Kaskus

Story

asbyanAvatar border
TS
asbyan
Romantika Cerpen CINTA & COKELAT
Romantika Cerpen CINTA & COKELAT



Ada temen gue namanya, Vina.
Orangnya cantik, kulitnya putih,
idungnya mancung, badannya
langsing.

Banyak cowok di kantor yang naksir
sama dia, termasuk gue. Tapi ngga
tau kenapa, kayanya Vina susah
banget untuk menerima salah
seorang diantara cowok-cowok itu.
Yang jelas, Vina adalah tipe cewek
yang punya prinsip berkenaan
dengan cinta. Hal itu gue tau saat gue
kebetulan bisa makan siang bareng
sama dia.

“Vin , gue boleh nanya ngga?” Gue
mencoba untuk menanyakan apa
yang selama ini membuat gue
penasaran ke Vina. “Emang kamu
mau tanya apa, Zal?” Kata Vina.


“Kenapa sih, kok sampe sekarang
kamu belum punya pacar? Kan
banyak tuh, cowok-cowok di kantor
ini yang jatuh cinta sama kamu?
Temen-temen di luar kantor juga
pastinya ada kan, yang jatuh cinta
sama kamu?” Tanya gue ke Vina
siang itu. Mendengar pertanyaan itu,
Vina tersenyum ke arah gue.
Kemudian dia menjawab gini.
“Soalnya, kebanyakkan orang yang
naksir dan nyatain cinta sama aku itu,
ngga mengerti apa arti cinta?”
Jawaban Vina terus terang
membuat gue bingung? Bagaimana
dia bisa tau bahwa cowok-cowok
yang naksir sama dia, ngga ngerti apa
itu Cinta?“ Emang gimana kamu bisa
tau, bahwa cowok-cowok yang
nembak kamu itu, ngga pada tau apa
arti cinta?” Tanya gue ke Vina.

“ Mmmhh…, begini Zal. Setiap kali
ada laki-laki yang nyatain cinta sama
aku. Aku akan minta dia bawain
coklat yang paling enak, sebelum aku
menjawab apakah aku menerima
atau menolak dia.” Terang Vina.
“Emang apa hubungannya, cinta
sama cokelat, Vin?” Tanya gue
penasaran. “Nah, itu dia Zal. Cinta
itu sebenarnya identik dengan
cokelat. Kamu suka ngga sama
cokelat?” Vina malah balik nanya ke
Gue “Iya, aku suka banget sama
cokelat.” Jawab gue.

“Emang kenapa kamu suka sama
cokelat?” Tanya Vina lagi. “Ya,
karena cokelat itu kan emang enak,
Vin. Rasanya manis, udah gitu
katanya cokelat itu banyak
manfaatnya buat tubuh kita. Tapi
kurang bermanfaat buat kantong
kita!” Mendengar jawaban gue, Vina
kembali tersenyum.

“Kalau kamu suka cokelat. Nih, aku
punya cokelat buat kamu.” Lalu Vina
mengeluarkan sebuah cokelat
berukuran kecil, berbentuk kotak
yang terbungkus almunium foil. Gue
pun menerima cokelat itu, dan
membuka bungkusnya. “Ih, apaan
nih? Kok pahit banget!” Komentar
gue sambil meringis saat memakan
cokelat yang Vina kasih tadi.

“Hehehehe, itu dia Zal. Banyak
orang yang ngomong suka sama
cokelat, tapi sebenernya dia ngga tau
apa itu cokelat yang sebenarnya?
Yang kamu suka itu, sebenarnya
bukan cokelat yang sesungguhnya,
Zal. Tapi cokelat yang telah
dibumbui dengan berbagai macam
bahan lain. Seperti Gula, susu,
penyedap, dan lain sebagainya, yang
membuat cokelat itu jadi berasa
manis, dan lezat. Kadang, kandungan
cokelatnya itu sendiri jauh lebih
sedikit dibandingkan bahan
campurannya.” Jawab Vina sambil
ketawa, melihat gue meringis saat
memakan cokelat yang dia kasih.

“Memang benar, Zal. Cokelat itu
sangat bagus untuk tubuh kita. Tapi
kenapa banyak orang yang suka
makan cokelat, mereka bukannya
sehat, tapi malah menderita akibat
dari cokelat yang dimakannya? Hal itu
juga karena campuran dari cokelat
itulah yang membuat kita menjadi
tidak sehat. Campuran-campuran
cokelat tersebut bisa menyebabkan
badan kita jadi tidak sehat seperti
terkena obesitas, kencing manis, atau
gigi jadi keropos.”

“Sedangkan kandungan cokelat
aslinya justru membuat tubuh kita
menjadi sehat. Karena cokelat
mengandung anti oksidan yang
tinggi. ” Keterangan dari Vina
barusan, membuat gue jadi paham
tentang seputar cokelat. Dimana
selama ini, gue ternyata telah salah
menganggap bahwa yang namanya
cokelat itu, rasanya manis dan lezat.
“Terus, apa hubungannya dengan
cinta, Vin?” Gue jadi penasaran apa
maksud dari Vina bahwa Cinta itu
seperti cokelat.

“Gini, Zal. Pada dasarnya, cinta akan
memberikan kebahagiaan kepada
kita, dalam hidup ini. Sama seperti
cokelat yang akan membuat tubuh
kita menjadi sehat, saat kita
mengkonsumsinya. Tapi, kadang
cinta yang kita jalani adalah cinta
yang banyak dicampuri oleh bumbu-
bumbu.”

“Contohnya , ketika ada orang yang
saling jatuh cinta. Awalnya, si cowok
atau si cewek akan menembak
pasangannya, atas dasar cinta itu tadi.
Dan setelah pasangan tersebut
menerima, apa yang akan terjadi?
Sebagian besar dari mereka akan
pacaran kan? Nah, pacaran itu adalah
salah satu bumbu dari cinta. Setelah
itu, mungkin karena dirasa masih
kurang manis atau kurang leazat,
maka kembali cinta itu dibumbui hal-
hal lain. Seperti pegangan tangan,
berpelukan, atau bahkan berciuman.”

“Dan semua itu dilakukan dengan
tetap mengatas namakan cinta. Sama
seperti sebatang cokelat, yang
meskipun lebih banyak bumbu
campurannya daripada cokelat itu
sendiri, tapi tetap saja disebut sebagai
cokelat.”

“Bahkan mungkin saja masih dirasa
perlu untuk menambahkan lebih
banyak bumbu lagi, dalam cinta
mereka. Sampai pada akhirnya
mereka pun terjerumus untuk
melakukan hal- hal yang dilarang! Dan
hubungan cinta mereka pun
menjadi sesuatu yang tidak sehat.
Sama seperti cokelat yang telah
diberikan banyak bumbu dan
campuran. Membuat kita yang
banyak mengkonsumsi cokelat
seperti itu, bisa menjadi kegemukan
dan tidak sehat.”

“Nah, sekarang kalau kamu setiap
hari disuruh mengkonsumsi cokelat
dengan merek yang sama, yang
awalnya kamu anggap paling enak
dan manis. Maka apa yang akan
kamu rasakan, Zal?” Vina
kemudian bertanya ke gue.

“ Waduh, walaupun aku suka sama
cokelat itu. Tapi kalau aku disuruh
makan terus-terusan setiap hari,
mungkin aku juga akan merasa
bosen, kali! Dan yang pasti, aku akan
tertarik untuk mencicipi coklat dengan
merek yang berbeda.” Jawab gue
sesuai dengan apa yang ada dalam
pikiran gue.

“Nah, itulah yang akan terjadi Zal.
Karena yang kamu inginkan bukanlah
cokelat yang sebenarnya. Melainkan
bumbu-bumbu yang terkandung
pada cokelat itu sendiri. Maka kamu
mungkin mempunyai keinginan untuk
mencoba cokelat merk lain, yang
memberikan bumbu yang berbeda.”

“Begitu juga, ketika hubungan cinta
lebih banyak dipenuhi oleh bumbu-
bumbu yang lain. Maka mungkin
lama kelamaan pasangan tersebut
akan merasakan kebosanan. Dan
menganggap bahwa di luar sana, ada
cinta yang menawarkan sesuatu yang
lebih indah, dibandingkan dengan
cinta yang saat ini sedang dijalani.
Maka saat itulah, hubungan cinta
akan terasa hambar, dan rentan akan
perpecahan.”

“Dan kamu tau, Zal. Hampir semua
cowok yang naksir dan nembak aku.
Saat aku meminta mereka
membawakan cokelat yang paling
enak, maka mereka akan
membawakan cokelat yang rasanya
manis, dan telah banyak tercampur
bumbu-bumbu lain. Makanya, aku
langsung menolak mereka saat itu.”

moral cerita:
Cinta itu ga seharusnya kita tunggu, justru harus kita cari yang mana yang bisa membuat kita bahagia, sama seperti coklat, walaupun rasanya pahit tetapi baik untuk kesehatan kita.

Nama diatas adalah nama samaran, jika ada kesamaan nama, tokoh/cerita, ini hanya fiktif belaka..

By: me
0
2.1K
15
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Heart to Heart
Heart to Heart
KASKUS Official
23.2KThread41.3KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.