News
Batal
KATEGORI
link has been copied
140
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5700b52798e31bd8788b456a/selesai-100-6-pelabuhan-di-maluku-dan-papua-barat-akan-diresmikan-jokowi
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyelesaikan pembangunan enam pelabuhan yang tersebar di Provinsi Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat. Keenam pelabuhan ini telah siap beroperasi dan direncanakan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 5 dan 6 April 2016 di Papua Barat dan Maluku. "Seluruh pembangunan pelabuhan tersebut dibangun melalui sumber dana APBN Kementerian Pe
Lapor Hansip
03-04-2016 13:16

Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyelesaikan pembangunan enam pelabuhan yang tersebar di Provinsi Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat. Keenam pelabuhan ini telah siap beroperasi dan direncanakan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 5 dan 6 April 2016 di Papua Barat dan Maluku.
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
"Seluruh pembangunan pelabuhan tersebut dibangun melalui sumber dana APBN Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sampai dengan Tahun Anggaran 2015," tulis Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, J.A. Barata dalam keterangannya, Minggu (3/4/2016).

Pelabuhan di Provinsi Maluku yang telah selesai dibangun adalah Pelabuhan Tutu Kembong, Pelabuhan Wonreli, dan Pelabuhan Pulau Teor.

Pelabuhan Tutu Kembon merupakan pelabuhan non-komersial yang dibangun mulai tahun 2012 sampai dengan tahun 2015 dengan total pembiayaan Rp 157 miliar. Fasilitas yang dibangun adalah Dermaga seluas 70x8 M2, Trestle seluas 550x6 M2, dan Causeway seluas 310 x 6 M2. Pelabuhan Tutu Kembong memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 5 mLWS.

Sedangkan fasilitas darat yang dibangun adalah terminal dan kantor seluas 250 M2, bangunan pos jaga 9 M2, dan rumah pompa dan genset 1 unit. Pelabuhan Tutu Kembong yang berada di Kabupaten Maluku Tenggara Barat merupakan pelabuhan pengumpan lokal yang berfungsi sebagai prasarana bongkar muat barang dan penumpang serta sebagai prasarana kapal perintis di Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Pelabuhan Wonreli mulai dibangun pada tahun 2010 dan selesai pada tahun 2015 dengan total biaya sebesar Rp 54,5 miliar. Fasilitas yang dibangun terdiri dari Dermaga seluas 120x8 M2, Trestle I seluas 68x6 M2, Trestle II seluas 68x6 M2, dan Causeway seluas 250x6 M2. Selain itu, area darat pelabuhan juga dikembangkan untuk lapangan penumpukan barang seluas 2.000 M2, kantor, terminal penumpang seluas 300 M2, pos jaga, genset, gudang, dan area parkir kendaraan.

Pelabuhan Wonreli memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 6 mLWS. Pelabuhan Wonreli yang berada di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya merupakan pelabuhan pengumpan lokal dan berfungsi sebagai prasarana dan sarana transportasi masyarakat Kabupaten Maluku Barat Daya.

Pelabuhan Pulau Teor dibangun sejak tahun 2010 sampai tahun 2015 dengan biaya sebesar Rp. 42,6 miliar. Fasilitas yang dibangun terdiri dari Dermaga seluas 70x8 M2, Trestle seluas 50x6 M2, dan Reklamasi seluas 100x50 M2. Fasilitas darat yang juga dibangun adalah kantor, gudang dan terminal penumpang. Pelabuhan Pulau Teor yang terletak di Kabupaten Seram Bagian Timur ini memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 5 mLWS.

Provinsi Maluku memiliki potensi sumber daya hayati laut seperti ikan laut, rumput laut, budidaya air laut dan air payau yang tersebar di perairan laut Seram, Manipa, Buru, Kei Kecil, Kei besar, Yamdena, dan Wetar. Selain itu, Provinsi Maluku juga memiliki potensi wisata budaya dan wisata alam yang secara merata menyebar di seluruh wilayah Provinsi Maluku.

Sementara pelabuhan di Provinsi Maluku Utara yang juga sudah selesai dibangun yaitu Pelabuhan Tobelo dan Pelabuhan Galela.

Pelabuhan Tobelo dibangun tahun 2008 dan selesai pada tahun 2015 dengan total pembiayaan sebesar Rp 163 miliar. Fasilitas yang dibangun adalah Dermaga General Cargo seluas 174x8 M2, Dermaga Penumpang I seluas 50x10 M2, Dermaga Penumpang II seluas 85x10 M2, Dermaga Peti Kemas II seluas 170x20 M2, Trestle General Cargo seluas 12x6 M2, dan Trestle Peti Kemas seluas 64x10 M2. Selain itu, fasilitas darat yang dibangun adalah Kantor seluas 15x6 M2, Lapangan Penumpukan Barang I seluas 10.118 M2, Lapangan Penumpukan Barang II seluas 20.000 M2, Gudang seluas 10x30 M2, lapangan parkir, pos jaga, jalan induk dan jalan poros.

Pelabuhan Tobelo memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 10.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 10 mLWS. Pelabuhan Tobelo yang berada di Kabupaten Halmahera Utara adalah pelabuhan pengumpul yang berfungsi sebagai prasarana bongkar muat barang dan penumpang di Kabupaten Halmahera Utara.

Pelabuhan Galela mulai dibangun tahun 2006 dan selesai tahun 2015 dengan total pembiayaan sebesar Rp 35,4 miliar. Fasilitas yang dibangun adalah Dermaga seluas 130x8 M2, Causeway seluas 17x6 M2, dan Trestle seluas 28x6 M2. Area darat juga dilakukan pembangunan untuk fasilitas kantor, lapangan penumpukan barang, terminal penumpang 150 m2, bangunan pos jaga, bangunan gudang, bangunan gedung serbaguna (12x8) m2, sarana ibadah (mushola) (8x6) m2, dan lapangan parkir.

Pelabuhan Galela memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 5 mLWS. Pelabuhan Galela adalah pelabuhan pengumpan lokal yang juga berada di Kabupaten Halmahera Utara dan berfungsi sebagai prasarana dan sarana transportasi masyarakat Kabupaten Halmahera Utara.

Maluku Utara sebagai provinsi kepulauan merupakan penghasil kayu terbesar selain potensi perikanan, peternakan, dan perkebunan yang menjadi kekayaan sumber daya alam. Selain itu, potensi wisata alam bahari dan wisata budaya juga menjadi kekayaan khusus Maluku Utara.

Sedangkan di Provinsi Papua Barat, Kemenhub telah selesai membangun Pelabuhan Wasior. Pelabuhan yang berada di Kabupaten Teluk Wondana ini adalah pelabuhan pengumpul yang mulai dibangun sejak tahun 2005 dan selesai pada tahun 2015 dengan biaya Rp 79 miliar. Fasilitas pelabuhan yang dibangun yaitu Dermaga seluas 174x10 M2, Trestle I seluas 48x8 M2, Trestle II seluas 47x8 M2, Causeway I seluas 160x6 M2, Causeway II seluas 127x8 M2, dan Reklamasi seluas 12.500 M2.

Pada area darat pelabuhan juga telah dibangun terminal, pos jaga, rumah pompa dan genset, gudang seluas 15x40 M2, dan lapangan penumpukan barang seluas 10.000 M2. Saat ini Pelabuhan Wasior memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 3.500 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 10 mLWS

Papua Barat memiliki potensi sumber daya alam non-migas seperti sektor perikanan dan peternakan, sektor perkebunan dan kehutanan. Pada sektor wisata Papua Barat memiliki lokasi wisata laut Raja Ampat yang sudah mendunia selain wisata-wisata alam lainnya yang juga menarik untuk dikunjungi di antaranya Taman Nasional Teluk Cendrawasih dan Situs Purbakala Tapurarang.

Pembangunan pelabuhan di Provinsi Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat merupakan wujud komitmen pemerintah untuk membangun infrastruktur transportasi untuk meningkatkan konektivitas di wilayah perbatasan, terluar dan wilayah bencana. Hal tersebut sejalan dengan fokus kerja Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk terus meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana jasa transportasi serta meningkatkan kualitas pelayanan jasa transportasi kepada masyarakat.

"Pembangunan dan pengembangan pelabuhan-pelabuhan tersebut juga merupakan wujud pembangunan yang tidak hanya Jawa sentris akan tetapi pembangunan yang Indonesia sentris, sesuai dengan Nawa Cita pemerintahan Presiden, Joko Widodo dan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutup Barata.
http://m.detik.com/finance/read/2016...esmikan-jokowi
----------
Jokowi memang top dengan nawacita nya.... Ntar ada yg mewek di bilang 10 tahun sia2 emoticon-Wakaka
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 2 dari 8
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
03-04-2016 13:42
Bapak peresmian nasional Quote:Original Posted By oatmeal11
peresmian yang komprehensip
sungguh 32 + 10 tahun yang sia-sia

emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
0 0
0
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
03-04-2016 13:43
Proyek mangkrak era kebo Bertahun2.. Selesai oleh Jokowi dalam setahun
Sungguh 10 tahun sia2..
Kebo kagak waras
0 0
0
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
03-04-2016 13:46
Ini semua dibangun SBY ye....Jokowi tinggal resmiin doang, seperti biasa...jangan pada berani klaim emoticon-fuck
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 06
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
03-04-2016 13:53
Pembangunannya lama bener yak.

0 0
0
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
03-04-2016 13:53
sungguh 10 tahun sia2 emoticon-Ngakak emoticon-Wkwkwk
0 0
0
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
03-04-2016 13:55
Buset tuh dah ada yg dari 2006. 10 tahun baru kelar emoticon-Hammer2
0 0
0
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
03-04-2016 13:56
Pelabuhan Wonreli tahun 2010 - 2015 = 5 tahun
Pelabuhan Pulau Teor 2010 - 2015 = 5 tahun
Pelabuhan Tobelo 2008 - 2015 = 7 tahun
Pelabuhan Galela 2006 - 2015 = 9 tahun
Pelabuhan Wasior 2005 - 2015 = 10 tahun

Terima kasih Pak SBY ................ emoticon-Mewek
0 0
0
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
03-04-2016 13:58
Quote:Original Posted By jackal15
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyelesaikan pembangunan enam pelabuhan yang tersebar di Provinsi Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat. Keenam pelabuhan ini telah siap beroperasi dan direncanakan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 5 dan 6 April 2016 di Papua Barat dan Maluku.
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
"Seluruh pembangunan pelabuhan tersebut dibangun melalui sumber dana APBN Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sampai dengan Tahun Anggaran 2015," tulis Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, J.A. Barata dalam keterangannya, Minggu (3/4/2016).

Pelabuhan di Provinsi Maluku yang telah selesai dibangun adalah Pelabuhan Tutu Kembong, Pelabuhan Wonreli, dan Pelabuhan Pulau Teor.

Pelabuhan Tutu Kembon merupakan pelabuhan non-komersial yang dibangun mulai tahun 2012 sampai dengan tahun 2015 dengan total pembiayaan Rp 157 miliar. Fasilitas yang dibangun adalah Dermaga seluas 70x8 M2, Trestle seluas 550x6 M2, dan Causeway seluas 310 x 6 M2. Pelabuhan Tutu Kembong memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 5 mLWS.

Sedangkan fasilitas darat yang dibangun adalah terminal dan kantor seluas 250 M2, bangunan pos jaga 9 M2, dan rumah pompa dan genset 1 unit. Pelabuhan Tutu Kembong yang berada di Kabupaten Maluku Tenggara Barat merupakan pelabuhan pengumpan lokal yang berfungsi sebagai prasarana bongkar muat barang dan penumpang serta sebagai prasarana kapal perintis di Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Pelabuhan Wonreli mulai dibangun pada tahun 2010 dan selesai pada tahun 2015 dengan total biaya sebesar Rp 54,5 miliar. Fasilitas yang dibangun terdiri dari Dermaga seluas 120x8 M2, Trestle I seluas 68x6 M2, Trestle II seluas 68x6 M2, dan Causeway seluas 250x6 M2. Selain itu, area darat pelabuhan juga dikembangkan untuk lapangan penumpukan barang seluas 2.000 M2, kantor, terminal penumpang seluas 300 M2, pos jaga, genset, gudang, dan area parkir kendaraan.

Pelabuhan Wonreli memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 6 mLWS. Pelabuhan Wonreli yang berada di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya merupakan pelabuhan pengumpan lokal dan berfungsi sebagai prasarana dan sarana transportasi masyarakat Kabupaten Maluku Barat Daya.

Pelabuhan Pulau Teor dibangun sejak tahun 2010 sampai tahun 2015 dengan biaya sebesar Rp. 42,6 miliar. Fasilitas yang dibangun terdiri dari Dermaga seluas 70x8 M2, Trestle seluas 50x6 M2, dan Reklamasi seluas 100x50 M2. Fasilitas darat yang juga dibangun adalah kantor, gudang dan terminal penumpang. Pelabuhan Pulau Teor yang terletak di Kabupaten Seram Bagian Timur ini memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 5 mLWS.

Provinsi Maluku memiliki potensi sumber daya hayati laut seperti ikan laut, rumput laut, budidaya air laut dan air payau yang tersebar di perairan laut Seram, Manipa, Buru, Kei Kecil, Kei besar, Yamdena, dan Wetar. Selain itu, Provinsi Maluku juga memiliki potensi wisata budaya dan wisata alam yang secara merata menyebar di seluruh wilayah Provinsi Maluku.

Sementara pelabuhan di Provinsi Maluku Utara yang juga sudah selesai dibangun yaitu Pelabuhan Tobelo dan Pelabuhan Galela.

Pelabuhan Tobelo dibangun tahun 2008 dan selesai pada tahun 2015 dengan total pembiayaan sebesar Rp 163 miliar. Fasilitas yang dibangun adalah Dermaga General Cargo seluas 174x8 M2, Dermaga Penumpang I seluas 50x10 M2, Dermaga Penumpang II seluas 85x10 M2, Dermaga Peti Kemas II seluas 170x20 M2, Trestle General Cargo seluas 12x6 M2, dan Trestle Peti Kemas seluas 64x10 M2. Selain itu, fasilitas darat yang dibangun adalah Kantor seluas 15x6 M2, Lapangan Penumpukan Barang I seluas 10.118 M2, Lapangan Penumpukan Barang II seluas 20.000 M2, Gudang seluas 10x30 M2, lapangan parkir, pos jaga, jalan induk dan jalan poros.

Pelabuhan Tobelo memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 10.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 10 mLWS. Pelabuhan Tobelo yang berada di Kabupaten Halmahera Utara adalah pelabuhan pengumpul yang berfungsi sebagai prasarana bongkar muat barang dan penumpang di Kabupaten Halmahera Utara.

Pelabuhan Galela mulai dibangun tahun 2006 dan selesai tahun 2015 dengan total pembiayaan sebesar Rp 35,4 miliar. Fasilitas yang dibangun adalah Dermaga seluas 130x8 M2, Causeway seluas 17x6 M2, dan Trestle seluas 28x6 M2. Area darat juga dilakukan pembangunan untuk fasilitas kantor, lapangan penumpukan barang, terminal penumpang 150 m2, bangunan pos jaga, bangunan gudang, bangunan gedung serbaguna (12x8) m2, sarana ibadah (mushola) (8x6) m2, dan lapangan parkir.

Pelabuhan Galela memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 5 mLWS. Pelabuhan Galela adalah pelabuhan pengumpan lokal yang juga berada di Kabupaten Halmahera Utara dan berfungsi sebagai prasarana dan sarana transportasi masyarakat Kabupaten Halmahera Utara.

Maluku Utara sebagai provinsi kepulauan merupakan penghasil kayu terbesar selain potensi perikanan, peternakan, dan perkebunan yang menjadi kekayaan sumber daya alam. Selain itu, potensi wisata alam bahari dan wisata budaya juga menjadi kekayaan khusus Maluku Utara.

Sedangkan di Provinsi Papua Barat, Kemenhub telah selesai membangun Pelabuhan Wasior. Pelabuhan yang berada di Kabupaten Teluk Wondana ini adalah pelabuhan pengumpul yang mulai dibangun sejak tahun 2005 dan selesai pada tahun 2015 dengan biaya Rp 79 miliar. Fasilitas pelabuhan yang dibangun yaitu Dermaga seluas 174x10 M2, Trestle I seluas 48x8 M2, Trestle II seluas 47x8 M2, Causeway I seluas 160x6 M2, Causeway II seluas 127x8 M2, dan Reklamasi seluas 12.500 M2.

Pada area darat pelabuhan juga telah dibangun terminal, pos jaga, rumah pompa dan genset, gudang seluas 15x40 M2, dan lapangan penumpukan barang seluas 10.000 M2. Saat ini Pelabuhan Wasior memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 3.500 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 10 mLWS

Papua Barat memiliki potensi sumber daya alam non-migas seperti sektor perikanan dan peternakan, sektor perkebunan dan kehutanan. Pada sektor wisata Papua Barat memiliki lokasi wisata laut Raja Ampat yang sudah mendunia selain wisata-wisata alam lainnya yang juga menarik untuk dikunjungi di antaranya Taman Nasional Teluk Cendrawasih dan Situs Purbakala Tapurarang.

Pembangunan pelabuhan di Provinsi Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat merupakan wujud komitmen pemerintah untuk membangun infrastruktur transportasi untuk meningkatkan konektivitas di wilayah perbatasan, terluar dan wilayah bencana. Hal tersebut sejalan dengan fokus kerja Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk terus meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana jasa transportasi serta meningkatkan kualitas pelayanan jasa transportasi kepada masyarakat.

"Pembangunan dan pengembangan pelabuhan-pelabuhan tersebut juga merupakan wujud pembangunan yang tidak hanya Jawa sentris akan tetapi pembangunan yang Indonesia sentris, sesuai dengan Nawa Cita pemerintahan Presiden, Joko Widodo dan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutup Barata.
http://m.detik.com/finance/read/2016...esmikan-jokowi
----------
Jokowi memang top dengan nawacita nya.... Ntar ada yg mewek di bilang 10 tahun sia2 emoticon-Wakaka


Kenapa pada lama amat ya pembangunannya?
Malah ada yang dari 2006. Baru selesai.
Dan lebih anehnya lagi penyelesaiannya bs hampir serempak.
0 0
0
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
03-04-2016 13:59
terima kasih pak beye emoticon-2 Jempol
0 0
0
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
03-04-2016 13:59
Quote:Original Posted By bukan_hp_nokia
Pembangunannya lama bener yak.



Quote:Original Posted By funrise
Pelabuhan Wonreli tahun 2010 - 2015 = 5 tahun
Pelabuhan Pulau Teor 2010 - 2015 = 5 tahun
Pelabuhan Tobelo 2008 - 2015 = 7 tahun
Pelabuhan Galela 2006 - 2015 = 9 tahun
Pelabuhan Wasior 2005 - 2015 = 10 tahun

Terima kasih Pak SBY ................ emoticon-Mewek


pembangunan pelabihan emang lama, terlebih kalo pake dana sendiri g pake ngutang emoticon-Ngacir
yg heran ngapain peresmiannya yg lama, tinggal gunting pita doang nunggu setaon emoticon-Ngacir
0 0
0
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
03-04-2016 13:59
terima kasih sby emoticon-Ngakak
0 0
0
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
03-04-2016 14:00
Quote:Original Posted By funrise
Pelabuhan Wonreli tahun 2010 - 2015 = 5 tahun
Pelabuhan Pulau Teor 2010 - 2015 = 5 tahun
Pelabuhan Tobelo 2008 - 2015 = 7 tahun
Pelabuhan Galela 2006 - 2015 = 9 tahun
Pelabuhan Wasior 2005 - 2015 = 10 tahun

Terima kasih Pak SBY ................ emoticon-Mewek


Selama ini ngga terlalu dipantau kayanya pembangunannya. Makanya banyak rencana, inisiasi, groundbreaking yang akhirnya diberesin di era mas joko.
0 0
0
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
03-04-2016 14:00
Tol laut pun akan dimulai
0 0
0
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
03-04-2016 14:01
Quote:Original Posted By baraku
ente jangan bawa-bawa SBY braayyy, gak boleh nama itu disebut lagi, karena sekarang jaman cahaya asia

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyelesaikan pembangunan enam pelabuhan yang tersebar di Provinsi Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat. Keenam pelabuhan ini telah siap beroperasi dan direncanakan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 5 dan 6 April 2016 di Papua Barat dan Maluku.
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
"Seluruh pembangunan pelabuhan tersebut dibangun melalui sumber dana APBN Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sampai dengan Tahun Anggaran 2015," tulis Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, J.A. Barata dalam keterangannya, Minggu (3/4/2016).

Pelabuhan di Provinsi Maluku yang telah selesai dibangun adalah Pelabuhan Tutu Kembong, Pelabuhan Wonreli, dan Pelabuhan Pulau Teor.

Pelabuhan Tutu Kembon merupakan pelabuhan non-komersial yang dibangun mulai tahun 2012 sampai dengan tahun 2015 dengan total pembiayaan Rp 157 miliar. Fasilitas yang dibangun adalah Dermaga seluas 70x8 M2, Trestle seluas 550x6 M2, dan Causeway seluas 310 x 6 M2. Pelabuhan Tutu Kembong memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 5 mLWS.

Sedangkan fasilitas darat yang dibangun adalah terminal dan kantor seluas 250 M2, bangunan pos jaga 9 M2, dan rumah pompa dan genset 1 unit. Pelabuhan Tutu Kembong yang berada di Kabupaten Maluku Tenggara Barat merupakan pelabuhan pengumpan lokal yang berfungsi sebagai prasarana bongkar muat barang dan penumpang serta sebagai prasarana kapal perintis di Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Pelabuhan Wonreli mulai dibangun pada tahun 2010 dan selesai pada tahun 2015 dengan total biaya sebesar Rp 54,5 miliar. Fasilitas yang dibangun terdiri dari Dermaga seluas 120x8 M2, Trestle I seluas 68x6 M2, Trestle II seluas 68x6 M2, dan Causeway seluas 250x6 M2. Selain itu, area darat pelabuhan juga dikembangkan untuk lapangan penumpukan barang seluas 2.000 M2, kantor, terminal penumpang seluas 300 M2, pos jaga, genset, gudang, dan area parkir kendaraan.

Pelabuhan Wonreli memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 6 mLWS. Pelabuhan Wonreli yang berada di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya merupakan pelabuhan pengumpan lokal dan berfungsi sebagai prasarana dan sarana transportasi masyarakat Kabupaten Maluku Barat Daya.

Pelabuhan Pulau Teor dibangun sejak tahun 2010 sampai tahun 2015 dengan biaya sebesar Rp. 42,6 miliar. Fasilitas yang dibangun terdiri dari Dermaga seluas 70x8 M2, Trestle seluas 50x6 M2, dan Reklamasi seluas 100x50 M2. Fasilitas darat yang juga dibangun adalah kantor, gudang dan terminal penumpang. Pelabuhan Pulau Teor yang terletak di Kabupaten Seram Bagian Timur ini memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 5 mLWS.

Provinsi Maluku memiliki potensi sumber daya hayati laut seperti ikan laut, rumput laut, budidaya air laut dan air payau yang tersebar di perairan laut Seram, Manipa, Buru, Kei Kecil, Kei besar, Yamdena, dan Wetar. Selain itu, Provinsi Maluku juga memiliki potensi wisata budaya dan wisata alam yang secara merata menyebar di seluruh wilayah Provinsi Maluku.

Sementara pelabuhan di Provinsi Maluku Utara yang juga sudah selesai dibangun yaitu Pelabuhan Tobelo dan Pelabuhan Galela.

Pelabuhan Tobelo dibangun tahun 2008 dan selesai pada tahun 2015 dengan total pembiayaan sebesar Rp 163 miliar. Fasilitas yang dibangun adalah Dermaga General Cargo seluas 174x8 M2, Dermaga Penumpang I seluas 50x10 M2, Dermaga Penumpang II seluas 85x10 M2, Dermaga Peti Kemas II seluas 170x20 M2, Trestle General Cargo seluas 12x6 M2, dan Trestle Peti Kemas seluas 64x10 M2. Selain itu, fasilitas darat yang dibangun adalah Kantor seluas 15x6 M2, Lapangan Penumpukan Barang I seluas 10.118 M2, Lapangan Penumpukan Barang II seluas 20.000 M2, Gudang seluas 10x30 M2, lapangan parkir, pos jaga, jalan induk dan jalan poros.

Pelabuhan Tobelo memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 10.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 10 mLWS. Pelabuhan Tobelo yang berada di Kabupaten Halmahera Utara adalah pelabuhan pengumpul yang berfungsi sebagai prasarana bongkar muat barang dan penumpang di Kabupaten Halmahera Utara.

Pelabuhan Galela mulai dibangun tahun 2006 dan selesai tahun 2015 dengan total pembiayaan sebesar Rp 35,4 miliar. Fasilitas yang dibangun adalah Dermaga seluas 130x8 M2, Causeway seluas 17x6 M2, dan Trestle seluas 28x6 M2. Area darat juga dilakukan pembangunan untuk fasilitas kantor, lapangan penumpukan barang, terminal penumpang 150 m2, bangunan pos jaga, bangunan gudang, bangunan gedung serbaguna (12x8) m2, sarana ibadah (mushola) (8x6) m2, dan lapangan parkir.

Pelabuhan Galela memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 5 mLWS. Pelabuhan Galela adalah pelabuhan pengumpan lokal yang juga berada di Kabupaten Halmahera Utara dan berfungsi sebagai prasarana dan sarana transportasi masyarakat Kabupaten Halmahera Utara.

Maluku Utara sebagai provinsi kepulauan merupakan penghasil kayu terbesar selain potensi perikanan, peternakan, dan perkebunan yang menjadi kekayaan sumber daya alam. Selain itu, potensi wisata alam bahari dan wisata budaya juga menjadi kekayaan khusus Maluku Utara.

Sedangkan di Provinsi Papua Barat, Kemenhub telah selesai membangun Pelabuhan Wasior. Pelabuhan yang berada di Kabupaten Teluk Wondana ini adalah pelabuhan pengumpul yang mulai dibangun sejak tahun 2005 dan selesai pada tahun 2015 dengan biaya Rp 79 miliar. Fasilitas pelabuhan yang dibangun yaitu Dermaga seluas 174x10 M2, Trestle I seluas 48x8 M2, Trestle II seluas 47x8 M2, Causeway I seluas 160x6 M2, Causeway II seluas 127x8 M2, dan Reklamasi seluas 12.500 M2.

Pada area darat pelabuhan juga telah dibangun terminal, pos jaga, rumah pompa dan genset, gudang seluas 15x40 M2, dan lapangan penumpukan barang seluas 10.000 M2. Saat ini Pelabuhan Wasior memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 3.500 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 10 mLWS

Papua Barat memiliki potensi sumber daya alam non-migas seperti sektor perikanan dan peternakan, sektor perkebunan dan kehutanan. Pada sektor wisata Papua Barat memiliki lokasi wisata laut Raja Ampat yang sudah mendunia selain wisata-wisata alam lainnya yang juga menarik untuk dikunjungi di antaranya Taman Nasional Teluk Cendrawasih dan Situs Purbakala Tapurarang.

Pembangunan pelabuhan di Provinsi Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat merupakan wujud komitmen pemerintah untuk membangun infrastruktur transportasi untuk meningkatkan konektivitas di wilayah perbatasan, terluar dan wilayah bencana. Hal tersebut sejalan dengan fokus kerja Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk terus meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana jasa transportasi serta meningkatkan kualitas pelayanan jasa transportasi kepada masyarakat.

"Pembangunan dan pengembangan pelabuhan-pelabuhan tersebut juga merupakan wujud pembangunan yang tidak hanya Jawa sentris akan tetapi pembangunan yang Indonesia sentris, sesuai dengan Nawa Cita pemerintahan Presiden, Joko Widodo dan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutup Barata.
http://m.detik.com/finance/read/2016...esmikan-jokowi
----------
Jokowi memang top dengan nawacita nya.... Ntar ada yg mewek di bilang 10 tahun sia



kalo panasbung selalu cati kesalahan bukan output emoticon-Ngakak
0 0
0
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
03-04-2016 14:04
Quote:Original Posted By baraku


ente jangan bawa-bawa SBY braayyy, gak boleh nama itu disebut lagi, karena sekarang jaman cahaya asia

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyelesaikan pembangunan enam pelabuhan yang tersebar di Provinsi Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat. Keenam pelabuhan ini telah siap beroperasi dan direncanakan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 5 dan 6 April 2016 di Papua Barat dan Maluku.
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
"Seluruh pembangunan pelabuhan tersebut dibangun melalui sumber dana APBN Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sampai dengan Tahun Anggaran 2015," tulis Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, J.A. Barata dalam keterangannya, Minggu (3/4/2016).

Pelabuhan di Provinsi Maluku yang telah selesai dibangun adalah Pelabuhan Tutu Kembong, Pelabuhan Wonreli, dan Pelabuhan Pulau Teor.

Pelabuhan Tutu Kembon merupakan pelabuhan non-komersial yang dibangun mulai tahun 2012 sampai dengan tahun 2015 dengan total pembiayaan Rp 157 miliar. Fasilitas yang dibangun adalah Dermaga seluas 70x8 M2, Trestle seluas 550x6 M2, dan Causeway seluas 310 x 6 M2. Pelabuhan Tutu Kembong memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 5 mLWS.

Sedangkan fasilitas darat yang dibangun adalah terminal dan kantor seluas 250 M2, bangunan pos jaga 9 M2, dan rumah pompa dan genset 1 unit. Pelabuhan Tutu Kembong yang berada di Kabupaten Maluku Tenggara Barat merupakan pelabuhan pengumpan lokal yang berfungsi sebagai prasarana bongkar muat barang dan penumpang serta sebagai prasarana kapal perintis di Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Pelabuhan Wonreli mulai dibangun pada tahun 2010 dan selesai pada tahun 2015 dengan total biaya sebesar Rp 54,5 miliar. Fasilitas yang dibangun terdiri dari Dermaga seluas 120x8 M2, Trestle I seluas 68x6 M2, Trestle II seluas 68x6 M2, dan Causeway seluas 250x6 M2. Selain itu, area darat pelabuhan juga dikembangkan untuk lapangan penumpukan barang seluas 2.000 M2, kantor, terminal penumpang seluas 300 M2, pos jaga, genset, gudang, dan area parkir kendaraan.

Pelabuhan Wonreli memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 6 mLWS. Pelabuhan Wonreli yang berada di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya merupakan pelabuhan pengumpan lokal dan berfungsi sebagai prasarana dan sarana transportasi masyarakat Kabupaten Maluku Barat Daya.

Pelabuhan Pulau Teor dibangun sejak tahun 2010 sampai tahun 2015 dengan biaya sebesar Rp. 42,6 miliar. Fasilitas yang dibangun terdiri dari Dermaga seluas 70x8 M2, Trestle seluas 50x6 M2, dan Reklamasi seluas 100x50 M2. Fasilitas darat yang juga dibangun adalah kantor, gudang dan terminal penumpang. Pelabuhan Pulau Teor yang terletak di Kabupaten Seram Bagian Timur ini memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 5 mLWS.

Provinsi Maluku memiliki potensi sumber daya hayati laut seperti ikan laut, rumput laut, budidaya air laut dan air payau yang tersebar di perairan laut Seram, Manipa, Buru, Kei Kecil, Kei besar, Yamdena, dan Wetar. Selain itu, Provinsi Maluku juga memiliki potensi wisata budaya dan wisata alam yang secara merata menyebar di seluruh wilayah Provinsi Maluku.

Sementara pelabuhan di Provinsi Maluku Utara yang juga sudah selesai dibangun yaitu Pelabuhan Tobelo dan Pelabuhan Galela.

Pelabuhan Tobelo dibangun tahun 2008 dan selesai pada tahun 2015 dengan total pembiayaan sebesar Rp 163 miliar. Fasilitas yang dibangun adalah Dermaga General Cargo seluas 174x8 M2, Dermaga Penumpang I seluas 50x10 M2, Dermaga Penumpang II seluas 85x10 M2, Dermaga Peti Kemas II seluas 170x20 M2, Trestle General Cargo seluas 12x6 M2, dan Trestle Peti Kemas seluas 64x10 M2. Selain itu, fasilitas darat yang dibangun adalah Kantor seluas 15x6 M2, Lapangan Penumpukan Barang I seluas 10.118 M2, Lapangan Penumpukan Barang II seluas 20.000 M2, Gudang seluas 10x30 M2, lapangan parkir, pos jaga, jalan induk dan jalan poros.

Pelabuhan Tobelo memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 10.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 10 mLWS. Pelabuhan Tobelo yang berada di Kabupaten Halmahera Utara adalah pelabuhan pengumpul yang berfungsi sebagai prasarana bongkar muat barang dan penumpang di Kabupaten Halmahera Utara.

Pelabuhan Galela mulai dibangun tahun 2006 dan selesai tahun 2015 dengan total pembiayaan sebesar Rp 35,4 miliar. Fasilitas yang dibangun adalah Dermaga seluas 130x8 M2, Causeway seluas 17x6 M2, dan Trestle seluas 28x6 M2. Area darat juga dilakukan pembangunan untuk fasilitas kantor, lapangan penumpukan barang, terminal penumpang 150 m2, bangunan pos jaga, bangunan gudang, bangunan gedung serbaguna (12x8) m2, sarana ibadah (mushola) (8x6) m2, dan lapangan parkir.

Pelabuhan Galela memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 5 mLWS. Pelabuhan Galela adalah pelabuhan pengumpan lokal yang juga berada di Kabupaten Halmahera Utara dan berfungsi sebagai prasarana dan sarana transportasi masyarakat Kabupaten Halmahera Utara.

Maluku Utara sebagai provinsi kepulauan merupakan penghasil kayu terbesar selain potensi perikanan, peternakan, dan perkebunan yang menjadi kekayaan sumber daya alam. Selain itu, potensi wisata alam bahari dan wisata budaya juga menjadi kekayaan khusus Maluku Utara.

Sedangkan di Provinsi Papua Barat, Kemenhub telah selesai membangun Pelabuhan Wasior. Pelabuhan yang berada di Kabupaten Teluk Wondana ini adalah pelabuhan pengumpul yang mulai dibangun sejak tahun 2005 dan selesai pada tahun 2015 dengan biaya Rp 79 miliar. Fasilitas pelabuhan yang dibangun yaitu Dermaga seluas 174x10 M2, Trestle I seluas 48x8 M2, Trestle II seluas 47x8 M2, Causeway I seluas 160x6 M2, Causeway II seluas 127x8 M2, dan Reklamasi seluas 12.500 M2.

Pada area darat pelabuhan juga telah dibangun terminal, pos jaga, rumah pompa dan genset, gudang seluas 15x40 M2, dan lapangan penumpukan barang seluas 10.000 M2. Saat ini Pelabuhan Wasior memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 3.500 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 10 mLWS

Papua Barat memiliki potensi sumber daya alam non-migas seperti sektor perikanan dan peternakan, sektor perkebunan dan kehutanan. Pada sektor wisata Papua Barat memiliki lokasi wisata laut Raja Ampat yang sudah mendunia selain wisata-wisata alam lainnya yang juga menarik untuk dikunjungi di antaranya Taman Nasional Teluk Cendrawasih dan Situs Purbakala Tapurarang.

Pembangunan pelabuhan di Provinsi Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat merupakan wujud komitmen pemerintah untuk membangun infrastruktur transportasi untuk meningkatkan konektivitas di wilayah perbatasan, terluar dan wilayah bencana. Hal tersebut sejalan dengan fokus kerja Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk terus meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana jasa transportasi serta meningkatkan kualitas pelayanan jasa transportasi kepada masyarakat.

"Pembangunan dan pengembangan pelabuhan-pelabuhan tersebut juga merupakan wujud pembangunan yang tidak hanya Jawa sentris akan tetapi pembangunan yang Indonesia sentris, sesuai dengan Nawa Cita pemerintahan Presiden, Joko Widodo dan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutup Barata.
http://m.detik.com/finance/read/2016...esmikan-jokowi
----------
Jokowi memang top dengan nawacita nya.... Ntar ada yg mewek di bilang 10 tahun sia


Loh kan ga ada salahnya bilang pak SBY emang top. Kan beliau yg memulai dan diteruskan era berikutnya. Jadi sama2 bagus dua2 nya. Itu sih yang ngomong 10 tahun sia2 emang keterlaluan. Terlalu fanatik mendukung/membenci
0 0
0
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
03-04-2016 14:04
Quote:Original Posted By iloen


Kenapa pada lama amat ya pembangunannya?
Malah ada yang dari 2006. Baru selesai.
Dan lebih anehnya lagi penyelesaiannya bs hampir serempak.


Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka mendukung konektivitas dengan moda transportasi laut dan menggerakkan roda perekonomian di Provinsi Papua Barat, Kementerian Perhubungan telah menyelesaikan pembangunan fasilitas Pelabuhan Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Kementerian Perhubungan JA Barata mengungkapkan, pengembangan pelabuhan tersebut dijalankan secara multiyears dari dana APBN Kementerian Perhubungan Tahun Anggaran 2005 sampai dengan 2015. Nilai investasi dari proyek tersebut mencapai Rp 79 miliar.

"Rencananya pelabuhan tersebut akan diresmikan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan besok Senin," kata Barat, Sabtu (2/4/2016).

Sumber
0 0
0
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
03-04-2016 14:06
Quote:Original Posted By fr91


Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka mendukung konektivitas dengan moda transportasi laut dan menggerakkan roda perekonomian di Provinsi Papua Barat, Kementerian Perhubungan telah menyelesaikan pembangunan fasilitas Pelabuhan Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Kementerian Perhubungan JA Barata mengungkapkan, pengembangan pelabuhan tersebut dijalankan secara multiyears dari dana APBN Kementerian Perhubungan Tahun Anggaran 2005 sampai dengan 2015. Nilai investasi dari proyek tersebut mencapai Rp 79 miliar.

"Rencananya pelabuhan tersebut akan diresmikan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan besok Senin," kata Barat, Sabtu (2/4/2016).

Sumber


Nilainya ngga terlalu gede kenapa harus multiyears ya? Bener2 ngga masuk akal.
79 m dibagi 10 cuma 7.9 m pertahun. Dibagi 12 cuma 600 jutaan perbulan. Padahal biaya material aja bakalan naik terus perbulan pertahun.
Diubah oleh iloen
0 0
0
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
03-04-2016 14:07
Quote:Original Posted By iloen


Selama ini ngga terlalu dipantau kayanya pembangunannya. Makanya banyak rencana, inisiasi, groundbreaking yang akhirnya diberesin di era mas joko.


Karena SBY bukan media darling, SBY juga jarang peresmian atau gronbreaking secara langsung, dia lebih sering conference video, dan sekali resmiin puluhan sekaligus

Sumber
0 0
0
Selesai 100%, 6 Pelabuhan di Maluku dan Papua Barat Akan Diresmikan Jokowi
03-04-2016 14:08
Quote:Original Posted By dark4eve
Mangkraknya lama amat bray... ada yg dari 2006 baru selesai...


mungkin karna pengiriman raw matrial yang membutuhkan waktu jadi lama bray..
0 0
0
Halaman 2 dari 8
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia