TS
japanlist
Top 10 Legenda Urban Paling Menyeramkan di Jepang!
Di Jepang banyak sekali legenda urban yang beredar dari mulut ke mulut. Legenda urban Jepang meliputi cerita rakyat masa kini tentang makhluk supranatural, kebanyakan adalah arwah penasaran yang menyerang orang-orang tak bersalah di sekitarnya atau kisah non-supranatural yang behubungan dengan rumor populer dalam masyarakat. Legenda urban Jepang biasanya menyelipkan suatu pesan atau peringatan dalam kisahnya, seperti peringatan untuk tidak pulang malam, tidak bicara dengan orang tak dikenal, atau pesan lainnya. Nah, artikel berikut ini akan membahas legenda-legenda urban populer yang menyeramkan dan masih sering dibicarakan di Jepang sampai saat ini.
Siapkan mental gansis untuk membacanya, ya!
1. Kuchisake Onna
Kuchisake Onna atau perempuan bermulut robek adalah salah satu legenda urban paling populer di Jepang dan punya banyak versi. Dikisahkan kalau seseorang berpapasan dengan seorang wanita yang mengenakan masker di jalan pada malam hari, wanita itu akan bertanya “Apakah aku cantik?” pada orang tersebut. Kalau sang korban menjawab “tidak”, maka Kuchisake Onna akan langsung membunuh korban dengan gunting besar yang selalu dibawanya. Sedangkan kalau korban menjawab “ya”, Kuchisake Onna akan membuka maskernya dan memperlihatkan wajahnya yang ujung mulutnya robek sampai ke ujung telinganya. Kuchisake Onna kemudian akan bertanya lagi, “Meskipun seperti ini?”. Kalau menjawab “tidak”, maka korban akan langsung ditebasnya. Tapi kalau tetap menjawab “ya”, maka korban akan dibebaskannya. Tapi ada juga versi yang menyebutkan bahwa korban akan tetap dibunuh apapun jawaban yang diberikan. Ada yang menyebutkan kalau korbannya anak-anak, maka Kuchisake Onna akan memakannya. Kalau korbannya wanita, maka Kuchisake Onna akan merobek mulutnya agar menyerupai dirinya.
Ada versi lainnya yang menyebutkan kalau korban menjawab pertanyaan Kuchisake Onna dengan “lumayan” atau “biasa saja”, korban bisa kabur selagi dia kebingungan. Korban juga bisa melemparkan permen atau manisan lalu kabur sementara Kuchisake Onna akan sibuk memungutinya. Versi lainnya lagi menyebutkan kalau korban menanyakan balik pertanyaan yang sama, maka Kuchisake Onna akan kebingungan dan pergi.
Di antara banyaknya versi tentang asal-usul Kuchisake Onna, ada dua versi yang paling terkenal. Versi pertama menyebutkan kalau Kuchisake Onna dulunya adalah seorang selir dari samurai yang sangat cantik dan gemar berselingkuh. Suatu saat sang suami memergoki perselingkuhannya dan marah. Sang suami kemudian merobek mulutnya hingga ujung telinga dan berkata “Nah, sekarang siapa yang akan mengatakan kau cantik?”. Versi kedua menyebutkan kalau Kuchisake Onna adalah korban operasi gagal. Konon dokter yang mengoperasinya memakai pomade dengan bau yang menyengat untuk membiusnya. Sang wanita pun merasa gelisah karena terganggu dengan baunya hingga menyebabkan sang dokter tidak sengaja merobek mulutnya dengan gunting operasi. Hii, seram sekali, ya!
2. Toire no Hanako-san
Toire no Hanako-san adalah legenda urban paling terkenal dengan latar belakang sekolah dasar. Dikisahkan bahwa Hanako-san adalah murid yang bunuh diri di kamar mandi karena ditindas murid lain. Ada juga yang menyebutkan kalau dia terbunuh karena serangan bom Perang Dunia II saat sedang bermain petak umpet. Kabarnya Hanako-san mendiami toilet bilik keempat, tapi ada juga yang bilang bilik ketiga di toilet perempuan. Hanako-san hanya akan muncul kalau dipanggil. Ada banyak versi untuk memanggil Hanako-san. Versi paling terkenal adalah dengan mengetuk toilet bilik persembunyian Hanako-san sebanyak tiga kali sambil bertanya, “Apakah kau ada di dalam, Hanako-san?” Setelah itu Hanako-san akan menjawab, “Ya, aku ada di dalam”. Kalau kalian masih punya nyali, kalian bisa membuka pintu toilet dan menemukan sosok gadis berambut bob dengan rok merah. Hanako-san kemudian akan menarik tangan kalian dan menenggelamkan kalian ke dalam toilet. Karena kisah inilah, banyak murid yang menjadikan legenda urban Toire no Hanako-san sebagai ajang uji nyali di sekolah. Apa kalian tertarik untuk mempraktikkannya di toilet sekolah kalian?
3. Teke Teke
Teke Teke adalah legenda urban Jepang tentang wanita muda yang jatuh di atas rel kereta dan ditabrak oleh kereta api yang melintas hingga membuat badannya terbelah dua. Wanita ini kemudian menjadi arwah penasaran. Dikisahkan kalau dia selalu membawa sabit dan berjalan dengan tangan atau sikunya karena tidak mempunyai kaki. Bunyi yang dihasilkannya ketika berjalan ini pun terdengar seperti “teke teke“. Dari situlah nama Teke Teke berasal. Kalau kalian bertemu Teke Teke dan tidak segera kabur, maka dia akan memotong tubuh korbannya menjadi dua menyerupai dirinya.
Versi lain dari kisah ini menceritakan tentang murid yang baru pulang berjalan dari sekolahnya. Murid tersebut kemudian melihat seorang gadis cantik bersandar di jendela lantai atas. Mereka bertatapan mata dan gadis tersebut tersenyum padanya. Murid tersebut pun keheranan dengan keberadaan gadis tersebut karena sekolahnya merupakan sekolah khusus pria. Saat sang murid tersebut masih sibuk berfikir, sang gadis yang ternyata adalah Teke Teke itu kemudian melompat dari jendela dan tampaklah bagian bawah tubuhnya yang tak ada. Murid tersebut kaget melihatnya dan sebelum berhasil kabur, Teke Teke sudah memotong tubuhnya menjadi dua bagian.
4. Kokkuri-san
Kokkuri adalah permainan memanggil arwah dengan cara meletakkan jari telunjuk kalian pada sekeping uang koin. Koin tersebut kemudian diletakkan di atas selembar kertas. Pada kertas tersebut dituliskan huruf-huruf Hiragana. Lalu di atas kertas kalian menambahkan kata “Ya”, “Tidak”, dan gambar gerbang torii di antara kedua kata tersebut. Permainan ini bisa dimainkan minimal oleh dua orang. Sebelum memulainya kalian harus membuka pintu atau jendela dahulu sebagai jalan masuk Kokkuri-san nantinya. Kokkuri dimulai dengan mengajukan pertanyaan yang diawali dengan mengucapkan kalimat “Kokkuri-san, Kokkuri-san” sebelumnya.
Ada versi yang menyebutkan bahwa Kokkuri-san hanya akan memberitahu tanggal kematiannya saat ditanyai saja. Versi lain menyebutkan kalau Kokkuri-san bisa ditanyai apa saja asalkan kalian menamatkan permainan dengan mengikuti aturan. Untuk mengakhiri permainan, sebelum meninggalkan meja kalian harus meminta Kokkuri-san untuk kembali ke alamnya. Setelah permainan selesai, kalian harus melenyapkan peralatan permainan Kokkuri dalam batas waktu tertentu untuk membuang sial. Misalnya dengan merobek kertas permainan atau membelanjakan uang koin yang dipakai dalam permainan. Sepintas permainan yang populer di kalangan anak sekolah ini mirip dengan permainan jelangkung di Indonesia, ya!
