- Beranda
- The Lounge
Kenapa Kita Berbohong ?
...
TS
aha49
Kenapa Kita Berbohong ?
Assalamualaikum wr. wb.

Quote:
Kenapa Kita Berbohong?
Sadar atau tidak, rata-rata orang diseluruh dunia berbohong rata-rata 10 kali perminggunya. Jika agan mengklaim tidak pernah berbohong, maka agan sedang berbohong pada diri sendiri. Sebenarnya bohong merupakan insting manusia sebagai respon terhadap lingkungan. Bahkan tidak hanya manusia, hewan pun memiliki kecenderungan berbohong. Misalnya saja ayam, jika agan perhatikan, seekor ayam menemukan cacing sementara disekelilingnya banyak ayam lain, dia akan membawa kabur cacing tersebut ke tempat sepi, baru memakannya. Tentu karena ayam tidak bisa berbicara, dia akan menyembunyikannya dengan membawa kabur makanannya. Sementara manusia, karena dapat dengan jelas berkomunikasi satu sama lain, dia akan menyembunyikan sesuatu dengan berbohong.
Sadar atau tidak, rata-rata orang diseluruh dunia berbohong rata-rata 10 kali perminggunya. Jika agan mengklaim tidak pernah berbohong, maka agan sedang berbohong pada diri sendiri. Sebenarnya bohong merupakan insting manusia sebagai respon terhadap lingkungan. Bahkan tidak hanya manusia, hewan pun memiliki kecenderungan berbohong. Misalnya saja ayam, jika agan perhatikan, seekor ayam menemukan cacing sementara disekelilingnya banyak ayam lain, dia akan membawa kabur cacing tersebut ke tempat sepi, baru memakannya. Tentu karena ayam tidak bisa berbicara, dia akan menyembunyikannya dengan membawa kabur makanannya. Sementara manusia, karena dapat dengan jelas berkomunikasi satu sama lain, dia akan menyembunyikan sesuatu dengan berbohong.

Quote:
Bohong pun tak dapat dikatakan 100% salah. Misalnya jika agan punya anak balita, dan anak agan menunjukkan coretan-coretan gambar pertama yang pernah dibuatnya, apa yang akan agan katakan dengan spontan?
Dalam kehidupan bermasyarakatpun bohong juga diperlukan agar tidak terjadi gesekan antar individu. Bohong disini berarti "White Lies" yang tidak akan menimbulkan konsekuensi besar. Contohnya lagi saat teman agan yang super sensitif plus lagi pms menunjukkan hasil karyanya pada agan, walaupun sebenarnya jelek, mungkin agan akan berkata "Lumayan, tapi lebih bagus lagi kalau ditambah ini" untuk memperhalusnya
Dalam kehidupan bermasyarakatpun bohong juga diperlukan agar tidak terjadi gesekan antar individu. Bohong disini berarti "White Lies" yang tidak akan menimbulkan konsekuensi besar. Contohnya lagi saat teman agan yang super sensitif plus lagi pms menunjukkan hasil karyanya pada agan, walaupun sebenarnya jelek, mungkin agan akan berkata "Lumayan, tapi lebih bagus lagi kalau ditambah ini" untuk memperhalusnya

Quote:
Bohong Dalam Tinjauan Medis
Meskipun seperti diuraikan diatas bohong adalah insting kita sebagai manusia, namun di sisi lain, bohong memiliki efek seperti narkoba. Jika kita sudah bohong sekali, akan lebih mudah berbohong kedua kalinya. Karena itu jangan pernah mulai berbohong untuk menghindari masalah, hadapilah masalah tersebut.
Kecenderungan untuk berbohong setiap saat juga bisa disebabkan karena beberapa kelainan mental, seperti pada psikopat, atau sociopathy. Ada juga sebuah sindrom unik bernama Munchausen syndrome,yakni kecenderungan seseorang untuk berbohong mengenai penyakitnya agar kelihatan lebih parah. Misalnya pasien mencampur darahnya dengan urine, agar dokter mengira terjadi pendarahan di saluran kencingnya. Hal ini biasa terjadi karena pasien menginginkan semua perhatian orang tertuju padanya. Memberikan perhatian dan perawatan ekstra padanya. Sindrom ini bisa disebabkan karena trauma mental saat masa kecil.
Meskipun seperti diuraikan diatas bohong adalah insting kita sebagai manusia, namun di sisi lain, bohong memiliki efek seperti narkoba. Jika kita sudah bohong sekali, akan lebih mudah berbohong kedua kalinya. Karena itu jangan pernah mulai berbohong untuk menghindari masalah, hadapilah masalah tersebut.
Kecenderungan untuk berbohong setiap saat juga bisa disebabkan karena beberapa kelainan mental, seperti pada psikopat, atau sociopathy. Ada juga sebuah sindrom unik bernama Munchausen syndrome,yakni kecenderungan seseorang untuk berbohong mengenai penyakitnya agar kelihatan lebih parah. Misalnya pasien mencampur darahnya dengan urine, agar dokter mengira terjadi pendarahan di saluran kencingnya. Hal ini biasa terjadi karena pasien menginginkan semua perhatian orang tertuju padanya. Memberikan perhatian dan perawatan ekstra padanya. Sindrom ini bisa disebabkan karena trauma mental saat masa kecil.

Quote:
Fun facts about lying
1. Orang bertipe extrovert memiliki kecenderungan berbohong lebih besar daripada introvert.
2. Laki-laki berbohong lebih sering daripada perempuan.
3. Sepertiga dari semua resume profil kerja mengandung kebohongan
4. 82% kebohongan kecil tidak akan ketahuan
1. Orang bertipe extrovert memiliki kecenderungan berbohong lebih besar daripada introvert.
2. Laki-laki berbohong lebih sering daripada perempuan.
3. Sepertiga dari semua resume profil kerja mengandung kebohongan
4. 82% kebohongan kecil tidak akan ketahuan

Quote:
Mendeteksi kebohongan orang lain pada kita
Walaupun kita memiliki insting berbohong, namun tidak demikian dengan tubuh kita. Jika kita berbohong, tubuh akan secara otomatis berusaha memuntahkan apa yang kita sembunyikan. Pemain poker profesional sekalipun tidak bisa menyembunyikan kebohongannya saat dia menipu lawannya, walaupun mungkin wajahnya datar-datar saja karena sudah sering latihan, tapi tubuhnya akan melakukan sesuatu sebagai respon kebohongannya, seperti menghentakkan kaki atau menggerakkan jempol kakinya.
Walaupun kita memiliki insting berbohong, namun tidak demikian dengan tubuh kita. Jika kita berbohong, tubuh akan secara otomatis berusaha memuntahkan apa yang kita sembunyikan. Pemain poker profesional sekalipun tidak bisa menyembunyikan kebohongannya saat dia menipu lawannya, walaupun mungkin wajahnya datar-datar saja karena sudah sering latihan, tapi tubuhnya akan melakukan sesuatu sebagai respon kebohongannya, seperti menghentakkan kaki atau menggerakkan jempol kakinya.

Quote:
3 langkah untuk mengetahui kebohongan orang lain :
1. Setiap orang memiliki keadaan nyamanya sendiri. Bagaimana dia bernafas, bicara, berekspresi, dan bertingkah dalam keadaan normal. Kebiasaan normal ini disebut "Baseline". Untuk mengetahui jika orang sedang berbohong, bicarakanlah topik netral terlebih dulu. Perhatikan gerak-geriknya. Lalu, mulailah ke topik tujuan, perhatikan dengan teliti apakah ada perubahan perilaku seperti volume suara yang tiba-tiba mengecil, kaki digerak-gerakkan, atau pandangannya dialihkan dari mata agan.
2. Step 2 dilanjutkan jika pada step 1 terjadi perubahan pada baseline. Perlu diketahui jika perubahan perilaku memang sering terjadi kalau orang tersebut berbohong, namun keakuratannya tidak mutlak 100 persen. Menurut Dr. Lillian Glass, seorang ahli body language yang bekerja dengan FBI dalam menginterogasi tersangka, ada tanda-tanda khusus yang mengindikasikan bahwa sesorang berbohong. Tanda-tanda ini disebut "Yellow Card". Apa saja?
a. Menggerakkan kepala seketika saat diberikan pertanyaan
b. Irama nafas berubah
c. Diam kaku. Jika seseorang berbohong dia akan gelisah, namun disisi lain dia akan terdiam sejenak. Membuat gerakan yang kaku dan tidak natural
d. Mengulangi kata-katanya. Hal ini sering dilakukan orang jika berbohong. Mereka akan mengulangi jawabannya berkali-kali untuk meyakinkan kita.
e. Tangan menyentuh bibir atau hidung. Ini merupakan indikasi kalau seseorang berbohong atau tidak mengatakan semuanya.
f. Tangan menutupi beberapa bagian tubuh seperti leher, perut, dada.
g. Merubah posisi kaki. Mengindikasikan kalau sesorang sedang tidak nyaman.
h. Menjawab terlalu detail. Meskipun tidak selalu, namun orang yang berbohong cenderung untuk berbicara banyak hal sampai detail hingga yang tak ditanyakan sekalipun.
i. Menjadi sulit bicara. Ini berkaitan dengan kaku pada poin c diatas.
j. Menatap agan tanpa kedip. Jika sesorang berbohong, kemungkinan dia akan memalingkan muka atau malah menatap agan. Jika dia menatap agan namun jarang berkedip maka indikasinya kuat dia sedang gugup.
3. Step 1 dan Step 2 tidak mengindikasikan kalau seseorang 100 persen berbohong. Kemungkinannya, jika dia melakukan perubahan baseline dan melakukan salah satu dari "Yellow card", dia sedang gugup, membahas topik yang sensitif, atau berbohong. Karena itu jika hanya ditemukan satu perubahan perilaku saja, itu tidak cukup. Setidaknya harus ada 3 "Yellow Card" dalam satu respon. Selanjutnya topik pertanyaan tersebut dapat digali lagi lebih dalam.
1. Setiap orang memiliki keadaan nyamanya sendiri. Bagaimana dia bernafas, bicara, berekspresi, dan bertingkah dalam keadaan normal. Kebiasaan normal ini disebut "Baseline". Untuk mengetahui jika orang sedang berbohong, bicarakanlah topik netral terlebih dulu. Perhatikan gerak-geriknya. Lalu, mulailah ke topik tujuan, perhatikan dengan teliti apakah ada perubahan perilaku seperti volume suara yang tiba-tiba mengecil, kaki digerak-gerakkan, atau pandangannya dialihkan dari mata agan.
2. Step 2 dilanjutkan jika pada step 1 terjadi perubahan pada baseline. Perlu diketahui jika perubahan perilaku memang sering terjadi kalau orang tersebut berbohong, namun keakuratannya tidak mutlak 100 persen. Menurut Dr. Lillian Glass, seorang ahli body language yang bekerja dengan FBI dalam menginterogasi tersangka, ada tanda-tanda khusus yang mengindikasikan bahwa sesorang berbohong. Tanda-tanda ini disebut "Yellow Card". Apa saja?
a. Menggerakkan kepala seketika saat diberikan pertanyaan
b. Irama nafas berubah
c. Diam kaku. Jika seseorang berbohong dia akan gelisah, namun disisi lain dia akan terdiam sejenak. Membuat gerakan yang kaku dan tidak natural
d. Mengulangi kata-katanya. Hal ini sering dilakukan orang jika berbohong. Mereka akan mengulangi jawabannya berkali-kali untuk meyakinkan kita.
e. Tangan menyentuh bibir atau hidung. Ini merupakan indikasi kalau seseorang berbohong atau tidak mengatakan semuanya.
f. Tangan menutupi beberapa bagian tubuh seperti leher, perut, dada.
g. Merubah posisi kaki. Mengindikasikan kalau sesorang sedang tidak nyaman.
h. Menjawab terlalu detail. Meskipun tidak selalu, namun orang yang berbohong cenderung untuk berbicara banyak hal sampai detail hingga yang tak ditanyakan sekalipun.
i. Menjadi sulit bicara. Ini berkaitan dengan kaku pada poin c diatas.
j. Menatap agan tanpa kedip. Jika sesorang berbohong, kemungkinan dia akan memalingkan muka atau malah menatap agan. Jika dia menatap agan namun jarang berkedip maka indikasinya kuat dia sedang gugup.
3. Step 1 dan Step 2 tidak mengindikasikan kalau seseorang 100 persen berbohong. Kemungkinannya, jika dia melakukan perubahan baseline dan melakukan salah satu dari "Yellow card", dia sedang gugup, membahas topik yang sensitif, atau berbohong. Karena itu jika hanya ditemukan satu perubahan perilaku saja, itu tidak cukup. Setidaknya harus ada 3 "Yellow Card" dalam satu respon. Selanjutnya topik pertanyaan tersebut dapat digali lagi lebih dalam.
Quote:
Kesimpulan
Berbohong walau bagaimanapun adalah tindakan yang harus dihindari. Setiap kali kita berbohong, maka akan ada satu hal baru lagi yang perlu ditutupi selama sisa hidup kita. Kejujuran walaupun pahit, tidak akan meninggalkan beban berat apapun. Pilihan apa yang akan kita ambil, jujur maupun bohong, kita harus siap menghadapi konsekuensinya.
Insight Livre
Berbohong walau bagaimanapun adalah tindakan yang harus dihindari. Setiap kali kita berbohong, maka akan ada satu hal baru lagi yang perlu ditutupi selama sisa hidup kita. Kejujuran walaupun pahit, tidak akan meninggalkan beban berat apapun. Pilihan apa yang akan kita ambil, jujur maupun bohong, kita harus siap menghadapi konsekuensinya.
Insight Livre

0
3.8K
Kutip
39
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.8KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya