Quote:
Anggrah Tewas Dianiaya R, Keluarga Sepakat Berdamai
Jakarta - Bocah kelas 2 SD di Kebayoran Lama, Nur Anggrah Ardiansyah tewas usai dianiaya rekan satu sekolahnya, R. Keluarga kedua belah pihak sepakat berdamai dalam kasus ini.
Hal ini berdasarkan hasil pertemuan antara Polres Jaksel, perwakilan keluarga Anggrah dan R, KPAI, Komnas Anak dan Suku Dinas Pendidikan Jaksel di Polres Jaksel, Jl Wijaya, Sabtu (19/9/2015).
"Kedua belah pihak itu sudah bisa dikatakan perdamaian. Antara orangtua korban dan pelaku," kata Kapolres Jaksel Kombes Wahyu Hadiningrat usai pertemuan.
Wahyu menjelaskan, meski kedua pihak sepakat berdamai, namun proses diversi (musyawarah) akan tetap dilakukan.
"Sesuai dengan sistem peradilan anak. Sesuai pasal 7, kami akan melakukan diversi dengan jangka waktunya 30 hari dan dihadiri oleh berbagai pihak, jadi semacam permusyawaratan," jelas Wahyu.
Di tempat yang sama, Kepala Suku Dinas Pendidikan Jaksel Nasrudin menjelaskan, saat ini pihaknya masih mendalami kasus ini. Bukan tidak mungkin akan ada sanksi bagi pihak sekolah jika terbukti ada kelalaian dalam kasus ini.
"Kita lihat nanti. Bisa saja guru tidak melihat saat kejadian, karena memang muridnya ada 30 orang. Nanti kita lihat, di mana para guru saat itu," terangnya.
Anggrah dianiaya R di sekolahnya, Jumat (18/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Anggrah jatuh tersungkur tak sadarkan diri usai dianiaya. Kemudian dia dibawa ke Puskesmas Kebayoran Lama. Karena keadaan tidak membaik, Anggrah lalu dibawa ke RS Fatmawati. Namun nyawanya tidak tertolong sekitar pukul 18.00 WIB.
Sementara penyebab Anggrah dianiaya karena dia meledek R gendut. R yang bertubuh gemuk marah atas penghinaan itu. (rna/nwy)
Quote:
Quote:
Kronologi Tewasnya Bocah Anggrah Akibat Ejekan Gendut
Berikut kronologi tewasnya Anggrah, seperti diutarakan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal, Sabtu (19/9/2015):
-Pukul 09.00 WIB
Anggrah dipukul dan ditendang oleh R. R marah karena Anggrah meledek babon dan gendut. Anggrah terjatuh dan kepalanya terbentur lantai hingga pingsan.
-Pukul 10.00 WIB
Anggrah dibawa ke Puskesmas Kebayoran Lama. Di sana, Anggrah sadar dan muntah-muntah. Dia juga sempat mengadu pada ibunya bila dia dipukul oleh R.
-Pukul 17.00 WIB
Anggrah dirujuk ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan karena kondisinya yang tidak membaik.
-Pukul 18.00 WIB
Anggrah meninggal di RS Fatmawati.
-Pukul 19.15 WIB
Orangtua melaporkan ke Mapolres Jaksel
Sabtu (19/9) pukul 13.00 WIB
Anggrah dimakamkan di TPU Wakaf Bungur, Bintaro, Kebayoran Lama. Dia dimakamkan setelah disalatkan di Masjid Nurul Huda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Menurut ane baguslah sudah berdamai. Mungkin dia gak sengaja, namanya juga gendut, tenaganya besar.
Ane mau komen dari kronolologisnya. Kira2 Aja
J.9 Jatuh, pingsan.
J.10. di puskesmas sadar dan muntah2.
J.17 Baru dibawa ke rs krn memburuk
Menurut ane itu puskesmasnya bodoh. Mestinya udah dibawa ke rs. Krn ada pingsan. Dan ada muntah-muntah. Mesti udh di ct scan. Pagi itu.
Kalau udah penurunan kesadaran berat, udah gak bisa dioperasi lagi. Krn dari otopsinya terjadinya pendarahan pada selaput otak. Mungkin msh bs operasi, harusnya pagi itu langsung ke rs.
Bandingkan sama ini
============
Waktu longsor kedua itu Dania terkena batu," ujar Eddy, Kamis (13/8/2015).
Dania pun tersungkur dengan darah mengucur dari telinganya.
Rosihan, sahabat Dania, sempat melakukan upaya untuk menyelamatkannya. Tapi nyawa Dania tak tertolong. Dalam kondisi kritis, Rosihan ternyata sempat menuntun Dania mengucapkan dua kalimat syahadat.
"Di detik-detik terakhir Rosihan sempat mentalkinkan Dania sampai menghembuskan napas terakhirnya
di pangkuan Rosihan," ungkapnya
http://daerah.sindonews.com/read/1032670/21/kisah-dania-mengucap-syahadat-sebelum-meninggal-di-semeru-1439455945
==============
Gak ada pingsan, gak ada muntah2. Dibantu cuman geret doank.
Masih sadar kagak ada pingsan, bisa ngomong berupa kalimat bukan kata2 berarti kagak sesak. msh bs bicara sblm mati itu cuman di sinetron. Kemungkinan ada patah tulang leher, malah dipangku, ketekuk leher, mati. Atau mungkin yg dikira mati, padahal belum, masih bisa dikasih bantuan napas atau pompa jantung, tp malah dibiarin.

Makasih conan endogawa