Ini Bukti Berita-berita Kematian Eno Sudah Melanggar Etika
TS
opini.id
Ini Bukti Berita-berita Kematian Eno Sudah Melanggar Etika
Gan, tau kasus kematian EF di Tangerang yang tewas dibunuh pemerkosanya kan? Ini ane lagi mantau kasusnya dari berita di media online dan cetak. Terkait kasus pemerkosaan EF, kok banyak media massa yang memberitakannya secara vulgar ya? Detail pemerkosaan hingga foto jenazah dengan bebas ditampilkan. Kalo menurut ane, pemberitaan media online itu lebay banget gan. Vulgar terus sadis. Masa kronologi kematian korban dibeberin detil sama media. Bukannya mendidik, berita-berita media soal EF itu malah nyebarin kesadisan.
Itu baru sebagian, gan. Kalo agan search di google, pasti lebih banyak lagi. Hampir semuanya judulnya sensasional dan gak manusiawi.
Quote:
DIMANA NURANIMU, WARTAWAN?
Ini adalah sebagian judul berita yang saya capture dari beberapa media. Judul dan isi berita seperti ini sangat banyak ditulis oleh media online, beberapa dari media ternama. Belum lagi direpost ulang oleh blog-blog yang tak jelas identitasnya. Foto-foto korban dimuat, ada yang diblur, lebih banyak yang tidak. Termasuk foto jenazah korban yang sudah tersebar di media sosial.
Rupanya, dalih mengungkapkan kebenaran bisa menjadi bungkus yang tampak cantik dan seksi. Tapi dibaliknya adalah keinginan mendapatkan traffic dan page views dengan judul-judul clickbait seperti ini.
Ini adalah sebagian judul berita yang saya capture dari beberapa media. Judul dan isi berita seperti ini sangat banyak ditulis oleh media online, beberapa dari media ternama. Belum lagi direpost ulang oleh blog-blog yang tak jelas identitasnya. Foto-foto korban dimuat, ada yang diblur, lebih banyak yang tidak. Termasuk foto jenazah korban yang sudah tersebar di media sosial.
Rupanya, dalih mengungkapkan kebenaran bisa menjadi bungkus yang tampak cantik dan seksi. Tapi dibaliknya adalah keinginan mendapatkan traffic dan page views dengan judul-judul clickbait seperti ini.
Ini adalah surat terbuka saya pada kawan-kawan jurnalis online juga cetak. Saya meminta kalian menggunakan nurani ketika menulis berita. Menurut saya, media seperti ini tidak mengungkapkan kebenaran, tetapi malah mengumbar kesadisan. Dan itu tidak akan pernah menyumbang apa-apa bagi publik selain menyebarkan rasa takut, kebencian, bahkan sinisme terhadap korban.
Gak cuma itu. Bahkan di media sosial beredar foto jenazah korban gak pake sensor. Itu kan ngeri banget gan. Sadis! Bahkan media juga ikut-ikutan muat fotonya. Walopun disensor, tetep aja itu gak etis loh gan. Satu lagi yang bikin ane bingung, kenapa media bisa dapetin hasil otopsi termasuk hasil rontgen korban. Padahal itu kan sifatnya rahasia. Apalagi ini baru ngumpulin bukti buat ngelengkapin BAP, belum masuk sampe tahap persidangan. Tapi kok bukti-bukti penting kayak gitu disebar ke publik sih. Menurut agan, siapa yang nyebarin? Penyidiknya kah? Atau emang medianya yang ngulik sendiri? Ini nih salah satu contoh media yang muat hasil rontgen itu.
Spoiler for KENAPA HASIL RONTGEN BISA MUNCUL KE MEDIA?:
Ane sih salah satu pihak yang gak setuju kalo kasus kayak gini diungkap dengan vulgar. Ada yang bilang katanya biar orang tau kalo ini sadis banget. Tapi ya gak gitu juga kali gan. Kan efeknya buruk buat pembaca. Ya kalo yang baca berita ini cukup dewasa buat ngerti, kalo anak-anak? Malah lebih parahnya, berita-berita kekerasan yang detil banget nyeritain kronologinya, kalo kata ane, bakal ngajarin pelaku lain buat niru atau ngelakuin hal serupa.
Quote:
PEMBERITAAN MEDIA TAK BERETIKA
Bertubi-tubi publik Indonesia disuguhi berita kejahatan seksual. Media online dan offline ibarat semut menggerumuti gula ramai-ramai mengupas kasus-kasus ini. Berawal dari kasus YY yang tewas dikasari 14 pemuda tanggung sampai terakhir kasus EF yang juga tewas dikasari 3 laki-laki. Performa suatu berita dinilai dari traffic (online) dan oplah (offline). Dalam hal kasus Pemerkosaan EF, banyak media massa mengulas kekejaman pelaku. Ya, tulisan seperti ini bisa menarik banyak pembaca yang penasaran, namun apakah sesuai dengan kode etik jurnalistik. Pasal 4 kode etik jurnalistik dengan jelas tercantum "Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul." Dijelaskan penafsirannya pada huruf c. "Sadis berarti kejam dan tidak mengenal belas kasihan."
Sebanyak 78 persen pembaca Opini.id menilai banyak media massa tak beretika terkait kasus pemerkosaan EF.
Buat bukti kalo berita-berita ini udah ngelanggar etika jurnalistik, ini ane kasih kutipan dari DEWAN PERS
Quote:
KODE ETIK JURNALISTIK
Kemerdekaan berpendapat, berekspresi, dan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Kemerdekaan pers adalah sarana masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi, guna memenuhi kebutuhan hakiki dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Dalam mewujudkan kemerdekaan pers itu, wartawan Indonesia juga menyadari adanya kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat, dan norma-norma agama.
Dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban dan peranannya, pers menghormati hak asasi setiap orang, karena itu pers dituntut profesional dan terbuka untuk dikontrol oleh masyarakat.
Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme. Atas dasar itu, wartawan Indonesia menetapkan dan menaati Kode Etik Jurnalistik:
PASAL 4 KODE ETIK JURNALISTIK
Agan boleh setuju atau gak sama pendapat ane ini. Tapi kira-kira itulah pandangan ane gan. Sebagian netizen juga sependapat sih dengan ane. Nah gimana menurut agan? Apakah media-media itu perlu dikasih sanksi oleh Dewan Pers? Kalau iya, sanksinya seperti apa? Mohon pencerahannya gan.
Sekian dan ane pamit dulu.
Diubah oleh opini.id 21-05-2016 14:45
tien212700 memberi reputasi
1
149.2K
Kutip
831
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
684.3KThread•50.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Thread Digembok
Kami menggunakan Cookies untuk Meningkatkan Pengalaman Anda
Dengan terus mengakses situs ini dan mengklik tombol "Terima", Anda menyetujui Kebijakan Cookies kami.