Gannn, Akhir-akhir ini lagi deket banget kan kita sama yang namanya hujan. Dari Jumat kemaren sampai Senin pagi ini aja di daerah Jakarta dan sekitarnya terus dilanda hujan. Gimana sama daerah agan masing-masing? Hujan enggak di sana? Kalau hujan hati-hati yaa.. Dan ternyata di beberapa daerah di Indonesia juga dilanda hujan deras dan lebat, dan hal ini mengakibatkan beberapa daerah itu mengalami Banjir

Nah ini dia berita-berita tentang daerah yang dilanda hujan..
Daerah yang terkena banjir karena intensitas hujan yang cukup tinggi ini yaitu Jambi.
Quote:
Tingginya curah hujan mengakibatkan banyaknya sungai meluap di daerah Jambi. Bencana banjir yang telah melanda dari Sabtu dan Minggu ini telah meluas ke Kabupaten Sarolangun, Merangin, Batanghari, Muaro Jambi, dan Kota Jambi. Banyak sungai meluap yang memabanjiri daerah setempat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Arif Munandar, mendesak pemerintah kabupaten/kota menetapkan status Siaga Bencana dan mengupayakan antisipasi dini dan cepat. "Kondisi sudah mengkhawatirkan," ujar Arif.
Di daerah Sarolangun, banjir melandan lima kecamatan dan lebih dari 450 rumah warga terendam banjir. Ahmad Zuhdi dari Tim Reaksi Cepat BPBD Sarolangun mengungkapkan, "Warga tidak bisa lagi bertahan di rumah karena banjir tak kunjung surut."
Bukan hanya di daerah Jambi, Bali juga merasakan bencana banjir ini.
Quote:
Sabtu sore, Banjir juga menimpa Kabupaten Buleleng, Bali. Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan, pemerintah sudah mengirimkan tenda untuk menampung warga korban bencana danbahan kebutuhan pokok bagi korban banjir di Gerokgak dan Seririt. Peralatan untuk mempercepat pembersihan jalan dari lumpur dan menutupi Di Gerokbak, Seririt dan Sukasada juga ikut dikerahkan.
Bencana banjir ini juga membuat arus kendaraan dari wilayah timur Bali, termasuk dari Denpasar menuju Jawa melalui Gilimanuk, Bali juga mengalami gangguan karena amblesnya Jembatan Keladian di jalur utama Denpasar-Gilimanuk di Desa Dangin Tukad Aya, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. Jembatan yang berada di jalan utama Denpasar-Gilimanuk ini, ambles pada sabtu malam setelah satu tiang penyangga bergeser. Akses dari Jalur Denpasar-Gilimanuk pun terputus.
Bukan hanya Jembatan yang ambruk, Banjir badang ini juga membuat beberapa rumah warga di Daerah Buleleng, Bali hancur karena diterjang banjir. Hal ini mengakibatkan beberapa Kepala Keluarga harus mengungsi ke daerah lain. Camat Gerokgak, Putu Ariadi Pribadi, menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun sementara, rumah rusak dan hancur berada di dua desa yakni Desa Penyabangan dan Desa Musi. "Di Desa Musi banjir bandang menghancurkan tujuh rumah dan puluhan lainnya rusak ringan hingga sedang, mengakibatkan sekitar 56 kepala keluarga mengungsi, sementara di di Desa Penyabangan delapan rumah hancur, puluhan lainnya rusak sedang dan ringan, sekitar 36 kepala keluarga (KK) mengungsi," kata dia.
Hujan besar ini juga mengakibatkan pohon-pohon di Kabupaten Tegal bertumbangan.
Quote:
Bencana juga menimpa Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Kecamatan Balapulang, Bumijawa dan Slawi pada hari Minggu lalu. Hujan deras dan angin mengakibatkan pohon-pohon di daerah tersebut bertumbangan. Beberapa pohon yang tumbang tersebut menutupi jalan-jalan desa.
Diwilayah Makassar Banjir yang melanda menyebabkan akses di beberapa jalan menjadi tidak dapat dilewati.
Quote:
Hujan deras mengakibatkan banjir di sejumlah jalan poros di kota Makassar malam ini. Banjir terjadi di jalan poros depan Pasar Pabaeng-baeng, Jl AP Pettarani, Jl Toddopuli dan Jl Tamalate I di Perumnas, Makassar. Ketinggian air sudah di atas mata kaki. Kendaraan sulit melintas dan berhati-hati agar tidak sampai membuat kendaraan mogok.
Di daerah Sulawesi Tenggara Banjir juga menimpa di daerah Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Quote:
Hujan dengan intensitas sedang tengah melanda wilayah Kolaka, Sulawesi Tenggara. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka menyebutkan sedikitnya lima desa yang terendam banjir.
Masing-masing adalah Desa Oneha, Lamedai dan Desa Popalia di Kecamatan Tangketada. Sementara dua desa lainnya berada di Kecamatan Watubangga, yaitu Desa Ranoteta dan Peoho.
Sementara empat sungai yang meluap ini adalah Sungai Oko-oko, Popalia, Peoho dan sungai Ranoteta.Banjir ini pun seakan menjadi tradisi warga setempat. Sebab tiap kali hijan turun pasti hal serupa akan terjadi.
Kepala BPBD Kolaka, Haris Parubak mengatakan di Desa Peoho terdapat 177 rumah yang terendam banjir.
"Kalau di Desa Ranoteta 83 rumah dan Lamedai 7 rumah. Sementara di desa lainnya hanya air lewat. Rumah warga tetap masuk air tapi tidak tinggal airnya," katanya.
Dia menambahkan selain merendam ratusan rumah warga, banjir ini juga merendam 750 hektar aral persawahan yang ada di desa Lamedai.
"Korban jiwa tidak ada dan memang dampaknya ya itu tadi rumah dan aral persawahan. Kerugian belum kita hitung tapi kalau dilihat kondisi lapangan besar juga kerugiannya. Kalau angka saya belum bisa sebutkan," tambahnya.
Kejadian Banjir ini ikut dirasakan oleh daerah Gorontalo, bahkan bencana Banjir yang menimpa di Gorontalo mengakibatkan satu orang meninggal dunia.
Quote:
Hujan deras menimpa derah Gorontalo sejak hari Kamis tanggal 22 Januari lalu. Karena hujan ini beberapa daerah di Gorontalo tergenang. Sebanyak tujuh kecamatan terendam banjir. Rumah-rumah warga terendam. Ribuan warga kemudian mengungsi ke tempat yang lebih aman. Satu warga Desa Hutokalo dikabarkan tewas karena terseret arus Sungai Tolinggula yang sangat deras.
Menurut Nurdin Humolungo, Kepada Bidang Kedaruratan BPPD Gorontalo Utara, hujan dalam intensitas tinggi mengguyur dan mengakibatkan banjir bandang di Gorontalo Utara sejak kemarin.
Daerah yang parah akibat dilanda banjir berada di Kecamatan Kwandang, Tomilito, Atinggola, Sumalata Timur, Sumalata, Monano, dan Tolinggula.
Secara total, 19 desa terendam banjir dengan korban 789 kepala keluarga atau sekitar 3.131 jiwa.
Satu warga yang meninggal dunia adalah penduduk Desa Limbato, Kecamatan Tolinggula. Korban sebenarnya ingin pulang setelah bekerja di kebun. Namun, hujan terus mengguyur, mengakibatkan Sungai Tolinggula meluap.
Korban berupaya menyeberangi sungai, tetapi terseret arus yang sangat kuat. Jasad korban ditemukan warga di desa lain yang berjarak cukup jauh.
Banjir yang melanda di sejumlah daerah ini menyebabkan daerah lainnya melakukan berbagai upaya supaya nantinya Banjir tidak singgah ke daerah tersebut. Salah satu daerah yang sudah bersiaga adalah Jakarta.
Quote:
Tak ingin kecolongan saat banjir, sejumlah kali di Jakarta Barat pun dinormalisasi beberapa waktu lalu. Pantauan di lapangan, Minggu (25/1/2016), sejumlah kali yang telah dilakukan pengerukan di antaranya kali Mookevart, Daan Mogot, kali Sekretaris, Kebon Jeruk, kali Apuran, Cengkareng, Banjir Kanal Barat, Tambora, dan Kali Grogol di Grogol Petamburan.
Dibeberapa kali itu, terlihat gundukan lumpur setinggi nyaris 2 meter terlihat di beberapa bibir kali.
Daerah yang tidak jauh dari Jakarta, Bekasi, juga sudah menyiapkan berbagai antisipasi ketika banjir datang melanda daerah itu.
Quote:
Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mengintensifkan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk mengantisipasi banjir menjelang puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung Februari 2016.
"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi sudah melakukan konsolidasi kepada TNI dan Polri berikut tim relawan yang ada di Kota Bekasi untuk mempersiapkan diri menjelang puncak musim hujan," kata Kepala BPBD Kota Bekasi Herry Ismiraldi di Bekasi.
Saat ini, sebanyak lima kecamatan di Kota Bekasi menjadi target pemantauan prioritas BPBD sepanjang musim hujan karena rawan banjir.
Wilayah itu di antaranya Kecamatan Jatiasih, Bekasi Selatan, Bekasi Utara, Bekasi Barat, dan Medan Satria.
Sebanyak tiga kecamatan di antaranya merupakan wilayah rawan banjir karena berlokasi di bantaran Kali Bekasi yang kerap menerima kiriman luapan air dari Bogor.
Persiapan peralatan seperti perlengkapan dapur umum, tenda, perahu karet, pompa air, ambulan dan beberapa peralatan teknis lainnya sudah siap.
Bandara Juanda di Sidoarjo juga menyiapkan antisipasi guna tidak terjadinya banjir di sekitar bandara, terutama di daerah runaway pesawat.
Quote:
Bandara Juanda menyiapkan 24 pompa air di setiap sudut bandara. Begitu air menggenang di ketinggian tertentu, pompa-pompa itu akan digunakan menyedot genangan. Sementara, saat ini kolam penampung air atau bosem di bandara ini sudah siap menampung genangan.
"Semua sudah kami antisipasi. Termasuk menyiapkan pompa air. Kami juga sudah menuntaskan pengerukan kolam timur sebelum Januari lalu. Jangan sampai ada genangan atau banjir di bandara," ucap General Manajer PT Angkasa Pura 1 Juanda, Kolonel (L) Yuwono, Minggu (24/1/2016).
Untuk mengatur sirkulasi air dan guyuran deras air hujan, bandara internasional di Sedati, Sidoarjo, tersebut memiliki kolam khusus penampung air ini. Selain sistem sanitasi dan saluran air yang sudah berstandar, di sekitar bandara ini juga terdapat saluran air.
Perhatian utama adalah pada areal runway. Landasan pacu ini tak boleh sampai ada genangan air sekecil apa pun. Dengan teknologi dan sistem yang diterapkan, runway selalu tak pernah ada genangan meski hujan deras terus menerus.
Itu dia gan sekilas tentang banjir-banjir yang melanda di daerah-daerah di Indonesia. Semoga bencana banjir di sana cepat surut dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Dan mudah-mudahan kedepannya bencana banjir kayak gini enggak lagi menimpa masyarakat Indonesia di seluruh daerah manapun.
Ini sumur yang ane gali :
Sumur dari Koran Kompas 25 Januari 2015
Sumur
Sumur
Sumur
Sumur
Sumur
SumurSumur