Kaskus

News

solit4ireAvatar border
TS
solit4ire
Banjir, Hanya Tuhan yang Belum Disalahkan AHOK. Jakarta Banjir Sejak VOC
Jakarta Dikepung Banjir, Ahok Salahkan Laut
Kamis, 21 April 2016 - 12:28 wib

Banjir, Hanya Tuhan yang Belum Disalahkan AHOK. Jakarta Banjir Sejak VOC
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur Ibu Kota semalam hingga pagi ini menyebabkan genangan terjadi di banyak titik. Genangan air yang merendam jalanan ibu kota juga menyebabkan kemacetan mengular.

Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, banjir memang pasti terjadi jika hujan turun bertepatan dengan air laut pasang. Menurutnya, mengapa genangan dan banjir masih terjadi, yakni karena belum siapnya tanggul setinggi 3,8 meter di Pantai Utara Jakarta.

“Saya udah bilang kan, kalau hujan, bertepatan dengan air laut pasang, Jakarta tergenang. Makanya kita lagi mau nyiapkan tanggul yang tinggi,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (21/4/2016).

Ahok juga berkilah, tata kelola aliran air dengan sistem pompa belum berjalan maksimal. Menurutnya, jika hendak membereskan masalah pompa di musim penghujan ini, dampaknya kembali pada bertambahnya genangan di beberapa titik di Jakarta.

“Begitu air laut pasang, air hujan juga turun, pompa kami kalau dia udah rembes, pompa kami enggak bisa mompa lagi, nutup. Kita mesti rapiin pompa, kalau rapiin pompa, ya Gunung Sahari semua meluap,” imbuh dia.

Namun, Ahok memastikan bahwa warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai, pasti terdampak banjir. Relokasi warga dari bantaran sungai untuk normalisasi menunggu unit rumah susun siap terlebih dahulu.

“Kalau yang Jakarta Selatan, beberapa tempat atau (Jakarta) Timur, pasti tenggelem karena tinggal di daerah aliran sungai. Kayak Krukut kenapa meluap? Karena Krukut itu wilayah normalisasi,” jelas Ahok.

Ahok mengatakan, Rusun Rawa Bebek, Jakarta Timur akan siap untuk merelokasi warga di bantaran sungai yang kemudian akan dilakukan proyek normalisasi.

“Penangannnya ya mesti pindahin orang dari sungai, karena lebar sungai kan (normalnya) 60 meter tinggal 15 sampai 5 meter. Mau enggak mau kita mesti lebarin, makanya kita mau pindahin. Kapan? Tunggu Rusun jadi. Mei ada jadi lagi ada beberapa ratus unit. Mei kalau enggak salah Rawa Bebek,” tutup dia.
http://news.okezone.com/read/2016/04...-salahkan-laut


Setelah Salahkan Laut, Kini Ahok Tuding Pompa Mati
Jum'at, 22 April 2016 - 10:50 wib

JAKARTA – Tak seperti biasanya, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) baru tiba di Balai Kota Jakarta sekira pukul 09.00 WIB. Ahok mengatakan keterlambatannya itu karena terlebih dahulu mengecek operasional pompa air di Pintu Air Gunung Sahari dan Ancol.

Setelah menyatakan banjir dan genangan yang terjadi di banyak titik Ibu Kota kemarin pagi disebabkan pasang air laut, Ahok mengoreksi bahwa itu terjadi karena pompa air yang rusak dan mati sehingga tak bisa mengalirkan air.

“Kenapa mati? Katanya pompanya rusak. Oke kalau itu beda. Kalau kamu bilang pompa rusak s
http://news.okezone.com/read/2016/04...ing-pompa-mati


Soal Banjir, Ahok 'Semprot' Wali Kota Jakarta Utara
22 April 2016 12:13 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama kesal banjir melanda Jakarta, kemarin. Apalagi setelah dirinya tahu bahwa ada penutupan pompa Waduk Pluit. Ahok berang bukan kepalang.

Laporan penutupan pompa itu datang dari Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi. Rustam beralasan, pompa ditutup karena air laut sudah memasuki daratan Jakarta. Menurut Rustam, percuma menghidupkan pompa jika air laut mulai mengalir. Penutupan pompa justru berdampak pada banjir di kawasan Pademangan, kemarin.

BACA JUGAWali Kota Jakut: Belum Banyak yang Bisa Saya PerbuatDituduh Bersekutu Dengan Yusril, Wali Kota Jakut: Ini Sangat MenyakitkanAhok Berambisi Ambil Alih Kanal Banjir Timur Dalam rapat pimpinan terbuka soal banjir, Ahok menyindir Rustam. Ahok heran dengan tindakan penutupan pompa.

Dalam rapat itu, Ahok juga menghadirkan Pekerja Harian Lepas (PHL) yang sehari-hari menjaga aliran air daerah Ancol, Tarno. Saat ditanya, Tarno bilang ketinggian air saat itu hanya sekitar 1,94 meter. Artinya, ketinggian air masih normal. Tarno menuturkan, tak ada air laut yang masuk.

Ahok pun mengonfrontasi Tarno dan Rustam. Penjabaran Tarno mementahkan alasan Rustam.

"Bagaimana bisa teori Wali Kota (Jakarta Utata) air masuk ke dalam? Padahal penjaganya bilang air enggak masuk dan masih jauh? Pertanyaan saya kenapa pompa Ancol tak jalan?," kata Ahok dalam rapat di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (22/4/2016).

Tersudut, Rustam mengubah alasannya. Kali ini, menurut Rustam, pompa Waduk Pluit bukan sengaja tak dihidupkan, tapi sedang mengalami kerusakan.

Ahok berang dengan jawaban Rustam. Ahok pun menuding ada oknum yang tak suka Jakarta bebas banjir.

"Anda enggak usah mengadu-adu soal hidupin pompa. Saya enggak kalah sama anda tahu enggak?! Saya ini orang geologi," ungkap dia.

Ahok pun mengingatkan anak buahnya agar tak macam-macam soal penanganan banjir. Dia juga mengancam para pejabat yang berani berbohong kepadanya seperti yang dilontarkan Wali Kota Jakarta Utara hari ini.

"Anda kalau bohong ya bohongya konsisten. Supaya bagus dan enggak ketahuan. Kalau bohong setengah-setengah selesai anda!," ketus Ahok.
http://news.metrotvnews.com/read/201...-jakarta-utara


Jakarta banjir, Ahok salahkan wali kota Depok
Rabu, 13 November 2013 22:30

Merdeka.com - Masalah banjir Jakarta tak hanya karena buruknya pengelolaan tata ruang Jakarta. Banjir di Jakarta terjadi juga akibat kontribusi daerah sekitar Jakarta, seperti Depok, Bogor, dan yang lainnya.

Hal itu dikemukakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurut Ahok, hubungan dengan daerah lain di sekitar Jakarta, seperti Depok untuk penanggulangan banjir kian sulit dikendalikan.

"Kita tidak bisa paksa mereka. Sama kayak Depok, banyak daerah yang kontur tanahnya rendah terutama kawasan yang dilintasi Ciliwung. Itu harusnya tidak boleh diuruk, karena volume air naik, masuknya ke daerah yang rendah tadi," kata Ahok di Balai Kota, Rabu (13/11).

Sudah tahu seperti itu kondisinya, menurut Ahok, pemerintah Kota Depok malah memberi izin untuk membuat perumahan di daerah yang berkontur rendah. Ahok mengaku, meski bukan wilayah Jakarta, Pemda DKI siap membeli lahan kosong di Depok.

"Tapi di Depok apa? Yang terjadi malah kasih izin untuk bikin perumahan. Makanya sekarang kita cari lahan pemilik yang mau jual di Depok, kami mau beli," ujar Ahok.

Upaya itu, menurut Ahok, tidak mudah dalam mengeksekusinya. Dalam penjelasan Ahok, harus menunggu satu tahun untuk mengurusnya ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar bisa memiliki hak kepemilikan.

"Cuma masalahnya kalau beli lebih dari satu hektar harus dari BPN nunggu setahun dulu. Nah, yang punya tanah mau nunggu gak? Kita berharap Depok tidak memberikan izin perumahan untuk daerah yang kontur tanahnya rendah," kata Ahok.

Dalam penjelasan Ahok, pihaknya tidak bisa melarang Pemerintah Kota Depok untuk melarang pemberian izin itu. Menurut Ahok, karena hal itu sudah masuk otoritas masing-masing daerah.

"Ini sama dengan otoritas transportasi. Otonomi daerah itu kan maunya wali kota dan Bupati. Makanya saya bilang ke Wakil Presiden, kalau ada wali kota dan bupati yang tidak patuh, periksa aja pajak hartanya dan biaya hidupnya," ujar Ahok sambil tersenyum.
http://www.merdeka.com/jakarta/jakar...ota-depok.html


Banyak Upaya Sabotase Banjir, Ahok Lapor Polisi
Rabu, 2 Maret 2016 | 16:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melaporkan semua upaya yang diduga sabotase untuk menimbulkan banjir kepada pihak kepolisian.

"Saya sudah serahkan kepada polisi saja," kata Basuki seusai menghadiri groundbreaking pembangunan gedung parkir di Mapolda Metro Jaya, Rabu (2/3/2016).

Upaya-upaya penyebab banjir itu ialah seperti menumpuknya kulit kabel di dalam saluran air di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Pada 2014 lalu, modus yang sama juga ditemukan di Jalan Medan Merdeka Timur.

"Dulu kami pikir temuan itu bukan sesuatu yang penting. Ya kita enggak bisa nuduh-lah. Kami serahkan Polda untuk menyimpulkan," kata Basuki.

Berbagai upaya lainnya ialah seperti kabel pompa underpass Pasar Gembrong yang disebut digigit tikus.

Namun, pejabat kembali memberi alasan berbeda ketika Basuki meninjau langsung kawasan tersebut.

"Saluran di Semanggi juga ditutup konblok. Beberapa kabel lampu lalu lintas juga digunting. Kami sudah lapor juga," ujar Basuki.
http://megapolitan.kompas.com/read/2...k.Lapor.Polisi

Quote:


----------------------------

Makin stress aja si Ahok ...


emoticon-Big Grin
Diubah oleh solit4ire 24-04-2016 16:48
0
4.6K
34
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
694.2KThread58.4KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.