat sisi lain dari tembakau. Mereka mengutip data Organisasi Buruh Internasional (ILO, 2010), yang menyebut tak kurang dari 10 juta orang yang menggantungkan hidup kepada tembakau --baik langsung maupun tidak.
Angka tersebut, termasuk para petani tembakau, ribuan pekerja industri rokok kretek, pedagang kelontong, industri periklanan, dan lain-lain. Pun di Indonesia, dengan rokok kretek, maka para petani cengkeh termasuk di dalamnya. Cengeh merupakan bahan dasar kretek, seperti halnya tembakau.
Argumen lain berkisar pada perkara kontribusi industri tembakau untuk kas negara. Komunitas Kretek memberi contoh, pada 2015 saja, cukai rokok yang masuk ke kas negara mencapai 139,5 triliun rupiah.
"Jika tembakau dan produk hasil tembakau pada akhirnya dilarang, apakah para pegiat anti-tembakau siap memberikan dana ratusan triliun kepada kas negara dan mencarikan pekerjaan bagi jutaan orang yang akan kehilangan sumber penghidupannya?" bunyi pertanyaan sekaligus gugatan mereka.
Tak perlu takut dengan kampanye antitembakau. Tetap suburkan tanah-tanahmu. #TerimakasihTembakau [URL="https://S E N S O RTj8cqkAEMt"]pic.twitter.com/Tj8cqkAEMt[/URL]
— LASKAR KRETEK (@LaskarKretek) May 31, 2016 Teruslah menanam, ibu. Karena tembakau itu kehidupanmu.#terimakasihtembakau#tributetokretek [URL="https://S E N S O R9yxmZhXfBK"]pic.twitter.com/9yxmZhXfBK[/URL]
— Gober Sindhik (@GoberSindhik) May 31, 2016"Kami salah satu kelompok yg secara konsisten menolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia." #TerimakasihTembakau [URL="https://S E N S O RbJFlPrG35s"]pic.twitter.com/bJFlPrG35s[/URL]
— Komunitas Kretek (@KomunitasKretek) May 31, 2016 Sejak dahulu kala kretek telah lekat dengan keseharian rakyat. #TerimakasihTembakau [URL="https://S E N S O RbZexwIlERr"]pic.twitter.com/bZexwIlERr[/URL]
— Minum Kopi (@KopiID) May 31, 2016
Persaingan kampanye pro dan anti tembakau itu juga tergambar dalam sejumlah aksi di luar jaringan internet (luring, offline).
Kelompok anti-tembakau mengampanyekan bahaya merokok melalui aksi damai, hingga seminar-seminar. Pun pihak pro-tembakau menggelar aksi mengampanyekan bertajuk #TerimakasihTembakau di Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung.
Berikut kami pilihkan sejumlah foto aksi-aksi yang dibagikan di linimasa Twitter --baik dari mereka yang pro maupun kontra terhadap Tembakau.
New Collection
Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...au-di-linimasa
---
anasabila memberi reputasi
1
1.8K
5
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Beritagar.id
13.5KThread•914Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya