Kata FPB, Ahok Tidak Punya Etika dan Tidak Sopan
Kamis, 24 Maret 2016 | 17:53 WIB
Andri Donnal Putera

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menghadiri acara bersama Megawati Soekarnoputri di Gedung Arsip Nasional, Jakarta Barat, Rabu (23/3/2016) malam.
JAKARTA, KOMPAS.com - Nama bakal calon petahana gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak masuk dalam acara penganugerahan anggota kehormatan Forum Pemuda Betawi (FPB).
Ketua Umum Dewan Pembina Forum Pemuda Betawi Rahmat HS mengatakan bahwa Ahok tak pantas menerima anugerah tersebut. Alasannya, karena Ahok dianggap tidak beretika dan memiliki sopan santun.
"(Ahok) tidak punya etika dan tidak sopan.Tidak sesuai dengan kultur kita. Ini bertentangan dengan Ahok," ucap Rahmat seusai acara FPB di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Kamis (24/3/2016).
Ia menyebut Ahok adalah bakal calon gubernur dalam Pilkada 2017 yang tidak patut diteladani oleh masyarakat. Bahkan, Rahmat berharap agar sejumlah nama bakal calon gubernur DKI seperti
Yusril Ihza Mahendra, Abraham "Lulung" Lunggana, Hasnaeni Moein dan Sandiaga Uno yang menerima anugerah FPB bisa menggeser posisi Ahok dari kursi DKI 1 dalam Pilkada 2017.
"Maka, kami berjuang agar Ahok tidak terpilih lagi karena syaratnya gagal. Kalau perlu yang di sini kalahkan Ahok," kata dia. (Baca: Yusril Sebut Partai-partai yang Ditemuinya Sepakat Melengserkan Ahok )
Rahmat berujar, dirinya menginginkan pemimpin DKI yang santun dan tidak korupsi. Namun, ia meminta agar masyarakat jangan memplesetkannya, sehingga bermakna berbeda. "Jangan diplesetkan tidak apa-apa, tidak santun asal korupsi," ujarnya.