- Beranda
- The Lounge
cara mengisi waktu luang siswa setelah pulang sekolah
...
TS
buonk.id
cara mengisi waktu luang siswa setelah pulang sekolah
Quote:
halo agan agan semua...
ane mau share artikel menarik Nie...
langsung aja gak usah basa basi (bahas sana bahas sini)
cekidot
ane mau share artikel menarik Nie...
langsung aja gak usah basa basi (bahas sana bahas sini)
cekidot

Quote:
cara mengisi waktu luang setelah pulang
sekolah
sekolah
Quote:
Setelah jam pelajaran sekolah berakhir anak-
anak sekolah dipersilahkan meninggalkan
sekolah untuk kembali kepada orangtua atau
walinya dengan membawa setumpuk tugas-
tugas dari sekolah. Anak-anak sekolah pun
dituntut untuk dapat mengatur sedemikian
rupa waktu luangnya agar bisa menjadi
manusia yang mandiri siap terjun ke
masyarakat. Memang bukan hal yang mudah
mengubah anak-anak menjadi orang dewasa
yang sesuai dengan harapan, namun hal itu
dapat terwujud apabila ada kesadaran dan
kerja keras dari si pelajar dan juga adanya
dukungan penuh dari lingkungan sekitarnya.
Ada banyak hal yang harus dilakukan oleh
para siswa di waktu senggangnya agar
manjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan
mapan dalam waktu yang relatif singkat.
Beberapa Hal yang Dapat Dilakukan Siswa
Siswi Pelajar Sekolah dalam Mengisi Waktu
Luangnya :
1. Istirahat yang Cukup
Sepulang sekolah sebaiknya seorang siswa
sekolah mengistirahatkan dirinya dengan
tidur siang. Tidur dua atau tiga jam sudah
lebih dari cukup untuk mengembalikan
stamina dan konsentrasi untuk melanjutkan
aktivitas hingga malam hari. Jika tidak tidur
siang, maka seseorang bisa terkena serangan
kantuk di malam hari sebelum waktu tidur
tiba serta memiliki daya konsentrasi yang
kurang maksimal.
2. Mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah)
Sekolah memang biasanya memberikan
berbagai tugas tambahan kepada para siswa
agar para siswa pelajar mau belajar di
rumah. PR biasanya bertujuan agar seorang
murid sekolah mau mengingat pelajaran yang
telah diberikan oleh Bapak Ibu gurunya
maupun sekedar mempersiapkan para murid
dalam menghadapi materi pelajaran
berikutnya. Namun terkadang PR yang
diberikan terlalu banyak sehingga menyita
waktu, tenaga, dan pikiran dari seorang
murid. Jika waktu telah banyak tersita untuk
mengerjakan tugas-tugas sekolah, maka
agenda kegiatan lainnya pun terbengkalai
termasuk kegiatan bercengkrama dengan
keluarga.
3. Mempelajari Keahlian Baru
Setiap siswa tidak boleh lengah karena
terlalu mengandalkan materi pendidikan dari
sekolah untuk dijadikan bekal masa
depannya. Padahal materi pelajaran yang
diberikan sekolah hanya bersifat pengetahuan
dasar dan umum sehingga kurang begitu
digunakan dalam dunia kerja yang
sebenarnya. Untuk itulah para siswa dituntut
untuk dapat menguasai berbagai keahlian
dan keterampilan yang dapat dijadikan
modal dasar untuk bekerja di perusahaan
maupun untuk berwirausaha membangun
bisnis sendiri. Sekolah lebih banyak
mengedepankan teori, kecuali smk yang agak
seimbang antara teori dengan praktek.
Contoh keahlian yang perlu dikejar oleh para
pemuda dan pemudi adalah seperti agama,
komputer, kedokteran, obat-obatan herbal,
hukum, manajemen bisnis, pertanian,
peternakan, perikanan, perkebunan,
pertambangan, otomotif, mesin, robotik,
internet, jasa konsultan, tata boga, tata
busana, bangunan, dan lain sebagainya.
Berbagai keahlian yang diremehkan pun juga
patut dipelajari karena sifatnya yang
dibutuhkan terus-menerus seperti tukang sol
sepatu, tukang service barang elektronik,
tukang cuci, tukang masak, tukang batu, dan
lain sebagainya. Keahlian dasar sangat
berguna saat kondisi darurat dan juga
apabila dikelola dengan baik bisa menjadi
suatu usaha yang kuat dan besar.
wirausaha
Setiap siswa sebaiknya belajar untuk
berwirausaha untuk mempersiapkan dirinya
menjadi pribadi yang mandiri dalam jangka
waktu yang singkat. Salah satu tujuan
seseorang sekolah adalah agar bisa lekas
bekerja mencari uang setelah lulus sekolah
atau setelah lulus kuliah. Padahal mencari
uang dan hidup mandiri bisa dilakukan
sesegera mungkin setelah seseorang
memasuki kedewasaan pada usia kurang
lebih 15 tahun (secara agama islam).
Budaya kita yang selalu menganggap usia di
bawah 17 tahun atau bahkan 21 tahun
sebagai anak-anak dan abg menjadikan
banyak generasi muda kita belum dapat
dewasa dan mandiri ketika memasuki usia 15
s/d 17 tahun. Bahkan sebagian generasi
muda ada yang belum bisa mandiri dan
berpikiran dewasa ketika memasuki usia 30
tahun. Padahal pada usia produktif itulah
para remaja sudah gelisah dengan masa
depannya karena sudah memiliki berbagai
keinginan layaknya orang dewasa.
Oleh karena itu tidak ada pilihan lain bagi
para siswa sekolah selain berjuang sekuat
tenaga belajar berwirausaha sejak dini untuk
mengurangi berbagai efek buruk yang dapat
terjadi akibat galau masa depan. Para
generasi muda dapat merasa galau tingkat
tinggi karena tidak dapat berbuat apa-apa
selain belajar mengejar nilai dan ijazah
sebagai modal bekerja di perusahaan atau di
institusi negara kelak. Padahal usia remaja
adalah usia seseorang memiliki berbagai
keinginan dan cita-cita baik berbentuk materi
maupun non materi. Apabila seorang pelajar
sudah mampu hidup mandiri tanpa
menggantungkan diri pada orangtua maupun
wali, maka tujuan dari sekolah telah
terpenuhi dengan sendirinya.
5. Magang
Kurangnya lapangan pekerjaan yang tersedia
di pasar tenaga kerja indonesia menyebabkan
para pelajar pada umumnya tidak bisa ikut
bergabung bekerja paruh waktu di
perusahaan maupun di institusi negara.
Padahal magang sangat penting untuk
mencari pengalaman bekerja sekaligus untuk
mendapatkan uang dalam jumlah besar
untuk membantu memenuhi kebutuhan
seorang pelajar maupun keluarganya.
Penghasilan seorang pelajar magang sangat
penting artinya bagi pelajar yang berasal dari
golongan kurang mampu. Para pekerja
magang yang berusia muda pun rata-rata
dianggap sebelah mata dan tidak diberikan
pekerjaan yang bermanfaat untuk masa
depan oleh para seniornya. Sejatinya jika
magang dapat terlaksana dengan baik, para
pelajar pun nantinya tidak perlu repot-repot
mencari kerja, karena perusahaan atau
institusi dapat langsung mempekerjakannya
sebagai pegawai penuh tanpa harus
menunggu sampai lulus. Oleh karena itu
para siswa hendaknya pro aktif dalam
mencari kegiatan magang di luar jam sekolah
demi kebaikan dirinya dan keluarganya. Jika
tidak bisa magang maka sebaiknya membuat
kegiatan usaha bersama dengan teman-
teman dengan dibimbing oleh guru atau
praktisi yang berpengalaman di bidang usaha
yang sama dengan usaha yang akan
dijalankan.
6. Bersosialisasi
Setiap siswa pelajar harus dapat
bersosialisasi dengan baik dengan
masyarakat di lingkungan sekitarnya. Perlu
adanya suatu wadah bagi generasi muda
untuk bisa eksis di tengah masyarakat yang
rata-rata telah berusia dewasa. Dengan
demikian para siswa pelajar dapat dapat ikut
terlibat langsung dalam kegiatan sosial
kemasyarakatan seperti kepengurusan rt rw,
kegiatan sosial, kegiatan kepemudaan,
kegiatan usaha bersama, kegiatan kerja bakti,
kegiatan gotong royong, kegiatan
pemberdayaan masyarakat, kegiatan
pendidikan pelatihan, kegiatan keagamaan,
kegiatan perayaan / peringatan hari tertentu,
dan lain sebagainya. Jika para abg
(generasi muda) maunya selalu dianggap
sebagai anak-anak yang tidak bersedia
diikut sertakan dalam kegiatan
kemasyarakatan, maka jangan heran jika
nanti dewasa bisa menjadi pribadi-pribadi
individualis yang enggan untuk bergabung
dalam kegiatan-kegiatan sosial
kemasyarakatan dengan orang-orang yang
lebih tua.
7. Membantu Keluarga
Anak yang baik adalah anak yang berbakti
kepada orangtuanya. Setiap anak harus
menuruti perintah orangtuanya kecuali yang
bertentangan dengan ajaran agama. Apabila
orangtua mengalami kesulitan, maka sudah
seharusnya seorang anak membantu
semampunya untuk membantu meringankan
beban orangtuanya. Jika orangtua lemah
secara ekonomi, maka anak harus berupaya
mencari penghasilan tambahan di luar jam
sekolah dengan cara-cara yang baik dan
bersifat mendidik. Jika orangtua
membutuhkan tenaga anak dalam mencari
nafkah, maka bantulah orangtua
semampunya. Bagi keluarga tidak mampu,
salah satu tujuan menyekolahkan anak-anak
mereka di sekolah adalah agar kelak dewasa
nanti bisa membantu perekonomian keluarga.
Jika anak bisa sukses berwirausaha
bersama dengan teman-temannya, maka
sekolah pun dapat dilaksanakan lebih baik
karena tidak lagi memiki pikiran-pikiran
tentang keadaan sulitnya lagi. Akan tetapi
bagi anak-anak tertentu mungkin sukses
berwirausaha malah merusak sekolahnya
akibat tidak mampu membagi waktu dan
pikiran.
anak sekolah dipersilahkan meninggalkan
sekolah untuk kembali kepada orangtua atau
walinya dengan membawa setumpuk tugas-
tugas dari sekolah. Anak-anak sekolah pun
dituntut untuk dapat mengatur sedemikian
rupa waktu luangnya agar bisa menjadi
manusia yang mandiri siap terjun ke
masyarakat. Memang bukan hal yang mudah
mengubah anak-anak menjadi orang dewasa
yang sesuai dengan harapan, namun hal itu
dapat terwujud apabila ada kesadaran dan
kerja keras dari si pelajar dan juga adanya
dukungan penuh dari lingkungan sekitarnya.
Ada banyak hal yang harus dilakukan oleh
para siswa di waktu senggangnya agar
manjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan
mapan dalam waktu yang relatif singkat.
Beberapa Hal yang Dapat Dilakukan Siswa
Siswi Pelajar Sekolah dalam Mengisi Waktu
Luangnya :
1. Istirahat yang Cukup
Sepulang sekolah sebaiknya seorang siswa
sekolah mengistirahatkan dirinya dengan
tidur siang. Tidur dua atau tiga jam sudah
lebih dari cukup untuk mengembalikan
stamina dan konsentrasi untuk melanjutkan
aktivitas hingga malam hari. Jika tidak tidur
siang, maka seseorang bisa terkena serangan
kantuk di malam hari sebelum waktu tidur
tiba serta memiliki daya konsentrasi yang
kurang maksimal.
2. Mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah)
Sekolah memang biasanya memberikan
berbagai tugas tambahan kepada para siswa
agar para siswa pelajar mau belajar di
rumah. PR biasanya bertujuan agar seorang
murid sekolah mau mengingat pelajaran yang
telah diberikan oleh Bapak Ibu gurunya
maupun sekedar mempersiapkan para murid
dalam menghadapi materi pelajaran
berikutnya. Namun terkadang PR yang
diberikan terlalu banyak sehingga menyita
waktu, tenaga, dan pikiran dari seorang
murid. Jika waktu telah banyak tersita untuk
mengerjakan tugas-tugas sekolah, maka
agenda kegiatan lainnya pun terbengkalai
termasuk kegiatan bercengkrama dengan
keluarga.
3. Mempelajari Keahlian Baru
Setiap siswa tidak boleh lengah karena
terlalu mengandalkan materi pendidikan dari
sekolah untuk dijadikan bekal masa
depannya. Padahal materi pelajaran yang
diberikan sekolah hanya bersifat pengetahuan
dasar dan umum sehingga kurang begitu
digunakan dalam dunia kerja yang
sebenarnya. Untuk itulah para siswa dituntut
untuk dapat menguasai berbagai keahlian
dan keterampilan yang dapat dijadikan
modal dasar untuk bekerja di perusahaan
maupun untuk berwirausaha membangun
bisnis sendiri. Sekolah lebih banyak
mengedepankan teori, kecuali smk yang agak
seimbang antara teori dengan praktek.
Contoh keahlian yang perlu dikejar oleh para
pemuda dan pemudi adalah seperti agama,
komputer, kedokteran, obat-obatan herbal,
hukum, manajemen bisnis, pertanian,
peternakan, perikanan, perkebunan,
pertambangan, otomotif, mesin, robotik,
internet, jasa konsultan, tata boga, tata
busana, bangunan, dan lain sebagainya.
Berbagai keahlian yang diremehkan pun juga
patut dipelajari karena sifatnya yang
dibutuhkan terus-menerus seperti tukang sol
sepatu, tukang service barang elektronik,
tukang cuci, tukang masak, tukang batu, dan
lain sebagainya. Keahlian dasar sangat
berguna saat kondisi darurat dan juga
apabila dikelola dengan baik bisa menjadi
suatu usaha yang kuat dan besar.
wirausaha
Setiap siswa sebaiknya belajar untuk
berwirausaha untuk mempersiapkan dirinya
menjadi pribadi yang mandiri dalam jangka
waktu yang singkat. Salah satu tujuan
seseorang sekolah adalah agar bisa lekas
bekerja mencari uang setelah lulus sekolah
atau setelah lulus kuliah. Padahal mencari
uang dan hidup mandiri bisa dilakukan
sesegera mungkin setelah seseorang
memasuki kedewasaan pada usia kurang
lebih 15 tahun (secara agama islam).
Budaya kita yang selalu menganggap usia di
bawah 17 tahun atau bahkan 21 tahun
sebagai anak-anak dan abg menjadikan
banyak generasi muda kita belum dapat
dewasa dan mandiri ketika memasuki usia 15
s/d 17 tahun. Bahkan sebagian generasi
muda ada yang belum bisa mandiri dan
berpikiran dewasa ketika memasuki usia 30
tahun. Padahal pada usia produktif itulah
para remaja sudah gelisah dengan masa
depannya karena sudah memiliki berbagai
keinginan layaknya orang dewasa.
Oleh karena itu tidak ada pilihan lain bagi
para siswa sekolah selain berjuang sekuat
tenaga belajar berwirausaha sejak dini untuk
mengurangi berbagai efek buruk yang dapat
terjadi akibat galau masa depan. Para
generasi muda dapat merasa galau tingkat
tinggi karena tidak dapat berbuat apa-apa
selain belajar mengejar nilai dan ijazah
sebagai modal bekerja di perusahaan atau di
institusi negara kelak. Padahal usia remaja
adalah usia seseorang memiliki berbagai
keinginan dan cita-cita baik berbentuk materi
maupun non materi. Apabila seorang pelajar
sudah mampu hidup mandiri tanpa
menggantungkan diri pada orangtua maupun
wali, maka tujuan dari sekolah telah
terpenuhi dengan sendirinya.
5. Magang
Kurangnya lapangan pekerjaan yang tersedia
di pasar tenaga kerja indonesia menyebabkan
para pelajar pada umumnya tidak bisa ikut
bergabung bekerja paruh waktu di
perusahaan maupun di institusi negara.
Padahal magang sangat penting untuk
mencari pengalaman bekerja sekaligus untuk
mendapatkan uang dalam jumlah besar
untuk membantu memenuhi kebutuhan
seorang pelajar maupun keluarganya.
Penghasilan seorang pelajar magang sangat
penting artinya bagi pelajar yang berasal dari
golongan kurang mampu. Para pekerja
magang yang berusia muda pun rata-rata
dianggap sebelah mata dan tidak diberikan
pekerjaan yang bermanfaat untuk masa
depan oleh para seniornya. Sejatinya jika
magang dapat terlaksana dengan baik, para
pelajar pun nantinya tidak perlu repot-repot
mencari kerja, karena perusahaan atau
institusi dapat langsung mempekerjakannya
sebagai pegawai penuh tanpa harus
menunggu sampai lulus. Oleh karena itu
para siswa hendaknya pro aktif dalam
mencari kegiatan magang di luar jam sekolah
demi kebaikan dirinya dan keluarganya. Jika
tidak bisa magang maka sebaiknya membuat
kegiatan usaha bersama dengan teman-
teman dengan dibimbing oleh guru atau
praktisi yang berpengalaman di bidang usaha
yang sama dengan usaha yang akan
dijalankan.
6. Bersosialisasi
Setiap siswa pelajar harus dapat
bersosialisasi dengan baik dengan
masyarakat di lingkungan sekitarnya. Perlu
adanya suatu wadah bagi generasi muda
untuk bisa eksis di tengah masyarakat yang
rata-rata telah berusia dewasa. Dengan
demikian para siswa pelajar dapat dapat ikut
terlibat langsung dalam kegiatan sosial
kemasyarakatan seperti kepengurusan rt rw,
kegiatan sosial, kegiatan kepemudaan,
kegiatan usaha bersama, kegiatan kerja bakti,
kegiatan gotong royong, kegiatan
pemberdayaan masyarakat, kegiatan
pendidikan pelatihan, kegiatan keagamaan,
kegiatan perayaan / peringatan hari tertentu,
dan lain sebagainya. Jika para abg
(generasi muda) maunya selalu dianggap
sebagai anak-anak yang tidak bersedia
diikut sertakan dalam kegiatan
kemasyarakatan, maka jangan heran jika
nanti dewasa bisa menjadi pribadi-pribadi
individualis yang enggan untuk bergabung
dalam kegiatan-kegiatan sosial
kemasyarakatan dengan orang-orang yang
lebih tua.
7. Membantu Keluarga
Anak yang baik adalah anak yang berbakti
kepada orangtuanya. Setiap anak harus
menuruti perintah orangtuanya kecuali yang
bertentangan dengan ajaran agama. Apabila
orangtua mengalami kesulitan, maka sudah
seharusnya seorang anak membantu
semampunya untuk membantu meringankan
beban orangtuanya. Jika orangtua lemah
secara ekonomi, maka anak harus berupaya
mencari penghasilan tambahan di luar jam
sekolah dengan cara-cara yang baik dan
bersifat mendidik. Jika orangtua
membutuhkan tenaga anak dalam mencari
nafkah, maka bantulah orangtua
semampunya. Bagi keluarga tidak mampu,
salah satu tujuan menyekolahkan anak-anak
mereka di sekolah adalah agar kelak dewasa
nanti bisa membantu perekonomian keluarga.
Jika anak bisa sukses berwirausaha
bersama dengan teman-temannya, maka
sekolah pun dapat dilaksanakan lebih baik
karena tidak lagi memiki pikiran-pikiran
tentang keadaan sulitnya lagi. Akan tetapi
bagi anak-anak tertentu mungkin sukses
berwirausaha malah merusak sekolahnya
akibat tidak mampu membagi waktu dan
pikiran.
mungkin ada yang mau nambahin di bawah....
sekian dulu dari ane...
eits jangan lupa








Spoiler for tambahan:
8.ngaskus
Ngaskus yap...
kalo lagi sendiri biasanya saya seringnya ngaskus baca trend,bikin trend dll
Diubah oleh buonk.id 05-05-2015 14:50
0
6.9K
Kutip
23
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•105.6KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya