- Beranda
- Berita dan Politik
Depok Butuh Pemimpin Qur’ani
...
TS
ibnukalsum
Depok Butuh Pemimpin Qur’ani
Ketika ana mendengar kabar dari media jika mas Dimas Oky Nugroho resmi mendaftar menjadi calon walikota Depok, Jawa Barat, membuat hati ana berbunga-bunga dan bercampur dengan perasaan senang. Dengan majunya Mas Dimas menjadi bursa calon Walikota Depok, berarti ada harapan baru bagi kota Depok yang lebih baik dari saat ini. Pasalnya kondisi Kota Depok dengan pemimpin yang sekarang masih jauh dari harapan rakyat. Pembangunan yang timpang, penyerapan tenaga kerja yang rendah, pengelolaan sampah yang buruk belum lagi pemberdayaan pemuda seperti ana ini kurang diperhatikan.

Fakta-fakta dilapangan sangat jelas, kota Depok harus dipimpin oleh orang baru, Islami, bertaqwa dan tentunya harus memikirkan nasib wong cilik. Karena pemimpin Kota Depok yang sekarang belum bisa menyejahterakan rakyat, bahkan terkesan berpihak kepada kaum pemodal dan pengusaha saja. Sedangkan rakyat kecil “tercekik”. Antum lihat saja sekarang Kota Depok kondisinya sangat semprawut dan jurang pemisah antara yang kaya dan miskin semakin terlihat jelas. Artinya Idris Abdul Shomad (Walikota Depok) yang sekarang maju lagi menjadi Walikota Depok kalau dalam bahasa kaidah fikihnya belum tasorroful Imam Alarroiyyah Manuthun Bil maslakhah (pengelolaan Negara, kota, desa terhadap yang di pimpin berhubungan dengan kemaslahatan).
Idris Abdul Shomad masih belum membawa masyarakat Depok menuju kota maslahah (kemakmuran) bahkan cenderung al-mafashid (Rusak). Jika Antum merasa masyarakat Depok yang peduli, harus sadar dan kritis melihat fakta tersebut agar tidak jatuh kelubang sama. Pasalnya Kepemimpinan yang baik dalam Islam adalah kepemimpinan yang terindikasikan dengan wujudnya kemaslahatan disegala lini kehidupan; hukum, politik, ekonomi dan disegalini sendi kehidupan lainnya. Sedangkan adanya ketimpangan dan diskriminasi untuk kepentingan kelompok tertentu, golongan tertentu, partai tertentu adalah tidak sejalan dari apa yang dinamakan model kepemimpinan yang ideal yang dicita-citakan Islam.
Belajar dari Negara Madinah

Kota Depok memang membutuhkan sosok pemimpin yang paham betul dengan problem masyarakanya. Syarat untuk mengetahui problem masyarakat, pemimpin idealnya memang harus terjun dan bergaul dengan masyarakatnya dan akhirnya bisa melebur dengannya. Ajaran seperti inilah yang sebenarnya telah digariskan dalam ajaran agama Islam. Jika antum berbicara tetang kepemimpinan dalam Islam, sudah pasti yang menjadi rujukan untuk mencari format yang ideal bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadis. Secara normatif dua sumber hukum Islam tersebut telah memberikan garis-garis bagaimana memilih pemimpin dan mengelola sebuah Negara, kota atapun desa sehingga terwujud baldah at-toyyibah (Negara Sejahatera, Kota sejahtera, Desa sejahtera).
Dalam sejarah peradaban Islam sendiri juga sudah ada contoh pemimpin yang patut dijadikan rujukan untuk mengelolah sebuah Negara. Siapa lagi kalau bukan Nabi Muhammad SAW. Kecerdasan, kerakyatan, kesederhanaan beliau dalam mengelola Negara Madinah setidaknya memberikan gambaran bagi antum untuk mencari pemimpin yang ideal. Jadi kalau ada pemimpin yang sudah melenceng dari norma Islam, apalagi kebijakannnya menyengsarakan rakyat, korupsi dan kolusi antum harus meninggalkannya.
Ajaran Islam yang ushul (pokok) bukan melihat pemimpin dari luarnya melainkan isinya, kerjanya, visi-misinya dan kebijakannya harus mampu memberikan pengayoman kepada masyarakat seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muahmmad SAW dalam mengelola Negara Madinah. Kalau antum hanya melihat pemimpin dari sisi luarnya seperti bajunya, pecinya berarti antum masih melihatnya Islam dari segi furuk (luar)-nya.

Berkaitan dengan akan diselenggarakan pilkada Kota Depok, ana melihat mas Dimas Oky Nugroho memiliki kemampuan untuk mengelola kota Depok dengan baik. Sebagai pengamat politik, mas Dimas tentu tidak diragukan lagi ilmunya dan itu menjadi nilai positif bagi sosok pemuda ini untuk membedah problem yang ada dikota d@epok saat ini. Perawakannya yang sederhana, islami, kalem dan bisa bergaul dengan semua golongan sungguh sangat bisa diharapkan membawa kota Depok yang lebih baik. Itulah sebabnya, masyarakat d@epok harus memilih Mas Dimas pada pemilahan walikota nantinya demi kebangkitan kota depok seutuhnya dan seluruhnya.

Fakta-fakta dilapangan sangat jelas, kota Depok harus dipimpin oleh orang baru, Islami, bertaqwa dan tentunya harus memikirkan nasib wong cilik. Karena pemimpin Kota Depok yang sekarang belum bisa menyejahterakan rakyat, bahkan terkesan berpihak kepada kaum pemodal dan pengusaha saja. Sedangkan rakyat kecil “tercekik”. Antum lihat saja sekarang Kota Depok kondisinya sangat semprawut dan jurang pemisah antara yang kaya dan miskin semakin terlihat jelas. Artinya Idris Abdul Shomad (Walikota Depok) yang sekarang maju lagi menjadi Walikota Depok kalau dalam bahasa kaidah fikihnya belum tasorroful Imam Alarroiyyah Manuthun Bil maslakhah (pengelolaan Negara, kota, desa terhadap yang di pimpin berhubungan dengan kemaslahatan).
Idris Abdul Shomad masih belum membawa masyarakat Depok menuju kota maslahah (kemakmuran) bahkan cenderung al-mafashid (Rusak). Jika Antum merasa masyarakat Depok yang peduli, harus sadar dan kritis melihat fakta tersebut agar tidak jatuh kelubang sama. Pasalnya Kepemimpinan yang baik dalam Islam adalah kepemimpinan yang terindikasikan dengan wujudnya kemaslahatan disegala lini kehidupan; hukum, politik, ekonomi dan disegalini sendi kehidupan lainnya. Sedangkan adanya ketimpangan dan diskriminasi untuk kepentingan kelompok tertentu, golongan tertentu, partai tertentu adalah tidak sejalan dari apa yang dinamakan model kepemimpinan yang ideal yang dicita-citakan Islam.
Belajar dari Negara Madinah

Kota Depok memang membutuhkan sosok pemimpin yang paham betul dengan problem masyarakanya. Syarat untuk mengetahui problem masyarakat, pemimpin idealnya memang harus terjun dan bergaul dengan masyarakatnya dan akhirnya bisa melebur dengannya. Ajaran seperti inilah yang sebenarnya telah digariskan dalam ajaran agama Islam. Jika antum berbicara tetang kepemimpinan dalam Islam, sudah pasti yang menjadi rujukan untuk mencari format yang ideal bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadis. Secara normatif dua sumber hukum Islam tersebut telah memberikan garis-garis bagaimana memilih pemimpin dan mengelola sebuah Negara, kota atapun desa sehingga terwujud baldah at-toyyibah (Negara Sejahatera, Kota sejahtera, Desa sejahtera).
Dalam sejarah peradaban Islam sendiri juga sudah ada contoh pemimpin yang patut dijadikan rujukan untuk mengelolah sebuah Negara. Siapa lagi kalau bukan Nabi Muhammad SAW. Kecerdasan, kerakyatan, kesederhanaan beliau dalam mengelola Negara Madinah setidaknya memberikan gambaran bagi antum untuk mencari pemimpin yang ideal. Jadi kalau ada pemimpin yang sudah melenceng dari norma Islam, apalagi kebijakannnya menyengsarakan rakyat, korupsi dan kolusi antum harus meninggalkannya.
Ajaran Islam yang ushul (pokok) bukan melihat pemimpin dari luarnya melainkan isinya, kerjanya, visi-misinya dan kebijakannya harus mampu memberikan pengayoman kepada masyarakat seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muahmmad SAW dalam mengelola Negara Madinah. Kalau antum hanya melihat pemimpin dari sisi luarnya seperti bajunya, pecinya berarti antum masih melihatnya Islam dari segi furuk (luar)-nya.

Berkaitan dengan akan diselenggarakan pilkada Kota Depok, ana melihat mas Dimas Oky Nugroho memiliki kemampuan untuk mengelola kota Depok dengan baik. Sebagai pengamat politik, mas Dimas tentu tidak diragukan lagi ilmunya dan itu menjadi nilai positif bagi sosok pemuda ini untuk membedah problem yang ada dikota d@epok saat ini. Perawakannya yang sederhana, islami, kalem dan bisa bergaul dengan semua golongan sungguh sangat bisa diharapkan membawa kota Depok yang lebih baik. Itulah sebabnya, masyarakat d@epok harus memilih Mas Dimas pada pemilahan walikota nantinya demi kebangkitan kota depok seutuhnya dan seluruhnya.
0
2.9K
12
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
696.1KThread•59.5KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya