Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

  • Beranda
  • ...
  • The Lounge
  • Berpikir Dengan Sudut Pandang yang Berbeda Mengenai Pemimpin Muslim atau Non-Muslim

RifanXAvatar border
TS
RifanX
Berpikir Dengan Sudut Pandang yang Berbeda Mengenai Pemimpin Muslim atau Non-Muslim
Bila kita muslim meminjam uang dengan bunga (riba) kepada non-muslim apakah boleh?
Bila kita muslim meminjam uang dengan bunga (riba) kepada muslim apakah boleh?



Bismillah
Assalamualaikum wr.wb.


Rasanya kisruh mengenai pemimpin muslim atau non-muslim yang selalu terjadi belakangan ini perlu sudut pandang yang berbeda untuk menilainya, tidak dengan emosi, tidak dengan arogansi, tidak dengan fanatisme rendahan. Namun kita perlu menilainya dengan ilmu pengetahuan dan hikmah, kita perlu menilainya dengan melihat fakta sejelas mungkin, dan kita perlu menilainya dengan merendahkan nafsu dan kepentingan duniawi kita terlebih dahulu. Karena kita adalah muslim, karena seorang muslim percaya akan adanya hari akhir yang dimana setiap perbuatan yang kita lakukan di dunia ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah kelak pada hari akhir / perhitungan (yaumul hisab). Seorang yang mengaku muslim namun tidak mempercayai hari akhir/perhitungan (yaumul hisab) ini maka keislamannya batal dengan sendirinya.

Maka dari itu sebelum kita berbuat kita perlu berfikir apakah yang kita perbuat ini mendatangkan rahmat dari Allah atau malah mendapat murka dari Allah. Jadi sebelum berbuat kita perlu melihat dengan jelas perbuatan kita dan kita wajib melihat petunjuk/firman dari Allah dari Al-Qur’an dan As-Sunnah terkait perbuatan kita itu lalu memahaminya dan mentaatinya.


Jadi bagaimana kita seorang muslim menyikapi hal ini? Pemimpin muslim atau pemimpin non-muslim?


Perlu diketahui,

Quote:


Perlu diketahui juga,

Quote:


Perlu diketahui lebih dalam,

Quote:


Jadi, setelah kita mengetahui fakta yang jelas dan dalil yang terang-benderang di atas. Ada dua hal yang perlu menjadi catatan. Yang pertama adalah Seorang Pemimpin dan yang kedua Pemimpin tersebut menjalankan hukum apa kepada rakyatnya.

Jadi jelas gan dalam Islam itu tugas pemimpin adalah untuk mengurus masyarakat dengan menerapkan hukum Allah atau menjalankan syariat Allah karena kewajiban menerapkan hukum2 Allah tersebut ada yg didalamnya memerlukan Pemimpin, yaitu syariat2 islam seperti Sistem Peradilan Islam, Sistem Ekonomi Islam, Sistem Pemerintahan Islam, Sistem Sosial Islam, dan Sistem Pendidikan Islam. Maka dari itu gak nyambung kalau pemimpinnya non-muslim. Jadi batal dengan sendirinya bila non-muslim ingin menjadi pemimpin, tidak ada celah bagi non muslim menjadi pemimpin.

Nah konteksnya dengan keadaan sekarang kan pemimpin ini tidak ditugaskan untuk menerapkan syariat Allah pemimpin cuman ditugaskan menjadi eksekutif untuk menerapkan hukum-hukum yang dibuat manusia di legislatif sana bukan hukum-hukum Allah makanya boleh-boleh aja kan non-muslim maju jadi pemimpin. Inilah kesalahan sebenarnya yaitu tidak diterapkannya syariat Islam dalam Negara yg dimana banyak hukum2 Islam dilanggar bahkan tidak diperdulikan atas nama toleransi. Toleransi ini adalah toleransi semu yg dimana sebenarnya tidak ada keadilan sama sekali didalamnnya (krn Adil itu adalah tidak melanggar pada hukum2 Allah) dan mendzalimi setiap agama sebenarnya.

Dalam Islam itu non-muslim pasti dilindungi ibadahnya, hartanya, keturunan/anak2nya dan jiwanya, (bahkan kalau mereka non-muslim ingin makan dan jualan barang2 haram menurut islam seperti miras dan babi itu dibolehkan asal dikalangan mereka saja) ya walau memang ada batas2 tertentu salah satunya tidak diperbolehkan menjadi pemimpin. namun tetap non-muslim memiliki hak untuk mengkoreksi pemimpin apalagi kalau mereka merasa didzalimi.

Jadi jelas gan, sebagai seorang muslim mejadikan seorang non-muslim menjadi seorang pemimpin jelas tidak boleh. Akan tetapi menjadikan seorang muslim sebagai pemimpin untuk menjalankan hukum bukan berdasarkan dari apa yang diturunkan Allah, yang jelas-jelas dilarang oleh Allah apakah itu boleh? Seorang muslim wajib menjalankan hukum Allah bukan?


Sekian dari ane. Silahkan bila ada yg ingin ditanyakan.. ane disini gak memaksakan apa2 kok ane hanya menyampaikan apa yg perlu disampaikan. Tidak ada paksaan dalam agama. Dan ane hanyalah seorang yang menyampaikan... sampaikanlah walau hanya satu ayat

Wallahualam bishawab. Wassalamualaikum wr. wb.

Quote:



Bila kita muslim meminjam uang dengan bunga (riba) kepada non-muslim apakah boleh?
Bila kita muslim meminjam uang dengan bunga (riba) kepada muslim apakah boleh?

Diubah oleh RifanX 31-03-2016 08:40
1
17.6K
212
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The LoungeKASKUS Official
923.4KThread84.4KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.