dirty.
TS
dirty.
Fase kebingungan dan lelah dalam hidup (Long Story)
Hai gan,

Saya ingin coba cerita ttg hidup saya.
Maaf kalau panjang, saya juga gak berharap solusi karna saya rasa memang tidak ada penyelesaian.
Saya cuma ingin share, karna saya merasa sudah terlalu berat sampah di dalam otak saya ini.

Saya mulai saja cerita nya,

Saya cowok, lahir dari keluarga sederhana (menjurus susah) di desa.
Ayah saya meninggal saat saya kelas 5 SD, sejak itu ibu harus membesarkan 3 anak sendirian (saya anak ke 2).
Keadaan saat itu sangat susah, ibu tidak trlalu bisa meneruskan pekerjaan ayah, jadi properti2 dijual untuk makan dan bayar sekolah.
Walau begitu, saya bukan tipe anak yg melankolis dan suka murung. Saya malah jd anak sok kuat yang penuh semangat, selalu mencoba riang dan ceria di depan masyarakat. Saya juga anak yg punya mimpi besar dan berambisi mewujudkannya.
Memasuki tahap SMA, saya diterima di SMA negeri ternama di kota yg kualitasnya bagus.
Jadi saya harus pindah ke kota dan nge kos.
Ibu sudah memperingatkan bahwa biaya nya akan mahal dan akan susah.
tapi saya tetap berambisi masuk ke SMA tersebut supaya membuka jalan saya untuk sukses.
Terbukti apa yg dikatakan ibu saya. Hidup saya jadi susah selama SMA, uang saku yg tidak lancar membuat saya kadang makan kadang tidak makan. Sya jadi harus bekerja sambilan, serabutan.
Harus selalu memohon2 ke kantor guru untuk diberi keringanan spp.
Menahan iri melihat teman-teman yg bisa menikmati masa remaja dengan senang dan tidak bersusah2 seperti saya.
Tapi saya tetap punya ambisi, cita2.
Saya suka berkesenian, saya suka menggambar, saya suka menulis cerita, saya bercita-cita menjadi sutradara film. Ngaco kan? saya anak miskin dari desa berani2nya bermimpi seperti itu.
3 tahun saya hidup dengan keadaan itu, kadang makan kadang tidak makan, membuat saya sudah mengalami banyak penyakit pencernaan, seperti maag, tipus, infeksi usus, hingga liver yang membuat saya seperti sudah akan bablas. Bayangkan anak SMA sudah terkena liver.
Tapi alhamdulillah, saya bisa melalui itu semua hingga lulus SMA.

Saya sudah dianjurkan oleh ibu untuk mengambil jurusan2 yang memudahkan cari kerja seperti daftar ke STAN, atau ambil FKIP lalu jadi guru dan PNS.
Tapi saya tetap sok, dan malah mengambil jurusan DKV yg jelas2 butuh uang.
Saya sebenarnya ingin mengambil jurusan perfilman, tapi karna jelas butuh uang banyak, saya sadar diri.
Saya coba ambil study yg mendekati saja, yaitu DKV , dan di universitas negeri yang murah.
Alhamdulillah saya keterima lewat jalur PMDK, pakai raport, tidak perlu ikut tes masuk dan biaya masuknya juga jadi ringan.
Saya kira semuanya akan jadi lancar, tapi ternyata saat kuliah malah menjadi arena perang yang lebih berat.

Saya kembali harus kos di kota yang lebih jauh.
Ibu sudah benar-benar tidak bisa membiayai lagi.
Rumah sudah dijual, dan keluarga saya berpencar.
Kakak kuliah di univ lain, kos juga, dan cari uang sndiri juga.
Adik masuk SMA dan tinggal dengan saudara.
Ibu di kota lain , ikut dengan saudara jauh , bantu2 di rumahnya (semacam PRT) dan saudara saya itu membiayai sekolah adik.

Kuliah DKV dengan segudang tugas-tugas yang berat, membuat hidup saya jungkir balik,
tugas-tugasnya butuh biaya mahal, sangat mahal bagi saya. Dengan peralatan yang mahal pula.
Harus beli cat air yang sebotol kecilnya saja 15ribu, itu baru satu warna, belum rapido, kuas.
Lalu butuh komputer juga.
Untuk sekali tugas digital, ngepriunt gambar saja selembar art paper 4500 rupiah, sedangkan bisa berlembar2 untuk satu mata kuliah.
Dalam seminggu tugas ga cuma satu.

Saya bekerja serabutan, dari freelance designer, jual kaos dan jaket, bikin video wedding, bikin album tahunan sekolah, bikin bando dan pita2, bros untuk jualan pernak-pernik tiap minggu pagi di stadion.
Saya tidak ada waktu untuk fokus ke cita-cita saya, bahkan untuk bermain saja tidak ada waktu.
Hasil dari itu semua juga habis cuma untuk biaya hidup, kos, makan, bikin tugas dan nyicil komputer.
Itu juga belum cukup.
Saya lebih sering tidak makan dibanding jaman SMA dulu. selama kuliah hampir tidak pernah saya makan 3 kali sehari.
Sering hanya makan sekali sehari. Bahkan pernah rekor tidak makan 3 hari hingga saya menangis tiap malam.
Hutang untuk makan sudah sangat sering sekali, bahkan teman-teman saya sudah paham, mereka tidak pernah menagih, malah sering bertanya pada saya apakah saya sudah makan, lalu mereka mentraktir saya makan.
Tubuh saya menjadi kurus kering, mata menjadi hitam karna kurang tidur.
Saya sangat iri dengan anak lain yang bisa beli kamera , mencoba bikin2 film.
Saya iri dengan anak lain yang bisa beli pen tablet dan menghasilkan karya2 selayaknya designer pemula.
Saya iri dengan anak-anak lain yang punya motor sehingga bisa kemana-mana mengikuti komunitas2 sesuai passion mereka.
Saya? untuk makan aja susah, punya waktu untuk istirahat aja susah. Bagaimana bisa berkegiatan meniti cita-cita saya?

Tapi saya selalu memaksakan diri, dengan segala keterbatasan, saya ikut ke suatu komunitas film.
Saya ikut mereka saat bikin video2 kompetisi.
Walau saya harus menunggu saat ada yg kamera nya senggang dan komputernya senggang untuk saya pinjam.
Semua teman2 saya tau saya passion dalam videografi, semua teman tau saya berkemampuan dalam videografi, mereka semua berharap saya menjadi orang yg berkarir di perfilman.
Saya mempunyai banyak cerita ygv saya tulis, naskah, dan video2 buatan saya.

Akhirnya saya mempunyai beberapa portofolio video walau tidak begitu maksimal. Ya, tidak maksimal.
dan saya hanya bisa terus menjalani kehidupan hanya untuk tetap hidup dan menyelesaikan kuliah.

Tiba saat wisuda. Akhirnya saya bisa menyelesaikan kuliah.
Dan disitulah kebingungan saya mulai muncul.

Selama kuliah, waktu saya habisn untuk bertahan hidup, sehingga saya tidak ada waktu untuk mencari jalan ke cita2 saya.

Saat selesai kuliah, saya bingung harus memulai darimana.
Saya tidak menemukan pintu untuk bekerja di dunia film.

Saya nekat ke Jakarta karna disitulah dunia perfilman berada.
Saya jual barang2 untuk biaya ke jakarta.
Kesana kemari saya tidak menemukan jalan untuk bekerja di dunia film atau video.
Uang untuk hidup sudah habis.
Saya bingung dan akhirnya daftar kerja apapun dulu untuk bisa bertahan hidup.
Akhirnya saya bekerja di sebuah perusahaan swasta di sudirman.
Ya dengan gaji standart selayaknya staff fresh graduate.

Sudah hampir setahun saya bekerja sbgai pegawai kantoran.
Sudah selama ini saya seperti tersesat disini.
Hampir setaun saya hidup cuma seperti, kerja, pulang, macet, tidur, kerja, pulang macet, tidur. begitu terus.
Saya sudah realistis, makin dewasa saya makin
Tiap pulang kerja saya seperti ingin menangis saat melihat keluar jendela bis.
Saya kesepian, saya rindu teman2 di kampung halaman, rindu teman2 kuliah dulu yg skarang banyak bekerja di kota universitas saya dulu.
Saya selalu berpikir untuk apa saya di Jakarta? saya ke kota ini untuk menggapai cita2 saya. Saat saya gagal apakah gak sebaiknya saya pulang? Lebih baik di kampung halaman, walau kerja gak sesuai keinginan tp kotanya nyaman dan banyak teman.
Daripada di jakarta, sama saja tidak bisa kerja sesuai keinginan.
Ingin resign, tapi takut kehilangan mata pencaharian.

Saya merasa semua usaha saya bertahun2 sia2.
Saya sekarang sadar kalau saya terlalu bermimpi dan muluk2.
Bertahun2 bersusah payah memperjuangkan hal yang gak pasti.
Tau begini knapa saya gak ambil jurusan ekonomi saja kalu mau jadi kantoran, atau fkip sekalian lalu bekerja yg biasa2 saja. Jadi PNS. mengumpulkan uang untuk masa depan.
Atau malah tak usah kuliah saja, jadi SPB di mall2 di jakarta ternyata gajinya juga lumayan kalau dikumpulkan.
Misal 4 tahun waktu untuk kuliah saya gunakan untuk kerja jadi SPB di jakarta, setelah 4 tahun saya bisa balik kampung dan buka usaha.
Daripada skarang, kebingungan, setelah lulus trnyata kehidupan juga tidak membaik.
Pikiran2 seperti itu terus muncul saat saya lelah pulang kantor dalam kemacetan.

Tiap malam saya menertawakan kebodohan saya.
Saya bingung, saya tersesat dan terjebak di rutinitas ini, entah sampai kapan.
Saya takut terjebak terus disini.
Saya bingung


0
9K
58
Thread Digembok
Yuk bergabung agar dapat lebih banyak informasi yang dibagikan di Komunitas Heart to Heart
Heart to Heart
Heart to Heart
icon
21.5KThread26KAnggota
Terlama
Thread Digembok
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.