- Beranda
- The Lounge
Hikikomori
...
TS
mirukka
Hikikomori
Bismillah..
Salam kenal semuanya, ane newbie disini dan ini merupakan salah satu Thread ane jg....
Sebagai permulaan disini ane mau share mengenai penjelasan Hikikomori. Bagi agan agan yang suka nonton anime atau manga, pasti udah gak asing lagi dengan kata Hikikomori ini.
Seperti salah satu dalam contoh film anime kesukaan ane yaitu “Anohi mita hana” dimana didalamnya ada satu karakter cowo bernama “Jintan” ( Bukan jintan hitam loh ya..
) yang merupakan seorang hikikomori juga,. Nah, apa itu Hikikomori ? Berikut penjelasanya.. *Disimak ya gan..
HIKIKOMORI merupakan bahasa jepang yang secara harfiah artinya adalah suatu keadaan dimana seseorang cenderung mengurung atau menarik dirinya dari kehidupan dan lingkungan social.
Di jepang, hikikomori ini merujuk kepada fenomena social sekaligus sebutan kepada orang yang termasuk kedalam kelompok social ini.
Biasanya para hikikomori ini sering menghabiskan waktunya berhari-hari, berbulan bulan, bahkan ada yang sampai bertahun tahun tinggal didalam suatu ruangan dan tidak keluar dalam waktu yang cukup lama.
Menurut seorang psikiater jepang bernama Tamaki Saito “ Hikikomori adalah sebuah keadaan yang menjadi masalah pada usia 20 tahunan, dan hikikomori merupakan suatu masalah diluar masalah psikologis”
Karena memang di jepang, para hikikomori ini merupakan masalah yang dialami oleh sebagian banyak anak muda berumur 20 tahunan, yang membuat penderitanya menjadi kehilangan arah menentukan bagaimana jalan menuju kehidupan dimasa depan kelak. karena seperti yang kita tahu, di umur seperti inilah kita sudah bisa menjalani berbagai rancangan mimpi dan cita cita.
Selain itu pada usia 20 tahunan juga kita sudah bisa melakukan suatu hal yang produktif, yang mungkin sangat berguna bagi kehidupan. Banyak sekali hal yang bisa kita lakukan di usia 20 tahunan, yang tentu saja tidak bisa terwujud sebagai suatu “perjalanan hidup” yang menyenangkan jika kita hanya berkurung diri saja didalam suatu ruangan sampai waktu yang cukup lama.
Dijelaskan juga oleh Psikaiter Tamaki Saito, bahwa hikikomori bukanlah suatu masalah dengan gangguan psikologis. Jadi artinya dengan sudah sangat jelas bahwa ini bukanlah keadaan dimana seseorang menjadi hikikomori yang disebabkan oleh gangguan mental / jiwa. Melainkan menjadi hikikomori adalah suatu “Pilihan”.
Menurut survey Kementrian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan diantara penduduk berusia 20 tahunan setidaknya pernah sekali mengalami Hikikomori. Dibandingkan dengan perempuan, laki laki memiliki angka yang lebih tinggi yaitu 1:4 .
Dan hikikomori ini tidak ada hubungannya dengan status social, apakah dia berasal dari keluarga yang berkecukupan atau tidak.
Ada beberapa alasan mengapa seseorang lebih memilih menjadi Hikikomori dibandingkan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
1. Mereka merasa bahwa mereka telah gagal menjalani kehidupan mereka.
Secara pandangan social dimasyarakat, budaya masyarakat yang masih lekat dengan keinginan atas pencapaian – pencapaian tinggi ( High Expectation ). Seperti salah satu contohnya dalam bidang pendidikan, pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam lingkungan bermasyarakat, karena dari situlah mereka akan menentukan bagaimana cara pandang mereka dalam menilai dan melihat kita. Pendidikan dituntut harus tinggi dan jika gagal mereka akan merasa sangat malu, dan oleh sebab karena itulah mereka menghindari kontak dengan lingkungan sekitar. Mereka cenderung menjadi lebih ingin sendiri, dan mulai tinggal dalam suatu ruangan yang membuat mereka bisa merasa lebih nyaman. Tinggal dalam suatu ruangan untuk menghindari dan meminimaisir rasa kegagalan dari masyarakat.
Oleh karena itu, pengurungan diri tersebut menimbulkan asumsi sendiri dalam masyarakat yang berkesan negative terhadap diri mereka dan ini membuat mereka menghindari orang orang dan kehidupan social.
Tak hanya dalam segi pendidikan saja, perasaan gagal dalam pencapaian sesuatu juga bisa datang dari gagalnya dalam mendapatkan pekerjaan, atau bahkan juga dalam masalah pernikahan ( seseorang yang sudah memiliki cukup umur namun masih belum menikah juga ).
2. Ada yang dengan sengaja menarik dirinya dari lingkungan social, karena tidak begitu suka berinteraksi dengan orang lain dan berasa bahwa menjadi sendiri itu lebih baik. hikikomori seperti ini cenderung sudah terbiasa melakukan segala sesuatunya sendiri tanpa ada campur tangan dari orang lain, suka melakukan segala sesuatunya berdasarkan asumsi dan pemikiran dengan gayanya sendiri. Seorang hikikomori yang terperangkan dalam zona nyamannya sendiri sehingga meninggalkan kehidupan dan lingkungan sosialnya, karena merasa bahwa penarikan dirinya itu sebagai “Sintonik Ego”.
3. Merasa takut akan penolakan dalam masyarakat. Hikikomori ini merasa takut untuk berinteraksi dengan lingkungan social, karena khawatir tidak bisa diterima oleh masyratakat dengan baik . dan pada akhirnya lebih memilih untuk mengurung diri dan menjauhkan diri dari lingkungan bermasyarakat.
4. Game juga merupakan salah satu penyebab seseorang menjadi hikikomori. Dalam kasus ini biasanya terjadi pada anak anak yang masih berumur dibawah 20 tahunan dan dijepang banyak terjadi pada kalangan keluarga yang berasal dari orang tua berpendidikan tinggi. Orang tua yang memiliki pendidikan tinggi cenderung memilki profesi dengan tingkat kesibukan yang tinggi pula, sehingga mengabaikan sang anak, dan lupa untuk memberikan perhatian dan menghabiskan waktu bersama sang anak. Maka para orang tua memberikan beberapa macam game yang pada awalnya sebagai penghibur rasa kebosanan sang anak saat ditinggal sendiri, namun karena terlalu sering maka sang anak kecanduan bermain game. Sehingga sering menghabiskan waktunya bermain game tanpa berinteraksi dengan teman dirumah bahkan dengan keluarganya sendiri dan pada akhirnya perlahan meninggalkan kehidupan bersocial.
Itulah beberapa alasan mengapa seseorang bisa menjadi Hikikomori.
Untung saja, di Indonesia fenomena hikikomori ini tidak terlalu menjadi sorotan seperti dijepang, karena pada umumnya masyarakat Indonesia memiliki pola pikir yang berbanding jauh dengan masyrakat jepang. Masyarakat Indonesia tidak terlalu memusingkan apakah atau bagaimanakan masyarakat akan menilai dirinya, yang penting adalah bagaimana hubungannya dengan keluarganya. Harapan yang tinggi di Indonesia juga tidak seketat seperti yang terjadi di jepang, di Indonesia lebih cenderung fleksibel bergantung dari penilaian keluarga juga. Tidak masalah masyarakat akan berkata apa, penilaian dari keluargalah yang menentukan.
Jadi disini bisa kita lihat, bagiamana pentingnya peranan suatu keluarga dalam menghadapi situasi yang seperti ini. Keluarga merupakan orang terdekat dengan kita.nilai nilai kehidupan pertama kita dapatkan dari keluarga, tidak terpengaruh dengan apa kata masyarkat diluar sana yang penting kita tetapkan focus kita untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. selama ada keluarga yang selalu berdiri disamping kita, selama ada keluarga yang selalu merangkul kita, abaikan segala sesuatu yang bisa merubah kehidupan kita menjadi buruk.
Sekian beberapa penjelasan mengenai Hikikomori, semoga bermanfaat bagi agan agan semua. Dan mohon maaf jika ada beberapa penjelasan yang kurang bisa untuk dimengerti.
Untuk penjelasan mengenai Introvert dan ekstrovert nya nyusul ya gan .. hehe
Salam kenal semuanya, ane newbie disini dan ini merupakan salah satu Thread ane jg....
Sebagai permulaan disini ane mau share mengenai penjelasan Hikikomori. Bagi agan agan yang suka nonton anime atau manga, pasti udah gak asing lagi dengan kata Hikikomori ini.
Seperti salah satu dalam contoh film anime kesukaan ane yaitu “Anohi mita hana” dimana didalamnya ada satu karakter cowo bernama “Jintan” ( Bukan jintan hitam loh ya..
) yang merupakan seorang hikikomori juga,. Nah, apa itu Hikikomori ? Berikut penjelasanya.. *Disimak ya gan..
HIKIKOMORI merupakan bahasa jepang yang secara harfiah artinya adalah suatu keadaan dimana seseorang cenderung mengurung atau menarik dirinya dari kehidupan dan lingkungan social.
Di jepang, hikikomori ini merujuk kepada fenomena social sekaligus sebutan kepada orang yang termasuk kedalam kelompok social ini.
Biasanya para hikikomori ini sering menghabiskan waktunya berhari-hari, berbulan bulan, bahkan ada yang sampai bertahun tahun tinggal didalam suatu ruangan dan tidak keluar dalam waktu yang cukup lama.
Menurut seorang psikiater jepang bernama Tamaki Saito “ Hikikomori adalah sebuah keadaan yang menjadi masalah pada usia 20 tahunan, dan hikikomori merupakan suatu masalah diluar masalah psikologis”
Karena memang di jepang, para hikikomori ini merupakan masalah yang dialami oleh sebagian banyak anak muda berumur 20 tahunan, yang membuat penderitanya menjadi kehilangan arah menentukan bagaimana jalan menuju kehidupan dimasa depan kelak. karena seperti yang kita tahu, di umur seperti inilah kita sudah bisa menjalani berbagai rancangan mimpi dan cita cita.
Selain itu pada usia 20 tahunan juga kita sudah bisa melakukan suatu hal yang produktif, yang mungkin sangat berguna bagi kehidupan. Banyak sekali hal yang bisa kita lakukan di usia 20 tahunan, yang tentu saja tidak bisa terwujud sebagai suatu “perjalanan hidup” yang menyenangkan jika kita hanya berkurung diri saja didalam suatu ruangan sampai waktu yang cukup lama.
Dijelaskan juga oleh Psikaiter Tamaki Saito, bahwa hikikomori bukanlah suatu masalah dengan gangguan psikologis. Jadi artinya dengan sudah sangat jelas bahwa ini bukanlah keadaan dimana seseorang menjadi hikikomori yang disebabkan oleh gangguan mental / jiwa. Melainkan menjadi hikikomori adalah suatu “Pilihan”.
Menurut survey Kementrian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan diantara penduduk berusia 20 tahunan setidaknya pernah sekali mengalami Hikikomori. Dibandingkan dengan perempuan, laki laki memiliki angka yang lebih tinggi yaitu 1:4 .
Dan hikikomori ini tidak ada hubungannya dengan status social, apakah dia berasal dari keluarga yang berkecukupan atau tidak.
Ada beberapa alasan mengapa seseorang lebih memilih menjadi Hikikomori dibandingkan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
1. Mereka merasa bahwa mereka telah gagal menjalani kehidupan mereka.
Secara pandangan social dimasyarakat, budaya masyarakat yang masih lekat dengan keinginan atas pencapaian – pencapaian tinggi ( High Expectation ). Seperti salah satu contohnya dalam bidang pendidikan, pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam lingkungan bermasyarakat, karena dari situlah mereka akan menentukan bagaimana cara pandang mereka dalam menilai dan melihat kita. Pendidikan dituntut harus tinggi dan jika gagal mereka akan merasa sangat malu, dan oleh sebab karena itulah mereka menghindari kontak dengan lingkungan sekitar. Mereka cenderung menjadi lebih ingin sendiri, dan mulai tinggal dalam suatu ruangan yang membuat mereka bisa merasa lebih nyaman. Tinggal dalam suatu ruangan untuk menghindari dan meminimaisir rasa kegagalan dari masyarakat.
Oleh karena itu, pengurungan diri tersebut menimbulkan asumsi sendiri dalam masyarakat yang berkesan negative terhadap diri mereka dan ini membuat mereka menghindari orang orang dan kehidupan social.
Tak hanya dalam segi pendidikan saja, perasaan gagal dalam pencapaian sesuatu juga bisa datang dari gagalnya dalam mendapatkan pekerjaan, atau bahkan juga dalam masalah pernikahan ( seseorang yang sudah memiliki cukup umur namun masih belum menikah juga ).
2. Ada yang dengan sengaja menarik dirinya dari lingkungan social, karena tidak begitu suka berinteraksi dengan orang lain dan berasa bahwa menjadi sendiri itu lebih baik. hikikomori seperti ini cenderung sudah terbiasa melakukan segala sesuatunya sendiri tanpa ada campur tangan dari orang lain, suka melakukan segala sesuatunya berdasarkan asumsi dan pemikiran dengan gayanya sendiri. Seorang hikikomori yang terperangkan dalam zona nyamannya sendiri sehingga meninggalkan kehidupan dan lingkungan sosialnya, karena merasa bahwa penarikan dirinya itu sebagai “Sintonik Ego”.
3. Merasa takut akan penolakan dalam masyarakat. Hikikomori ini merasa takut untuk berinteraksi dengan lingkungan social, karena khawatir tidak bisa diterima oleh masyratakat dengan baik . dan pada akhirnya lebih memilih untuk mengurung diri dan menjauhkan diri dari lingkungan bermasyarakat.
4. Game juga merupakan salah satu penyebab seseorang menjadi hikikomori. Dalam kasus ini biasanya terjadi pada anak anak yang masih berumur dibawah 20 tahunan dan dijepang banyak terjadi pada kalangan keluarga yang berasal dari orang tua berpendidikan tinggi. Orang tua yang memiliki pendidikan tinggi cenderung memilki profesi dengan tingkat kesibukan yang tinggi pula, sehingga mengabaikan sang anak, dan lupa untuk memberikan perhatian dan menghabiskan waktu bersama sang anak. Maka para orang tua memberikan beberapa macam game yang pada awalnya sebagai penghibur rasa kebosanan sang anak saat ditinggal sendiri, namun karena terlalu sering maka sang anak kecanduan bermain game. Sehingga sering menghabiskan waktunya bermain game tanpa berinteraksi dengan teman dirumah bahkan dengan keluarganya sendiri dan pada akhirnya perlahan meninggalkan kehidupan bersocial.
Itulah beberapa alasan mengapa seseorang bisa menjadi Hikikomori.
Untung saja, di Indonesia fenomena hikikomori ini tidak terlalu menjadi sorotan seperti dijepang, karena pada umumnya masyarakat Indonesia memiliki pola pikir yang berbanding jauh dengan masyrakat jepang. Masyarakat Indonesia tidak terlalu memusingkan apakah atau bagaimanakan masyarakat akan menilai dirinya, yang penting adalah bagaimana hubungannya dengan keluarganya. Harapan yang tinggi di Indonesia juga tidak seketat seperti yang terjadi di jepang, di Indonesia lebih cenderung fleksibel bergantung dari penilaian keluarga juga. Tidak masalah masyarakat akan berkata apa, penilaian dari keluargalah yang menentukan.
Jadi disini bisa kita lihat, bagiamana pentingnya peranan suatu keluarga dalam menghadapi situasi yang seperti ini. Keluarga merupakan orang terdekat dengan kita.nilai nilai kehidupan pertama kita dapatkan dari keluarga, tidak terpengaruh dengan apa kata masyarkat diluar sana yang penting kita tetapkan focus kita untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. selama ada keluarga yang selalu berdiri disamping kita, selama ada keluarga yang selalu merangkul kita, abaikan segala sesuatu yang bisa merubah kehidupan kita menjadi buruk.
Sekian beberapa penjelasan mengenai Hikikomori, semoga bermanfaat bagi agan agan semua. Dan mohon maaf jika ada beberapa penjelasan yang kurang bisa untuk dimengerti.
Untuk penjelasan mengenai Introvert dan ekstrovert nya nyusul ya gan .. hehe
0
2.8K
33
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•109.4KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya