POJOKSATU.id, TAPIN – Pampers bocah NN penuh darah usai dirudapaksa remaja mabuk, HN alias Anggora (17), warga Desa Banua Halat, Tapin Utara, Kalimantan Selatan, Rabu dinihari (11/5/2016).
HN merudapaksa NN di sawah yang berada di Jalan Isbat, Kecamatan Tapin Utara, Kalsel. Setelah merudapaksa, pelaku membawa pulang korban ke rumahnya dalam keadaan penuh lumpur dan menangis.
Setelah dimandikan, ibu korban, Sriyani terkejut melihat banyak darah di pampers dan celana dalam anaknya. Sriyani pun langsung melaporkan kejadian itu ke polisi.
Sriyani mengaku tidak rela atas kejadian yang menimpa anaknya. Ia meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya. “Bila perlu dihukum mati,” pinta Sriyani.
Kapolres Tapin AKBP Zulkifli Ismail yang didampingi Kasat Reskrim AKP Susilo membenarkan kejadian tersebut.
“Setelah mendapatkan laporan pelaku langsung kami datangi ke rumahnya di Banua Halat. Saat itu, pelaku bermaksud kabur dari rumah,” ujar Zulkifli, seperti dikutip dari prokal.co (grup pojoksatu), Kamis (12/5/2016).
Kepada petugas, pelaku mengaku sering menonton film porno dan meminum zenith 4 butir sebelum merudapaksa korban.
“Pelaku sudah kami periksa siang hingga sore didampingi ibunya. Kami juga mengamankan pakaian, celana, dan pampers korban yang penuh bercak darah,” tambah Zulkifli.
Zulkifli sendiri tak dapat menyembunyikan rasa geramnya. Dia mengaku prihatin dan miris karena korbannya masih berusia di bawah 3 tahun.
http://pojoksatu.id/news/berita-nasi...-remaja-mabuk/