5. Aka Manto
Aka Manto atau “Jubah Merah” adalah hantu yang menghantui bilik kamar mandi wanita. Dia digambarkan sebagai seorang pemuda tampan yang mengenakan jubah atau mantel berwarna merah dan topeng untuk menutupi wajahnya. Saat korban yang diincar sedang berada di dalam toilet, Aka Manto akan menawarkan pilihan antara tisu berwarna merah atau biru. Kalau menjawab merah, maka korban akan mati bersimbah darah. Sedangkan kalau menjawab biru, korban akan dicekik hingga wajahnya berwarna biru pucat. Kalau korban menjawab dengan warna lain, sebuah tangan akan muncul dan menarik korban ke dimensi lain. Ada versi yang menyebutkan korban akan selamat kalau menolak tawaran Aka Manto.
6. Boneka Okiku
Boneka Okiku adalah boneka misterius yang konon dirasuki oleh arwah seorang anak. Nama Okiku sendiri sebenarnya adalah nama anak yang sering memainkan boneka tersebut pada dahulu kala. Boneka Okiku memiliki tinggi sekitar 40 sentimeter dan memakai kostum kimono. Boneka Okiku diletakkan di Kuil Mannennji, Kota Iwamizawa, Prefektur Hokkaido sejak tahun 1938. Menurut pihak kuil, awalnya boneka memiliki rambut pendek layaknya boneka tradisional lainnya. Tapi seiring berjalannya waktu, rambut boneka tumbuh kira-kira sepanjang 25 sentimenter hingga mencapai lutut. Walaupun pihak kuil sudah mencoba untuk memotongnya, rambut boneka tetap saja tumbuh panjang kembali.
Sebelumnya boneka Okiku adalah boneka yang dibeli pada tahun 1918 oleh Ekichi Suzuki saat mengunjungi Sapporo. Boneka tersebut dibelinya sebagai hadiah untuk adiknya yang bernama Okiku. Adiknya sangat menyukai boneka tersebut dan memainkannya setiap hari. Tahun berikutnya Okiku meninggal mendadak karena flu. Keluarganya pun meletakkan boneka Okiku di altar rumah dan berdoa setiap hari di situ untuk mengenang Okiku. Pada tahun 1938 keluarga Suzuki pindah rumah dan menyerahkan boneka Okiku pada Kuil Mannennji sampai sekarang.
7. Kutukan Iklan Kleenex
Pada tahun 1980-an, Kleenex merilis tiga iklan untuk produk tisunya di Jepang. Salah satu iklan tersebut menayangkan adegan seorang gadis berbaju putih dan seorang anak kecil memakai kostum oni (setan Jepang) sedang duduk di atas jerami. Lagu yang menjadi latar iklan ini dianggap menyeramkan oleh banyak orang dan terdengar seperti nyanyian tentang kematian dalam bahasa asing. Padahal setelah didengarkan dengan seksama, lagu yang dinyanyikan adalah lagu berbahasa Inggris berjudul “It’s A Fine Day” milik Jane & Barton. Banyak juga beredar rumor tak menyenangkan tentang kisah dibalik layar iklan ini seperti kru yang tewas atau sang aktris yang keudian mengalami gangguan jiwa.
8. Kutukan Kamar Merah
Kutukan Kamar Merah adalah legenda urban Jepang tentang pop up internet yang muncul di layar komputer. Pop up tersebut memberitahu satu hal, yaitu tentang kematianmu yang semakin dekat. Berdasarkan cerita yang banyak beredar, pop up tersebut menampilkan pintu merah dengan kata-kata “Apakah kau suka…?”. Semakin kalian mencoba untuk menutup iklan tersebut, semakin banyak iklan pop up tersebut muncul dan pertanyaan pun semakin lengkap menjadi “Apakah kau suka kamar merah?”. Setelah seluruh kalimat pertanyaan lengkap, layar komputer akan dipenuhi warna merah dan muncul daftar nama-nama korban terdahulu. Kelanjutan cerita setelah itu tidak terlalu jelas. Tapi yang pasti, korban “Kutukan Kamar Merah” kemudian ditemukan tewas bunuh diri dan tembok kamarnya diwarnai oleh darah mereka sendiri.
Legenda ini berawal dari animasi flash tentang murid yang tewas setelah menerima pop up di layar komputernya. Lgenda ini pun semakin populer setelah kasus seorang murid yang menggorok temannya sendiri ternyata memarkahi situs video animasi flash itu sebagai situs favoritnya.
9. Fatal Fare
Fatal Fare berkisah tentang sopir taksi yang mengangkut penumpang pada tengah malam hari. Penumpang tersebut minta diantarkan ke daerah asing yang tidak pernah didengar sebelumnya oleh sang sopir taksi. Penumpang itu pun memberikan arahan kepadanya. Semakin lama taksi tersebut bukannya sampai di tujuan, malah semkain menjauh dari keramaian dan menyusuri jalanan sepi. Merasa aneh dan curiga, sang sopir pun menegok ke arah tempat duduk penumpang dan mendapati kursi penumpang ternyata kosong. Sebelum menyadari apa yang terjadi dan bergegas untuk kabur, taksi yang dikendarainya pun terjatuh ke jurang. Ternyata rute yang diarahkan oleh “penumpang” tadi adalah rute menuju jurang yang dalam. Hii, seram, ya!
10. Hitobashira
Hitobashira atau pilar manusia mungkin adalah salah satu legenda urban Jepang yang paling aneh. Bayangkan kalian sedang berada di kuil atau istana kuno dan ternyata di dalam pilar-pilar bangunan tersebut terdapat kerangka-kerangka manusia. Nah, itulah yang disebut dengan pilar manusia. Seram, kan?
Budaya Jepang kuno percaya bahwa penggunaan dan bagian tubuh manusia dalam kerangka bangunan dipercaya bisa memperkuat konstruksi bangunan. Selain itu hal tersebut juga dianggap sebagai persembahan kepada dewa-dewa. Beberapa bangunan terkenal yang dirumorkan memiliki kerangka manusia di dalam pilarnya adalah Kastil Matsue dan Terowongan Jomon. Para pekerja konstruksinya dikabarkan sering melihat penampakan kerangka manusia di dinding terowongan suara-suara misterius di dalam sana.
Yang Lebih Serem Ada Di Sini
SUMBER
Siapkan mental gansis untuk membacanya, ya!

1. Kuchisake Onna
Spoiler for Kuchisake Onna:
Kuchisake Onna atau perempuan bermulut robek adalah salah satu legenda urban paling populer di Jepang dan punya banyak versi. Dikisahkan kalau seseorang berpapasan dengan seorang wanita yang mengenakan masker di jalan pada malam hari, wanita itu akan bertanya “Apakah aku cantik?” pada orang tersebut. Kalau sang korban menjawab “tidak”, maka Kuchisake Onna akan langsung membunuh korban dengan gunting besar yang selalu dibawanya. Sedangkan kalau korban menjawab “ya”, Kuchisake Onna akan membuka maskernya dan memperlihatkan wajahnya yang ujung mulutnya robek sampai ke ujung telinganya. Kuchisake Onna kemudian akan bertanya lagi, “Meskipun seperti ini?”. Kalau menjawab “tidak”, maka korban akan langsung ditebasnya. Tapi kalau tetap menjawab “ya”, maka korban akan dibebaskannya. Tapi ada juga versi yang menyebutkan bahwa korban akan tetap dibunuh apapun jawaban yang diberikan. Ada yang menyebutkan kalau korbannya anak-anak, maka Kuchisake Onna akan memakannya. Kalau korbannya wanita, maka Kuchisake Onna akan merobek mulutnya agar menyerupai dirinya.
Ada versi lainnya yang menyebutkan kalau korban menjawab pertanyaan Kuchisake Onna dengan “lumayan” atau “biasa saja”, korban bisa kabur selagi dia kebingungan. Korban juga bisa melemparkan permen atau manisan lalu kabur sementara Kuchisake Onna akan sibuk memungutinya. Versi lainnya lagi menyebutkan kalau korban menanyakan balik pertanyaan yang sama, maka Kuchisake Onna akan kebingungan dan pergi.
Di antara banyaknya versi tentang asal-usul Kuchisake Onna, ada dua versi yang paling terkenal. Versi pertama menyebutkan kalau Kuchisake Onna dulunya adalah seorang selir dari samurai yang sangat cantik dan gemar berselingkuh. Suatu saat sang suami memergoki perselingkuhannya dan marah. Sang suami kemudian merobek mulutnya hingga ujung telinga dan berkata “Nah, sekarang siapa yang akan mengatakan kau cantik?”. Versi kedua menyebutkan kalau Kuchisake Onna adalah korban operasi gagal. Konon dokter yang mengoperasinya memakai pomade dengan bau yang menyengat untuk membiusnya. Sang wanita pun merasa gelisah karena terganggu dengan baunya hingga menyebabkan sang dokter tidak sengaja merobek mulutnya dengan gunting operasi. Hii, seram sekali, ya!
2. Toire no Hanako-san
Spoiler for Toire no Hanako-san:
Toire no Hanako-san adalah legenda urban paling terkenal dengan latar belakang sekolah dasar. Dikisahkan bahwa Hanako-san adalah murid yang bunuh diri di kamar mandi karena ditindas murid lain. Ada juga yang menyebutkan kalau dia terbunuh karena serangan bom Perang Dunia II saat sedang bermain petak umpet. Kabarnya Hanako-san mendiami toilet bilik keempat, tapi ada juga yang bilang bilik ketiga di toilet perempuan. Hanako-san hanya akan muncul kalau dipanggil. Ada banyak versi untuk memanggil Hanako-san. Versi paling terkenal adalah dengan mengetuk toilet bilik persembunyian Hanako-san sebanyak tiga kali sambil bertanya, “Apakah kau ada di dalam, Hanako-san?” Setelah itu Hanako-san akan menjawab, “Ya, aku ada di dalam”. Kalau kalian masih punya nyali, kalian bisa membuka pintu toilet dan menemukan sosok gadis berambut bob dengan rok merah. Hanako-san kemudian akan menarik tangan kalian dan menenggelamkan kalian ke dalam toilet. Karena kisah inilah, banyak murid yang menjadikan legenda urban Toire no Hanako-san sebagai ajang uji nyali di sekolah. Apa kalian tertarik untuk mempraktikkannya di toilet sekolah kalian?
3. Teke Teke
Spoiler for Teke Teke:
Teke Teke adalah legenda urban Jepang tentang wanita muda yang jatuh di atas rel kereta dan ditabrak oleh kereta api yang melintas hingga membuat badannya terbelah dua. Wanita ini kemudian menjadi arwah penasaran. Dikisahkan kalau dia selalu membawa sabit dan berjalan dengan tangan atau sikunya karena tidak mempunyai kaki. Bunyi yang dihasilkannya ketika berjalan ini pun terdengar seperti “teke teke“. Dari situlah nama Teke Teke berasal. Kalau kalian bertemu Teke Teke dan tidak segera kabur, maka dia akan memotong tubuh korbannya menjadi dua menyerupai dirinya.
Versi lain dari kisah ini menceritakan tentang murid yang baru pulang berjalan dari sekolahnya. Murid tersebut kemudian melihat seorang gadis cantik bersandar di jendela lantai atas. Mereka bertatapan mata dan gadis tersebut tersenyum padanya. Murid tersebut pun keheranan dengan keberadaan gadis tersebut karena sekolahnya merupakan sekolah khusus pria. Saat sang murid tersebut masih sibuk berfikir, sang gadis yang ternyata adalah Teke Teke itu kemudian melompat dari jendela dan tampaklah bagian bawah tubuhnya yang tak ada. Murid tersebut kaget melihatnya dan sebelum berhasil kabur, Teke Teke sudah memotong tubuhnya menjadi dua bagian.
4. Kokkuri-san
Spoiler for Kokkuri-san:
Kokkuri adalah permainan memanggil arwah dengan cara meletakkan jari telunjuk kalian pada sekeping uang koin. Koin tersebut kemudian diletakkan di atas selembar kertas. Pada kertas tersebut dituliskan huruf-huruf Hiragana. Lalu di atas kertas kalian menambahkan kata “Ya”, “Tidak”, dan gambar gerbang torii di antara kedua kata tersebut. Permainan ini bisa dimainkan minimal oleh dua orang. Sebelum memulainya kalian harus membuka pintu atau jendela dahulu sebagai jalan masuk Kokkuri-san nantinya. Kokkuri dimulai dengan mengajukan pertanyaan yang diawali dengan mengucapkan kalimat “Kokkuri-san, Kokkuri-san” sebelumnya.
Ada versi yang menyebutkan bahwa Kokkuri-san hanya akan memberitahu tanggal kematiannya saat ditanyai saja. Versi lain menyebutkan kalau Kokkuri-san bisa ditanyai apa saja asalkan kalian menamatkan permainan dengan mengikuti aturan. Untuk mengakhiri permainan, sebelum meninggalkan meja kalian harus meminta Kokkuri-san untuk kembali ke alamnya. Setelah permainan selesai, kalian harus melenyapkan peralatan permainan Kokkuri dalam batas waktu tertentu untuk membuang sial. Misalnya dengan merobek kertas permainan atau membelanjakan uang koin yang dipakai dalam permainan. Sepintas permainan yang populer di kalangan anak sekolah ini mirip dengan permainan jelangkung di Indonesia, ya!
5. Aka Manto
Spoiler for Aka Manto:
Aka Manto atau “Jubah Merah” adalah hantu yang menghantui bilik kamar mandi wanita. Dia digambarkan sebagai seorang pemuda tampan yang mengenakan jubah atau mantel berwarna merah dan topeng untuk menutupi wajahnya. Saat korban yang diincar sedang berada di dalam toilet, Aka Manto akan menawarkan pilihan antara tisu berwarna merah atau biru. Kalau menjawab merah, maka korban akan mati bersimbah darah. Sedangkan kalau menjawab biru, korban akan dicekik hingga wajahnya berwarna biru pucat. Kalau korban menjawab dengan warna lain, sebuah tangan akan muncul dan menarik korban ke dimensi lain. Ada versi yang menyebutkan korban akan selamat kalau menolak tawaran Aka Manto.
6. Boneka Okiku
Spoiler for Boneka Okiku:
Boneka Okiku adalah boneka misterius yang konon dirasuki oleh arwah seorang anak. Nama Okiku sendiri sebenarnya adalah nama anak yang sering memainkan boneka tersebut pada dahulu kala. Boneka Okiku memiliki tinggi sekitar 40 sentimeter dan memakai kostum kimono. Boneka Okiku diletakkan di Kuil Mannennji, Kota Iwamizawa, Prefektur Hokkaido sejak tahun 1938. Menurut pihak kuil, awalnya boneka memiliki rambut pendek layaknya boneka tradisional lainnya. Tapi seiring berjalannya waktu, rambut boneka tumbuh kira-kira sepanjang 25 sentimenter hingga mencapai lutut. Walaupun pihak kuil sudah mencoba untuk memotongnya, rambut boneka tetap saja tumbuh panjang kembali.
Sebelumnya boneka Okiku adalah boneka yang dibeli pada tahun 1918 oleh Ekichi Suzuki saat mengunjungi Sapporo. Boneka tersebut dibelinya sebagai hadiah untuk adiknya yang bernama Okiku. Adiknya sangat menyukai boneka tersebut dan memainkannya setiap hari. Tahun berikutnya Okiku meninggal mendadak karena flu. Keluarganya pun meletakkan boneka Okiku di altar rumah dan berdoa setiap hari di situ untuk mengenang Okiku. Pada tahun 1938 keluarga Suzuki pindah rumah dan menyerahkan boneka Okiku pada Kuil Mannennji sampai sekarang.
7. Kutukan Iklan Kleenex
Spoiler for Kutukan Iklan Kleenex:
Pada tahun 1980-an, Kleenex merilis tiga iklan untuk produk tisunya di Jepang. Salah satu iklan tersebut menayangkan adegan seorang gadis berbaju putih dan seorang anak kecil memakai kostum oni (setan Jepang) sedang duduk di atas jerami. Lagu yang menjadi latar iklan ini dianggap menyeramkan oleh banyak orang dan terdengar seperti nyanyian tentang kematian dalam bahasa asing. Padahal setelah didengarkan dengan seksama, lagu yang dinyanyikan adalah lagu berbahasa Inggris berjudul “It’s A Fine Day” milik Jane & Barton. Banyak juga beredar rumor tak menyenangkan tentang kisah dibalik layar iklan ini seperti kru yang tewas atau sang aktris yang keudian mengalami gangguan jiwa.
8. Kutukan Kamar Merah
Spoiler for Fatal Fare:
Kutukan Kamar Merah adalah legenda urban Jepang tentang pop up internet yang muncul di layar komputer. Pop up tersebut memberitahu satu hal, yaitu tentang kematianmu yang semakin dekat. Berdasarkan cerita yang banyak beredar, pop up tersebut menampilkan pintu merah dengan kata-kata “Apakah kau suka…?”. Semakin kalian mencoba untuk menutup iklan tersebut, semakin banyak iklan pop up tersebut muncul dan pertanyaan pun semakin lengkap menjadi “Apakah kau suka kamar merah?”. Setelah seluruh kalimat pertanyaan lengkap, layar komputer akan dipenuhi warna merah dan muncul daftar nama-nama korban terdahulu. Kelanjutan cerita setelah itu tidak terlalu jelas. Tapi yang pasti, korban “Kutukan Kamar Merah” kemudian ditemukan tewas bunuh diri dan tembok kamarnya diwarnai oleh darah mereka sendiri.
Legenda ini berawal dari animasi flash tentang murid yang tewas setelah menerima pop up di layar komputernya. Lgenda ini pun semakin populer setelah kasus seorang murid yang menggorok temannya sendiri ternyata memarkahi situs video animasi flash itu sebagai situs favoritnya.
9. Fatal Fare
Spoiler for Fatal Fare:
Fatal Fare berkisah tentang sopir taksi yang mengangkut penumpang pada tengah malam hari. Penumpang tersebut minta diantarkan ke daerah asing yang tidak pernah didengar sebelumnya oleh sang sopir taksi. Penumpang itu pun memberikan arahan kepadanya. Semakin lama taksi tersebut bukannya sampai di tujuan, malah semkain menjauh dari keramaian dan menyusuri jalanan sepi. Merasa aneh dan curiga, sang sopir pun menegok ke arah tempat duduk penumpang dan mendapati kursi penumpang ternyata kosong. Sebelum menyadari apa yang terjadi dan bergegas untuk kabur, taksi yang dikendarainya pun terjatuh ke jurang. Ternyata rute yang diarahkan oleh “penumpang” tadi adalah rute menuju jurang yang dalam. Hii, seram, ya!
10. Hitobashira
Spoiler for Hitobashira:
Hitobashira atau pilar manusia mungkin adalah salah satu legenda urban Jepang yang paling aneh. Bayangkan kalian sedang berada di kuil atau istana kuno dan ternyata di dalam pilar-pilar bangunan tersebut terdapat kerangka-kerangka manusia. Nah, itulah yang disebut dengan pilar manusia. Seram, kan?
Budaya Jepang kuno percaya bahwa penggunaan dan bagian tubuh manusia dalam kerangka bangunan dipercaya bisa memperkuat konstruksi bangunan. Selain itu hal tersebut juga dianggap sebagai persembahan kepada dewa-dewa. Beberapa bangunan terkenal yang dirumorkan memiliki kerangka manusia di dalam pilarnya adalah Kastil Matsue dan Terowongan Jomon. Para pekerja konstruksinya dikabarkan sering melihat penampakan kerangka manusia di dinding terowongan suara-suara misterius di dalam sana.
Yang Lebih Serem Ada Di Sini
SUMBER
nona212 memberi reputasi
1
6.3K
13
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Japan
1.3KThread•750Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya